6 TIPS JITU BERSAHABAT DENGAN MERTUA


3 tahun menikah 3 tahun belajar banyak berkeluarga. Menjalani peran keluarga dengan beratap bersama keluarga suami menjadikan mengenal karakter keluarga baru, keseharian yang berbeda dari keluarga sendiri saat menjadi anak.

Serumah dengan mertua, bagi seorang istri memiliki keunikan tersendiri. Bagi mereka yang memilih mandiri sejak berumah tangga mungkin memiliki kesulitan berbeda karena segala sesuatu mesti struggle berdua bersama suami.


Bagi mereka yang memilih jalan berbeda yaitu serumah dengan orang tua, tentu memiliki tantangan tersendiri pula. Terutama bagi istri serumah dengan mertuanya. Jika istri tinggal di rumah orang tuanya sendiri tentu tak begitu masalah karena menantu laki laki dengan mertua laki laki terkadang suka cuek. Berbeda dengan menantu perempuan di rumah suaminya. Hehe.

Sejak ayah mertua saya meninggal, suami saya menjadi pengganti ayah mertua dalam keluarga. Nah, lalu bagaimana tips bersahabat dengan mertua? Simak selengkapnya yuk.

Pertama, Menghormati Mertua seperti menghormati kedua Orang Tua sendiri
Setelah menikah, orang tua dari pasangan kita pun menjadi orang tua kita sendiri. Selama menikah, berkenalan dengan mertua mengenal keseharian suami saat kecil dan lain sebagainya, mengingatkan saya kelak juga akan memiliki menantu perempuan.

Bagi anak laki laki yang telah menikah menghormati ibu lebih utama dibandingkan istri. Jadi wajar kalau suami lebih mencintai ibu dibandingkan istri karena Rasulullah bersabda hormati ibu lebih banyak, kemudian ayah.

Ibu, orang yang telah melahirkan suami dan mendidik suami sampai dewasa, janganlah menganggapnya sebagai saingan karena sekali kali tidak akan terganti posisi seorang Ibu di mata anak-anaknya. Kita semestinya bisa merebut hatinya dengan berbuat baik. Kelak Ibu akan mencintai kita pula.

Kedua, Menyayangi Mertua sebagai Sahabat yang paling tahu tentang suami dan kebiasaannya.
Tak jarang Ibu akan memberi tahu kesukaan suami baik itu makanan, sampai menu cara membuatnya. Lalu kalau punya riwayat penyakit, Ibu akan detail menjelaskan dan memberi pemahaman pada kita yang harus kita tahu seperti obat yang harus siap sedia untuk suami. Sampai kebiasaan atau hobi suami dari kecil, remaja, sampai sebelum menikah.

Ketiga, Melewatkan momen bersama bersama Mertua.
Melewatkan momen bersama dalam rumah sudah biasa, misal masak bersama, ibu mengajar menu/resep baru, menjemur, menyetrika, dan sebagainya. Tapi kalau jalan-jalan bersama, pernahkah?

Beberapa kali melewatkan momen bersama dengan outing bareng membuat hati happy. Setelah ayah mertua tidak ada, Ibu memerlukan cinta tulus dari anak-anaknya. Karena ibu kehilangan belahan hatinya, maka anak-anak dan kehadiran cucu menjadi pelipur lara.

Kegiatan traveling bareng menjadi momen membahagiakan untuknya. Terlihat saat momen ke Farm House dan Traveling ke Yogya menjadi momen membahagiakan untuknya. Meski mungkin dengan ngga seberapa dengan pengorbanan Ibu yang begitu luasnya.

Jadi ingin punya anak laki-laki. Mungkin kelak perasaan seorang Ibu semua sama. Jika memiliki anak perempuan maka setelah dewasa dan menikah adalah menyerahkan pada suaminya. Sedangkan kewajiban pada anak laki-laki adalah menjaga Ibunya beserta dengan istrinya.

Keempat, Memberi Ruang dalam mencintai Suami dan Cucu 
Tentu ibu mertua akan senang saat bisa berdekatan dengan suami dan cucunya. Saat akan traveling, suami terpikir untuk mengajak Ibunya pun harus kita harga keputusannya. Mencintai suami sudah biasa, namun mencintai keluarga suami pun mesti kita upayakan. Sejak memutuskan menikah, berarti membuka ruang cinta yang lebih luas kepada suami dan keluarga besarnya.

Momen ingin mengadakan syukuran ulang tahun pun mesti kita hargai. Meski mungkin bagi saya kebiasaan ini tidak menjadi budaya karena ulang tahun bukan momen yang harus diadakan, namun mengapresiasi keinginannya adalah sebuah kebahagiaan. Nenek ingin memberi momen ingatan terbaik kepada cucunya saat berulang tahun, Terima kasih, Nigun.

Kelima, Memberi Hadiah kepada Mertua.
Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai (HR al-Bukhari, al-Baihaqi, Abu Ya’la)
Dengan memberi kepada mertua, akan tumbuh rasa sayang. Mungkin setiap menantu bisa memberi sesuai kebutuhan, atau yang sudah rutin pun bisa. Memberi beras, atau 'berupa mentahannya,' hehe.
Namun ternyata, Ibu lebih baik lagi. Sejak awal menikah, Ibu sudah cukup banyak memberi dari mulai baju, sprei, baju-baju untuk Aska, sampai mukena. Memberi bukanlah suatu keharusan. Namun dianjurkan. Dengan memberi akan tumbuh rasa sayang. Dengan memberi, akan timbul rasa cinta.

Keenam, Mencintai Mertua sudah, jangan lupa mencintai orang tua sendiri.
Ternyata porsi mencintai orang tua pun sebaiknya seimbang. Jangan lupa untuk berbakti pula pada orang tua sendiri. Pernah saya baca bahwa memberi kepada mertua sudah, memberi orang tua sendiri pun sebaiknya juga dilakukan. Jadi jangan berat sebelah.

Alhamdulillah suami saya termasuk yang memberi keleluasaan pada saya agar tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga. Mengizinkan saya untuk main ke orang tua adalah hal yang sangat membahagiakan bagi saya dibanding apapun. Memiliki 5 adik merupakan suatu kebahagiaan saat berkumpul bersama. :)

Itulah 6 tips Bersahabat dengan Mertua. Memberi gambaran yang jelas tentang cara cara tepat bersahabat dengan Mertua. Kenapa tumben saya mengangkat hal ini karena saya sedang ingin menulisnya dan menulis dari hati. Adik ipar perempuan saya akan menikah 2 hari lagi, Ibu mertua saya terlihat menangis saat momen sungkeman siraman tadi. Perasaan campur aduk karena akan melepaskan satu anak gadis terakhirnya. Suami saya akan menjadi wali pernikahan adiknya. Semoga kelak lahir anak yang shaleh shalehah dan memberi syafaat bagi orang tuanya. Aamiin. Selamat mama nigun. Love you.

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan