JALAN LAHIR


 Foto Aska baru lahir 

Masih jelas saya ingat, saat itu saya merasa campur aduk karena bu bidan mengatakan bahwa posisi bayi saya kepalanya tidak di bawah jalan lahir. 
Berusaha sujud seperti yang dicontohkan bidan agar posisi bayinya di bawah, jalan kaki di Monumen tiap pagi saat memasuki 36 minggu, dan akhirnya memasuki ke 40 minggu, masih belum ada perubahan pada posisi bayi saya. 

Rasa cemas muncul. Hampir tiap malam, Aska yang masih di kandungan menendang-nendang kencang. Saya berpikir bahwa itu kontraksi palsu. namun tak pernah terasa kontraksi yang lama, karena posisi Aska melintang. 

Suami saya bolak balik gunung-DU demi menemani saya. Sesekali suami saya berbicara sambil mengelus perut yang sudah membuncit, dan bertanya, “Dek, kapan keluar?” 

Akhirnya tiba hari penentuan, saya setelah ke Puskesmas Puter, dan sudah dipastikan akan melahirkan secara SC karena tak ada perubahan, kemudian berangkat menuju Sariningsih. 

Tiba Sariningsih, dengan masih perasaan yang campur aduk, saya dan suami menunggu dipanggil dokter. Tak lama, mama mertua tiba dan membawa bolen Kartika Sari untuk saya. Saya yang belum makan pun merasa senang dan setelah makan satu, dan minum sedikit, saya dipanggil. 

Tak menyangka saat itu saya tidak dibolehkan kemana-mana. Dokter berkata bahwa sorenya saya akan operasi SC. Selain itu harus puasa makan sampai sore. Alamaaak lapar belum sarapan tadi. Ckckck…

Rasa campur aduk tersebut saya redam dengan terus berdzikir kepada Allah. Tak lupa lalu saya mengabarkan kepada ayah saya. Bawaan untuk lahiran yang saya persiapkan akhirnya dibawa oleh mama saya. Terima kasih semuanya… 

Dari siangnya saya akhirnya telah memakai infusan. Seumur-umur diinfus rasanya sakit ya Rabb. Sore tepat jam  4 saya operasi. Tak lama, jam 16.59 lahirlah bayi perempuan saya. Saat itu saya lihat dengan jelas mata kecilnya dan bayi putih, sehat. Tak lama, Aska yang menangis dibawa keluar dan saya masih dioperasi. 

Dua jam pasca operasi, efek bius setengah sadar masih saya rasakan. Kemudian dua jam berikutnya, rasa sakit mulai muncul. Tak bisa duduk, dan melihat Aska digendong oleh neneknya. Ya Rabb, saya yang sakit.. tapi tak apa yang penting Aska sehat. Alhamdulillah terima kasih ya Allah.. atas anugerah yang Engkau berikan kepada kami. Semoga menjadi anak yang shalehah dan berbakti kepada kedua orang tuanya kelak. Aamiin ya Rabb.

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan