FIRDAUS

Cerpen Sri Al Hidayati
gambar dapat dari mbah google

Kawasan Bandung akhir-akhir ini begitu dingin. Membuat menggigil meski hari telah beranjak terang sekalipun. Tak heran jika Mama sengaja menyodorkan sebuah sweater buatan tangannya, yang berwarna ungu itu padaku. Beliau juga memberikan sweater berwarna cokelat pada Firdaus, si bungsu yang sangat  aku sayangi.

Perbedaan umurku dengan Firdaus adalah dua tahun. Meski kami sering bertengkar, namun aku menyayanginya melebihi sayangku pada Zahra, bonekaku yang lucu.

Melihat adik bungsuku kali itu, aku menghembus nafas lelah. Memandang bola matanya yang polos itu sungguh damai, nyaman, senang mengamati tingkah lakunya. Kesana kemari tersenyum mengajakku bermain, rasanya aku terperdaya oleh pesona adikku satu-satunya itu.


Sebulan kemarin, genap usia Firdaus berumur dua tahun, tapi kami sekeluarga tak merayakan ulang tahun seperti Bobi, atau Cecep yang perayaan ulang tahun-nya sungguh meriah. Kata Mama sih, tak perlu begitu juga tak apa. Meski sebenarnya aku juga ingin melihat Firdaus tersenyum melihat bingkisan kado-kado dari kawan semua, tapi syukuran juga masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

Aku sering mencubit pipi Firdaus, karena ia begitu menggemaskan. Sikapnya yang ingin dimanja, minta digendong-lah, kadang di pundak, membuatku pusing. Aku tetap membandel.

Melihat kempot di pipinya aku terkadang iri. Mengapa Khansa yang imut ini tak kunjung juga diberi sama seperti itu, padahal aku sudah berdo’a sebelum tidur agar permintaanku dikabulkan. Apa yang Mama lakukan saat aku menceritakan perihal keinginanku itu? Beliau menertawaiku karena aku begitu polos, ujar beliau. Jadinya aku manyun semanyun-manyunnya.

Memandang Firdaus digendong begitu oleh Mama, aku ingin juga dapat mengayunkannya pada lenganku. Namun, sepertinya Firdaus tak begitu merespon karena ia ingin bermanja-manja dengan Mama. Terkadang aku cemburu benar karena Mama begitu sayang pada Firdaus. Tapi Papa biasanya selalu menjadi penengah bagiku dan Firdaus bila bertengkar. Papa bilang aku harus mengalah pada Firdaus, meski aku ingin marah, tapi aku jadi menurut kata-kata Papa juga. Mungkin Firdaus pikir, aku hanya menjadi pengganggu baginya.

Sebenarnya aku ingin menunjukkan rasa sayangku padanya. Meski dengan hanya sekadar kecupan, belaian, juga pemberian oleh-oleh padanya. Menjaganya sambil menonton televisi kala Mama pergi ke warung walau sebentar, bermain bersamanya seperti menyusun puzzle, melipat kartu  berbentuk kotak jadi dua bagian dan menggulingkannya kala direntetkan membentuk satu barisan yang akhirnya jatuh kala disentuh, bertepuk tangan bersama, juga menemaninya melipat kertas warna-warni, menggantungkannya di atas langit-langit kamar. Ada banyak macamnya, dari mulai burung-burung, ikan-ikan, kemudian bintang-bintang yang disimpan dalam sebuah toples. Wah, sungguh indah!

Diantara semua itu ada satu kejadian yang membuatku teramat dekat dengan Firdaus. Ceritanya saat itu aku sedang pulang mengaji. Aku dengan tas digendongan, juga kerudung yang melekat pada kepalaku, kulihat Firdaus tengah di teras rumah sendirian. Tiba-tiba ada seekor kucing mendekatinya.

Aku paling tahu kalau ia sangat takut dengan kucing. Kucing itu terus mendekat dan kulihat dari luar pagar halaman rumahku, Firdaus menangis keras, menyeka air matanya, dan melihat tingkahnya menginjak-nginjak tanah berulang kali, sungguh membuatku geli.

Tapi baru kuingat aku harus segera menolongnya, maka aku berlari sambil berteriak-teriak agar kucing itu pergi. Spontan Firdaus merasa ada yang melindungi. Entah Mama sedang apa, aku pun mengusir kucing itu agar menjauh. Firdaus dengan isakan tangisnya memelukku erat. Aku merasa menjadi kakak. Aku senang melindungi adikku. Dan kulihat Mama muncul dari dalam rumah dan bertanya apa yang telah terjadi. Aku pun tersenyum bangga. Tapi kuingat Allah, semua ini terjadi karenanya. Terima kasih Ya Allah…, batinku.

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan