MENGENAL ALLAH

Thursday, May 07, 2015



“Allah. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia hidup dan tidak bergantung pada siapa pun.” (QS. Al Baqarah [2]: 155)

Sobat sudahkah kita mengenal teman kita dengan baik? Tahu nama lengkapnya, tahu rumahnya dimana, hal yang ia sukai, hal yang ia benci, sampai senang membantunya bila ia merasa kesulitan? Nah, sekarang, sudahkah kita mengenal Allah Swt dengan baik? Kita tahu apa yang Allah sukai dan benci? Karena cinta Allah Swt, kita mau berkorban untuk membela agama-Nya bila dicela atau dihinakan?

Mengenal Allah Swt dapat pula disebut dengan Ma’rifatullah. Kita yakin mengimani bahwa Allah Swt satu-satunya tempat memohon, Tuhan Seluruh Alam ini. Lantas apa yang menyebabkan kita untuk harus mengenal Allah Swt? Pada hakikatnya kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt (Adz Dzariyat [51]: 56), jadi selayaknya Allah Swt kita bawa dalam segala aktivitas kita. Kita selalu mengingat-Nya dan yakin bahwa Allah Swt melihat segala aktivitas kita.



Lantas, bagaimana otak kita terus berpikir, jantung kita terus berdetak, hidung kita terus menghirup udara sampai proses makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, kemudian diproses di sistem pencernaan. Kita yakin ada campur tangan Allah Swt, sehingga sistem di tubuh kita baik, kita dapat mengerjakan segala aktivitas yang kita rancang dan jalani dan mudah saja bagi Allah Swt untuk mencabut nyawa hamba-Nya pula.

Sobat Fitrah, dalam menjalani kehidupan ini, kita layaknya roda, kadang di atas, kadang pula di bawah. Nah, bila kita sudah mengenal Allah Swt, maka setiap ujian yang Allah Swt berikan bukan kita rutuki atau keluhkan, namun kita bersabar, bahwa Allah Swt akan mengangkat derajat seseorang yang diberikan ujian sehingga bisa naik level.

Di sisi lain, bila kita sudah mengenal Allah Swt dengan baik, hal tersebut dapat menambah iman dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Bila kita mencintai Allah Swt, maka kita akan selalu mengingat-Nya, mengagumi Allah Swt dan ciptaannya, juga ridha dengan segala yang Allah Swt perintahkan.

Bayangkan bila kita tidak mengenal Allah Swt, tentu kita akan kebingungan dan tanpa arah menjalani kehidupan ini. Mencari kebahagiaan yang semu, padahal segala sesuatunya telah Allah Swt rancang, dan kebahagiaan hakiki adalah bisa bertemu dengan Allah Swt kelak dan dapat masuk surga. Standar kebenaran itu benar menurut Al-Qur’an dan As Sunnah, bila kita mengacu pada selainnya tentu akan tersesat.

Tanda cinta kepada Allah Swt yang lain ialah berkorban dan rela atas apa yang Allah Swt perintahkan. Misalnya Allah Swt memerintahkan shaum (wah, ngga kerasa sebulan lagi kita shaum ya, moga kita disampaikan ke bulan Ramadhan. Aamiin), karena kita mencintai Allah Swt, jadi kita senang dan menjalankan shaum sebaik-baiknya. Begitu pula dengan hal yang dibenci oleh Allah Swt, bila kita mencintai Allah Swt, kita akan menjauhi larangan-Nya atau yang tidak suka dengan yang  Allah Swt tak sukai, misal menghindari berdua-duaan dengan non-mahrom, menjauhi syirik, menolak liberalisasi, dan sebagainya.

Nah, bagaimana bila kita ingin mengenal Allah Swt lebih dekat? Kita dapat terus belajar dengan mengaji, membaca ayat-ayat Ilahi dan memahami artinya, juga diimbangi dengan bacaan buku, mendengar musik, menonton film yang dapat mengingatkan kita pada Allah Swt. Hal yang penting pula, lingkungan orang salih dapat membentuk kita menjadi orang salih juga, karena sahabatmu menunjukkan siapa dirimu.

Bila kita sudah memiliki dasar yakni iman, kita akan berdiri kokoh tanpa takut didorong jatuh, kita dapat bangkit kembali. Yakinlah Allah Swt sebaik-baik penjagaan dan persandaran. Wallahu alam.* [Sri Al]

You Might Also Like

0 komentar

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#