Puisi teman: Selamat Ulang Tahun, Sri


Aku menyaksikan malam yang dingin merangkak
dari ujung selasar menuju sudut jemari kita
Makanan berbuka lekas jadi gigil dan tebal jaketku seperti kian tipis
Berulang kali kau ingatkan aku tuk segera minum obat flu
sebab telah puluhan kali aku bersin
Aku menolak, Sri.

Berkali-kali aku bersin dan harus selalu melempar doa
Kaulah yang setia menangkapnya.
Agaknya, aku akan mencintai bersin yang nakal itu
aku akan terus berdoa dan kau akan terus mendoakanku
--Bertukar-tangkap senantiasa.

Saat kita berusaha tegap mengkhidmati malam
yang panjang di deras ayat-ayat Tuhan
Doamu lebih panjang dari shaf salat itu
Ada pula yang selalu teguh kau tatap ketika bulu-bulu matamu merapat saat sujud
:mungkin harapan.

Maka itikaf kita kala itu, Sri
adalah membaca waktu yang lama tak tereja
Sedang hati kita ibarat rindu tak berumah
yang lama meninggalkan pertemuan

Syawal telah lahir di ujung matamu
Di sudut kacamata itu aku melihat dunia yang hangat dan penuh kembang
pelan-pelan merekah jadi usia baru
jadi lagu dengan lirik sempurna
:“Selamat ulang tahun, Sri”


(Agustus, 2013)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selamat ulang tahun, Teh. :)

dari blog nya Nurul
http://catatan-kamis.blogspot.com/2013/08/selamat-ulang-tahun-sri.html

puisi di hari Milad yang ke-24 tanggal 12 Agustus .: Makasiih Nurul :.

No comments