BERKARYA DI INDUSTRI KREATIF

BERKARYA DI INDUSTRI KREATIF

Sejak kecil saya senang melakukan kreasi dengan menggambar di tembok, tepatnya mencoret-coret tembok.

Hal tersebut seiring waktu berkembang jadi senang menulis. Tak menyangka selanjutnya saya bercita-cita bekerja di industri kreatif. Saya tahu bekerja di industri kreatif harus ikut ritme yang padat. Saya sadar, hal tersebut akan menyenangkan kalau kita benar benar passion di bidang itu.

Pengalaman bekerja di industri kreatif membuat saya teringat saat saya dulu masuk dalam salahsatu perusahaan industri di kota Bandung. Saat itu setelah 3 bulan menjadi freelance, saya memutuskan masuk ke industri kreatif.
pinterest source

Berteman dengan teman yang sudah lebih dulu masuk industri kreatif cukup membantu sehingga kita bisa menjadi rekomendasi dalam perusahaannya.

Setelah ikut tes wawancara, psikologi, dan lain sebagainya, akhirnya saya masuk dalam perusahaan kreatif tersebut. Pekerjaan seputar ide kreatif, mencari script yang tepat membuat saya terpacu untuk terus belajar hingga saat ini. Jam terbang di industri kreatif tak terbendung karena pekerjaan yang terkadang begitu banyak dalam satu waktu, tapi di waktu lain terkadang tak begitu padat dan bisa dialihkan dengan mencari ide-ide kreatif. Dari semua itu saya senang karena bisa menjadi salahsatu bagian dalam industri kreatif.



Di industri kreatif, kita tidak bekerja sendirian. Ada tim yang memback up kita. Dalam industri kreatif, saya ditempatkan di scriptwriter. Bekerjasama dengan tim yang terlibat, ada yang bertugas mendesain grafis, menyatukan dengan script sehingga pesan advertising mudah ditangkap oleh pembaca.

Dalam tim, kami terus melakukan evaluasi, planning, eksekusi dan evaluasi, begitu seterusnya. Senangnya bekerja dengan tim. Saat salah, diingatkan dan harus diperbaiki. Tak jarang harus mengerjakan pekerjaan dari awal kembali. Hal tersebut menjadi pernak pernik pekerjaan yang paling berkesan.


So, luaskanlah relasi dengan teman teman yang banyak, karena bisa jadi itu menjadi potensi kita mendapatkan kerja di industri kreatif. Selain itu terus tingkatkan skill kita sehingga semakin baik untuk pengembangan diri dalam industri kreatif.

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan