CATATAN TUJUH: SENANGNYA MERAWAT BAYI

Alhamdulillah, Aska sudah tiga bulan. Masih ingat di awal-awal kelahiran perjuangan untuk mensuply ASI masih sedikit karena baru hari ketiga sudah ada.

Masih ingat kalau Aska katanya banyak minum. Saya kadang teringat lagi untuk apa siang mompa untuk malam dikasih cupfeeder ke dede, padahal malam adalah saat banyak-banyaknya produksi ASI untuk dede. Hehehe..sudahlah pelajaran.

Seharusnya dede tidak diajari diberi cupfeeder, dot, sendok atau gelas oleh ibunya. Boleh diberikan media oleh pengasuh atau orang lain selain ibunya. Kalau ibunya beri saja ASI yang fresh from the oven. :)

Dede Aska sempat kuning. Sempat orang-orang bilang karena perbedaan golongan darah ibu dan dede, sehingga kuning. Saat itu adalah saat-saat yang paling sedih bagi saya karena terpisah dengan dede di rumah sakit.

Perjuangan untuk sampai bisa memberi ASI terus berlanjut. Karena belum saluran ASI semua terbuka, rasanya sakit sampai ke punggung-punggung pun pernah saya rasakan. Obat dari konselor menyusuinya salep yang alhamdulillah mengurangi rasa sakit dan membuka saluran ASI baru. Terimakasih untuk suami yang terus mensupport.

Selanjutnya, memberi ASI full tanpa susu formula, bisa memberi dampak pada dede menjadi lebih sehat. Dede aska yang sempat turun berat badan di minggu pertamanya (karena umumnya bayi menyusut).
Selanjutnya bulan pertama naik menjadi 4,1 kg. Bulan kedua 5,2 kg. Bulan ketiga naik menjadi 6 kg 8 ons. Tingginya pun 66 cm sekarang. Alhamdulillah...


Tiba saatnya ummi menitipkan dede aska pada nenek.

***
Selama masa cuti, saya menghabiskan waktu di gunung. Pada saat itu ada musibah bagi keluarga besar kami yakni mertua masuk rumah sakit. Alhasil saya dan dede di rumah berdua saja. Mama mertua menjaga suaminya disana.

Rada takut juga berdua saja di rumah yang besar. Tapi dijalani saja. Pernah pada saat saya ingin ke DU, saya minta ke suami sehari saja, dan ternyata dapat kabar ada puting beliung di Cibiru, pada saat saya pergi ke rumah Mama.

Sudah dua minggu lewat ayah mertua di Rumah sakit. Sakit struknya membuatnya tak bisa duduk, bicara dan makan seperti kita. Makan lewat hidung rasanya terasa sakit pasti.

Selanjutnya karena sudah semakin mendekati hari masuk kantor, akhirnya saya terpikir dede dititip neneknya di DU. Tapi karena disana tidak ada kulkas adalah masalah baru lagi bagi kami.

***
Sementara mencari penyewaan kulkas, akhirnya kami menitip di tetangga. Di rumah sendiri disimpan cooler box untuk hari itu.
Mommy ASI. Akhirnya saya dapat meminjam freezer disana. Semula sempat sedih karena tidak dapat penyewaan kulkas, akhirnya Mommy ASI menyewakan freezer dengan seharga 150rb ditambah ongkir freezer 100rb.

Alhamdulillah... Sekarang mompa ngga perlu khawatir karena bisa disimpan di rumah. :)

***
Kangen dede
Sepanjang di kantor selalu teringat dede. Lagi apa yaa sekarang...
Pengen gendong, main, melihat perkembangannya dari hari ke hari lebih dari neneknya... hehehe

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan