OPERASI KECIL KARENA ADA BINTILAN PADA MATA




Setelah lama saya baru sadar, saya sering merasa Vertigo. Ketika sudah diambil jendulan mata, rasa sakit vertigo tidak pernah saya rasakan lagi. 


Sudah hampir 6 bulan terakhir, saya sakit mata tepatnya di atas mata. Awalnya tidak terasa sakit, hanya mengganjal pada mata saja.

Pada saat berobat ke puskesmas pun seperti tidak apa apa, setelah beberapa kali kesana, tidak diarahkan ke rumah sakit rujukan. Akhirnya saya menganggap *mungkin akan sembuh dengan sendirinya*.

Sampai akhirnya, di awal bulan Januari 2017, sakit matanya MEMBESAR. Hal tersebut membuat saya harus merelakan week end untuk antri mengambil nomor antrian dan 2x menunggu.



Yang pertama menunggu di faskes pertama untuk mendapat rujukan, yang kedua menunggu untuk mendapat giliran mendapat tindakan.

Kali pertama berobat, dokter marah karena sudah 6 bulan tidak sembuh sembuh dan menyayangkan mengapa tidak berobat ke rumah sakit seminggu setelah tidak ada perubahan.

Akhirnya, saya memilih RS S*lamun untuk mendapat rujukan. Tempat yang cukup lumayan jauh karena berangkat dari Cileunyi - DU - diteruskan ke Dago Atas, sendiri akhirnya menunggu dipanggil. Saya menitipkan Aska di nenek kala itu.

Saat ke RS, banyak yang sakit. Di bagian mata saja sudah banyak antrian. Saya mesti merasa bersyukur. Dan memang sakit itu tidak enak. Tapi dengan sakit, kita bisa jadi introspeksi dan sekaligus Allah Swt.menguji kesabaran kita ketika sakit. Jika kita berhasil melewatinya, InsyaAllah pahala keikhlasan akan kita dapat. Jadi ingat lagu Muhasabah Cinta edCoustic.

Sayangnya, kali pertama belum mendapat tindakan. Saya menunggu resep obat dan mendapat Cendo Xitrol. Kala itu saya ada mengajar jadi ke tempat ngajar dulu, baru ke Salamun lagi untuk mengambil obat.

Lalu setelah sampai rumah, saya minum obat yang diresepkan. Satu minggu kemudian sudah lumayan mengempis, tapi saya belum ke RS lagi untuk kontrol. Baru minggu ke 2 saya kontrol, dan setelah lelah mengantri mendapat surat rujukan. Tenaga kesehatan di puter bilang, kalau sebenarnya surat rujukan kemarin masih bisa dipakai untuk sebulan ke depan, dan baiknya jadi waktu itu difoto kopi saja. Yah, sayang, baru bilang.

Tips: saat sakit, sudah diberi kertas rujukan, sebaiknya di foto kopi. Karena kuatir kita akan bulak balik ke tempat rujukan. Karena masa berlaku kertas rujukan ke faskes II itu sebulan lamanya. ~jadi ngga mesti repot repot nunggu lagi minta surat rujukan tiap mau kontrol ke faskes II.

Dan ketika di RS S*lamun kebagian nomor 42, setelah antri, sayang sekali belum diberi tindakan. Padahal mata saya sudah terasa sakit. Dan ngga enak badan. Pusing yang paling membuat saya ngga enak.

Saya menunggu seminggu. Berharap semoga lekas diberi tindakan.

Hari rabu saya ke rumah sakit. Disana, saya antri no 44. Atriannya luar biasa saudara saudara. Dan baru tau, ternyata bisa juga daftar via online biar memudahkan dan mempercepat proses saat berobat. ~Yah, baru tau hehe.. lain kali mesti coba daftar via online nih hehe~

Tips: Biar memudahkan dan mempercepat proses saat berobat, bisa Daftar via online biar lebih cepet.

Menunggu adalah waktu yang terasa molor. Berobatnya sebentar. Tapi ngantosana nu lila. Hehehe. **Mbok yaa sabar kan pake BPJS toh. Hehehe 😂

Dari jam 9 sampai jam 1 belum beres juga.
Qaaaf...Wal qur'aanil majiid Bal ajibuuu ang jaaa ahum mundzirum minhum faqoolal kaafiruuna hadzaa syaiun ajiib.. A idzaa mitnaa wakunnaa turoobang dzaalika roj'ung baiid.. Qod alimna maa tang kushul ardhu minhum wa ing danaa kitaabun hafiidz..
Ternyata molor sampai akhirnya.. jreng jreng jam 14.00 saya dikabari akan tindakan *diambil jendulannya. Dokter nya berbeda dengan saat saya kontrol dua kali ke sana. Alhamdulillah pak dokter hatur nuhun~

Sempet dikasih tau temen yang pernah operasi pada mata karena ada jendulan juga. Dia bayar sekitar 600 ribu. Alhamdulillah sri ngga bayar, karena ikut BPJS tingkat 1.

Saat itu dag dig dug dan bertanya, "Nanti dibius ngga?" Suster pun menjawab "Iya." Dibius lokal tapi.. hehe udah alhamdulillah itu juga dibius. 😂


Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Esoknya udah boleh dibuka perban di matanya. Pak suami sejak pagi menunggu dengan sabar. Pak suami juga cuti. Alhamdulillah makasih pak suami. Aska saat melihat mata saya diperban bertanya, "Ummi sakit?" Iya. Jawab saya.

Di jalan mampir dulu ke toko swalayan belanja. Anak anak ada 2 kali saya lihat heran melihat mata saya diperban. Hehe. Akhirnya pulang beberes rumah. Baru istirahat. Makasih RS S*lamun yaa..

No comments