MENIKMATI PESONA WISATA PANGANDARAN

Liburan!
Tentu mendengar kata tersebut dapat membuat kita tersenyum bahagia. Terlebih berlibur dengan orang orang yang kita sayangi, atau teman teman yang biasanya beraktivitas dalam kotak atau ruangan, tentu dengan berlibur bisa menguatkan tali persaudaraan.

Maka itulah yang saya rasakan ketika mengenang kata liburan. Saya jadi ingat tentang perjalanan saya 5 tahun terakhir ke tempat wisata yang letaknya di daerah Ciamis. Yups betul! Itulah Pangandaran.



Saya bersama kawan kawan yang bergiat dalam komunitas menulis berangkat dari Bandung memakan waktu sekitar 9 jam sampai Pangandaran. Terasa perjalanan cukup panjang dan dipenuhi dengan kelokan. Berangkat dengan bus saat itu yang menjadi pilihan, membuat kami bersabar hingga sampai di tujuan.

Setelah menempuh perjalanan naik bis dan tiba di Pangandaran, saya pun berbincang dengan kawan kawan dari Cabang kota lain di Jawa Barat. Sadar telah larut malam, kami memutuskan beristirahat untuk bisa fresh keesokan harinya.

Pagi hari, seusai mandi, saya dan beberapa teman berjalan jalan santai ke luar penginapan. Saat itu, kami berjalan jalan ke Pantai Pangandaran yang begitu indah pemandangannya.

Pantai Pangandaran di pagi hari


bermain sepeda yuhuu..
Sempat berfoto di dekat laut, lalu saya dan beberapa teman melanjutkan perjalanan dengan bermain sepeda bersama-sama. Kala itu kami berjumlah empat orang. Hahaha ketawa ketiwi bersama… Rasanya senang banget kalau ingat hal tersebut. Kemudian saya mendapat telepon agar segera pulang karena acara pun dimulai. Ok.

nyoba air kelapa dulu.. segerrr..
Terlihat sepeda-sepeda begitu banyak. Wisatawan yang ikut memanfaatkan fasilitas ini mesti hati-hati karena di jalan juga ada mobil-mobil yang digunakan oleh anak untuk berkeliling.

Kami semua berjalan kaki menuju Cagar Alam. Tak butuh waktu lama, kami pun bisa sampai di Cagar Alam berjalan kaki menghabiskan waktu selama 30 menit. Kami sambil melihat keramaian di hari Sabtu pagi dekat Pantai Pangandaran. Masuk ke Cagar Alam, kami merasakan hawa dingin yang berbeda. Tiba di rumah, rupanya kami akan benar-benar tinggal di tengah hutan Cagar Alam. Hal itu yang terpikir oleh saya dan mungkin oleh beberapa teman.

Selama di Pangandaran, kami berdiam di Pananjung yang berstatus cagar alam. Pananjung berarti Semenanjung kecil yang terletak di Pantai selatan Kabupaten Ciamis, di wilayah Pariwisata Pangandaran.

Seusai makan siang perjalanan mengarungi gua dan pantai dimulai. Kami semua untuk beberapa jam mengenal dengan Gua Parat, Gua Panggung, Batu Kalde, Gua Jepang, Sungai Mudal, Sungai Rengganis  dan ke Pantai Pangandaran. Sepanjang perjalanan melihat begitu banyak monyet dan ada juga yang sedang mencari kutu.

Sebelumnya saat ke Sungai Rengganis, mendapati bau kemenyan dan Nurul sempat memberi kabar bahwa kemenyan berfungsi untuk mengusir nyamuk dan tentu saja agar tidak mendekat. Di dekat sungai Rengganis, saya melihat banyak gayung berjejer. Konon setiap malam tertentu, sungai tersebut biasa dipakai mandi untuk maksud tertentu.

Ingat film Misteri Gunung Merapi dan Tutur Tinular? Film tersebut berlokasi syuting di Pangandaran. Ikon tokoh Misteri Gunung Merapi yakni Nenek Lampir dan Gerandong, meski terasa seram, namun film tersebut entertaining sekali pada zamannya.

Menjelang maghrib isya semua beraktivitas mandiri terlebih dahulu, kemudian acara dimulai kembali dengan materi, dan studi banding tiap cabang di Jawa Barat.

Pangandaran membludak saat week end, dan terutama saat liburan panjang. Untuk fasilitas penginapan, di Pangandaran begitu banyak pilihan, beserta kelas-kelas sesuai dengan isi dompet. Hehe. Maka bagi backpacker, jika ingin berlibur dari jauh-jauh hari, bisa mencari informasi lebih mudah dengan fasilitas yang memudahkan.

Mesti mendapat perhatian juga kepada pemerintah agar pengunjung merasa nyaman baik di Cagar Alam, tempat wisata paling dekat dengan Pantai Pangandaran, misalnya bersih dari sampah, ataupun monyet dan rusa, karena pernah monyet membuat saya risih dan takut karena berani mendekat, di lain waktu pernah mencari makan ke tempat penginapan. #Eaaaa

Saat akan beranjak tidur, terdengar begitu indah suara riuh ombak Pantai Pangandaran yang hanya beberapa jarak dari tempat kami berada. Juga suara tokek seperti yang beberapa jejak dari kami. Sehingga menjadikan kami dengan alam terasa amat dekat.

Keesokan paginya, perjalanan backpacker akan berakhir. Tak terasa 3 hari 2 malam akhirnya saya dan teman teman pun pulang. Sebelumnya kami pun berfoto sambil melihat sunset. Pagi pagi sekali saya, eka dan nurul sudah bangun hendak melihat sunset. Namun sampai perahu bertolak pulang, dan semua telah di dermaga, sunset tidak terlihat. Kami semua pun bersiap pulang.

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan