RUMAH TANGGA RASULULLAH SAW.

Thursday, April 28, 2016

Bulan Februari lalu (24/02), saya dan Aska mengikuti kajian di Rabbani. Karena temanya menarik dan pengisinya adalah Kang Abe, saya ingin mendapat ilmu dan keberkahan mencari ilmu hari itu. Berangkat dari Cileunyi, saya menuju ke Dipati Ukur terlebih dahulu, baru ke Rabbani lantai 4. Disana sudah banyak ibu-ibu yang hadir. Ternyata antusias ibu-ibu memang keren banget. Patut diacungi jempol.

Sebelum acara dimulai, Aska sudah begitu aktif sampai saya agak kerepotan, hehe. Aska senang melihat tempat baru dan mengeksplore. Saat itu Aska masih 17 bulan.



Saat MC memulai acara, Kang Demas, karyawan Rabbani membuka perbincangan mengenai masjid masjid yang aktif di subuh hari. Saya baru tahu kalau ternyata masjid yang aktif di subuh hari itu masjid di kota Bali sana. Padahal minoritas islamnya disana, namun tak menyurutkan semangat untuk mencari ilmu, dan subuh hari banyak kajian disana.

Kemudian acara dimulai dengan membacakan tilawah yang dibacakan QS Al Baqarah, dlanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ustadz Lukman Lc. Kang Abe berhalangan hadir karena anaknya sedang sakit kalau tidak salah.
Ustadz Lukman memberikan materi

Kemudian Ustadz Lukman Lc menceritakan seseorang yang selalu berjamaah ke masjid dan tidak pernah ketinggalan shalat berjamaah di masjid. Pernah pada suatu ketika orang tersebut tidak ada, dan Rasulullah saw. mencari-carinya. Ternyata baru Rasul ketahui kalau orang tersebut meninggal. Dan setelah dicari tahu tempat tinggalnya dimana, ternyata jarak dari rumahnya ke masjid perlu waktu perjalanan selama 3 jam. Itu berarti setiap hari jamaah tersebut pergi 3 jam sebelum waktu shalat. Subhanallah!

Ternyata hikmahnya saat sakaratul maut, Allah Swt. akan menyingkapkan amalan semua makhluk sehingga merasa kecewa, “mengapa tidak jauh lagi rumah saya?” karena ternyata pahala yang begitu banyak karenanya.
Lalu dia yang pernah memberi baju bekas kepada yang fakir, saat sakaratul maut, “mengapa bukan yang baru yang saya berikan?” “Lalu mengapa tidak semua makanan yang saya berikan?”
Orang tersebut adalah Sya’ban.

Meneladani Perilaku Rasulullah saw. terhadap Keluarganya 
Dalam berumah tangga, Rasulullah saw. adalah sosok yang patut dibanggakan. Pernah Rasulullah saw. diperlihatkan saat di Neraka, ternyata yang banyak berada di Neraka adalah perempuan. Maka jangan sampai para istri mengkufuri kenikmatan dan kebaikan suami. Istri harus di back up dengan keimanan dan Al Quran. Pada saat kajian Rumah Tangga Rasulullah saw. hari itu memang didominasi oleh ibu-ibu dan ada juga mahasiswi. Shaff Laki-laki hanya dapat dihitung dengan jari.

Kajian dilanjutkan oleh Ustadz Lukman bercerita bahwa banyak jamaah perempuan yang sering curhat dan selalu cerita ingin bercerai dari suaminya. “Memang bila memperturutkan hawa nafsu begitu mudah mengatakan cerai. Tapi sebaik-baik solusi adalah islah dan bersabar,” tutur Ustadz Lukman.

AYAH TELADAN 
Rasulullah saw. adalah figur Ayah teladan. Seorang Ayah teladan adalah Ayah yang memberi perhatian kepada anaknya, meski sudah berkeluarga, dalam arti anaknya telah membina rumah tangga.

Pada zaman Rasulullah saw. ketika hendak berangkat Perang Badar, Rasulullah saw. berpesan kepada Utsman bin Affan untuk tidak ikut berperang, melainkan menjaga istrinya, Ruqayyah yang merupakan putri dari Rasulullah saw. yang sedang sakit. So sweet… di sini saya sudah berkaca-kaca.
Tak lama kemudian Ruqayyah meninggal. Sekembalinya dari Perang Badar yang pertama kali Rasulullah saw. lakukan adalah pergi ke pusara putrinya bersama Fatimah yang kala itu berusia 20 tahun.

SUAMI TELADAN 
Rasulullah saw. adalah figur suami teladan. Beliau selalu mencium istri sebelum pergi dan ketika datang dari bepergian. Aisyah berkata, “Rasulullah menciumku, kemudian beliau pergi ke Masjid untuk melakukan shalat tanpa memperbarui wudhunya.”
Selain itu Rasulullah saw. juga:

  • membukakan pintu kendaraan untuk istrinya. Kalau zaman Rasul mungkin naik unta. 
  • makan sepiring berdua.
  • bersenda gurau dan membangun keakraban. 
  • tetap romantis dan akrab saat istri sedang berhalangan (baca: haid) 

Ada beberapa tips dari Ustadz Lukman membahagiakan istri (siap-siap senyum untuk para istri), yaitu:

  • Mengajak makan istri di luar sambil refreshing 
  • Mengungkapkan cinta dan kasih sayang setiap hari 
  • Bersandar di atas dada istri dan tidur di atas pahanya 
  • Suami menyuapi istri 
  • Mengajak istri pergi ke luar kota 
  • Suami istri berjalan-jalan di malam hari 
  • Memberikan kesenangan kepada istri 

Tak lupa juga ada kewajiban istri terhadap suami, yaitu:

  1. Mentaati perintah suami 
  2. Tidak keluar rumah kecuali atas izin suami 
  3. Taat kepada suami ketika di tempat tidur
  4. Tidak mengizinkan orang lain masuk rumah kecuali dengan izin suami 
  5. Tidak berpuasa sunnah kecuali dengan izin suami 
  6. Menghormati suami dan memuliakannya. 


Sebenarnya saat itu masih banyak yang ingin dibahas oleh Ustadz (masih ada beberapa slide yang belum dipaparkan), namun waktu juga memisahkan. Kajian hari itu menumbuhkan rasa sayang kepada pasangan, dan senantiasa memperbarui cinta. Semoga langkah yang setiap istri lakukan menjadi lading pahala dan membawa keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Aamiin.

Aska langsung anteng liat ada yang main PoU hadeuuh

Saya beruntung karena saat kajian oleh Ustadz dimulai saya bisa mencatat ceramah tentang Rumah Tangga Rasulullah saw. sementara Aska terlelap. Semoga kelak Engkau menjadi mujahidah yang cinta masjid ya, nak.. aamiin :)

You Might Also Like

0 komentar

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#