TIPS DAN TRIK MENGAJARKAN KEJUJURAN PADA ANAK

anak mencuri

Saat itu, beberapa tahun yang lalu saya masih kuliah. Saya memiliki lima orang adik, dan orang tua saya memberikan kami uang jajan harian, sehingga kami harus minta dulu pada orang tua, baru diberi.

Adik saya yang nomor 4, sudah jajan dan membawa kembalian yang banyak. Ibu saya lalu bertanya, "uang dari mana?"Adik saya masih berusia 5 tahun saat itu. Adik saya terdiam. Ibu melihat banyak uang di tangan adik, lalu ibu bercerita pada Ayah.

Ayah rupanya menyimpan uang seratus ribu di kamarnya dan adik melihat, kemudian menjajankannya. Adik menganggap dia telah menemukan uang, padahal itu uang Ayah.

Saat itu Ayah terheran karena adik tidak banyak jajan. Alamaak, adik ternyata sudah jajanin teman-temannya juga. Lalu Ayah memarahi adik. Tidak boleh mengambil uang yang bukan haknya. Kalau mau minta uang harus bilang, nanti diberi. Kemudian adik menangis dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Pelajaran yang penting bagi adik.




Tips dan trik menanamkan nilai-nilai integritas kejujuran secara nyata dalam keluarga: 

1. Jangan menyimpan uang di sembarang tempat, karena akan menjadi potensi bagi anak untuk mengambilnya.

Penting bagi orang tua agar tidak menyimpan uang dimanapun yang dapat terlihat oleh anak. Kalau misalnya menyimpan sedikit uang di lemari pun dikunci sehingga tidak menimbulkan kesempatan bagi anak untuk mengambil yang bukan haknya.

2. Menunjuki jalan yang tepat dan tidak mengungkit kepada anak
Saat anak melakukan kesalahan, penting bagi orang tua agar tidak mencap anaknya salah dengan embel-embel kata-kata kasar. Jika hal itu terjadi, maka itu akan menempel dalam benaknya, dan anak akan merasa sakit hati.

Bagi orang tua, penting agar menjelaskan apa yang salah kepada anak dengan perlahan, kemudian bagaimana seharusnya anak saat ingin sesuatu, lalu mengkomunikasikan secara tepat kepada orang tua.

Yang dilihat orang tua adalah perilaku salah yang diperbuat anak, bukan anaknya, sehingga orang tua juga akan memberi sikap yang terbaik mumpung masih kecil, masih cenderung bisa untuk diluruskan.

Kalau bisa, setelah kejadian tersebut orang tua tidak mengungkit-ungkitnya lagi karena anak merasa dihargai. Anakpun tidak ingin masalahnya dibeberkan kemana-mana.

3. Sebelum kejadian seperti di atas terjadi, selalu ingatkan tidak menggunakan uang yang bukan hak miliknya 
Bagi usia anak-anak, maklum jika mereka sering lupa, maka harus selalu diingatkan. Setiap anak punya uang masing-masing, jangan sampai kita menjadi tidak tanggung jawab dengan menggunakan hak orang lain. Boleh juga kita mengaitkan dengan cerita sehingga anak paham arti tanggung jawab.

4. Keteladanan dari orang tua dalam mengajarkan kejujuran
Bagi anak, hal yang terpenting dari orang tuanya adalah keteladanan. Orang tua yang jujur, akan dicintai oleh anaknya. Anak yang jujur pun akan dicintai orang tuanya. Orang tua harus menjelaskan kepada anak mengapa setiap anak tidak sama dalam hal uang jajan dan sebagainya.

Jika kita telah menjadi orang tua yang jujur, maka anak akan selalu teringat dengan kata-kata orang tuanya dan akan memiliki prinsip jujur dalam hidupnya. Hidup jujur akan memberikan keselamatan, dan hidup sederhana bukan karena tidak mampu atau tidak ada, karena hidup sederhana akan dapat memecut kita sehingga jika suatu saat kita jatuh, kita mampu bertahan.

#parentingantikorupsi #GakPakeKorupsi

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan