REVIEW: NOTES FROM QATAR 1 DAN 2

Value yourself and the world will value you with its own way!

Buku Pertama 
Saya telat yaa. Orang orang mungkin telah mengenal Assad terlebih dahulu. Dan saya baru membacanya saat ini. Saat baru resign dari kantor. Bukan alasan sebenarnya. Hehe. Buku Assad bagus banget! Mengisahkan tentang perjalanannya mendapatkan beasiswa sampai ke Qatar. Yang menarik, Assad melakukan sedekah kepada seseorang yang ditemuinya sebesar 180 ribu, dan balasannya subhanallah... Assad mendapatkan kursi pesawat business class yang kalau dirupiahkan sebesar 18 juta pulang pergi. Wow! Its Amazing!

Quote yang bagus juga dari beliau, "Muda berkarya, Tua Kaya Raya, Mati masuk Surga." Nyambung banget dengan membentuk Generasi Tangguh. Assad menuliskan maju atau tidaknya suatu bangsa di masa depan bisa dilihat dari maju atau tidaknya para pemuda di negara tersebut. (Halaman 204)

Assad juga bisa umrah hanya dengan biaya 1.9 juta berangkat dari Qatar. Secara murah banget ya dibandingkan dari Indonesia hampir 25 juta!

Di buku ini pula dijelaskan tentang Tato. Bagaimanakah pandangannya dalam Islam (halaman 130-138). Dan saya baru tau ternyata Tato bisa membuat penggunanya terdeteksi berpenyakit yakni HIV/AIDS, Hepatitis B dan C, Tetanus, Abses atau bisul bernanah, infeksi kronis, migrain, gangguan saraf, dan lain lain. Orangnya yakni Karl Fredrik Ljungberg (pemain Club Arsenal).

Bahasan tentang Karma, Rokok, sampai tentang persahabatan pun dibahas tuntas disini.


Buku Kedua 

Membaca buku kedua Assad pun sungguh menarik dan saya baru membacanya saat ini. (Daripada tidak sama sekali. Haha)

Di buku kali ini lebih banyak mengisahkan tentang orang orang yang pernah membaca buku pertama Assad kemudian mengaplikasikan ilmu sedekah.. Semata mata karena Allah.. Allah sungguh sungguh membalas kebaikan kita berlipat lipat. Subhanallah.

Ada yang dengan bersedekah dapat motor, dapat kuliah dan jalan jalan di Paris, tiket gratis nonton Maher Zain, umrah, impian naik haji, sampai ada juga yang dapat doorprize rumah. Masya Allah.

Assad mengatakan dalam bukunya bukan berarti hidup sederhana itu sama dengan miskin. Namun hiduplah menjadi orang kaya dan bermanfaat bagi orang banyak.

Selain itu, Assad juga memaparkan dalam bukunya bahwa kaya vs sederhana. Padahal Rasulullah saw. Mengatakan bahwa akhlak yang paling utama adalah hidup sederhana di waktu kaya raya.

Hal yang diajarkan oleh islam adalah bagaimana kekayaan tidak menjadikan hidup berlebih lebihan dan kita tetap bisa hidup secara sederhana. (Baca QS Al A'raf, 7: 31)

Menurut Emha Ainun Nadjib bahwa kategori manusia itu ada 5, yakni manusia wajib yang ketika kehadirannya dirindukan dan bermanfaat bagi orang banyak. Kemudian ada manusia sunah yakni seseorang yang keberadaannya cukup bermanfaat namun jika tidak ada tidak berpengaruh banyak. Jangan pula menjadi Manusia Mubah yakni ada atau tidaknya, tidak memberi manfaat pada sekitar. Terlebih janganlah menjadi manusia makruh apalagi manusia haram. Naudzubillah. Wallahu 'alam.

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan