5 Hal Inspiratif dari Film IQRO Petualangan Meraih Bintang

Suasana saat menonton film IQRO
Senin kemarin, hari ke 10 Ramadhan ada nonton film gratis di GSG Salman. Saya yang kala itu sedang di Bandung langsung berniat untuk hadir. Seraya hati kecilku berkata, "Yeaaay alhamdulillah ya Allah."

Saya pun mengajak Si Kecil untuk ikut nonton film IQRO di Salman. GSG sudah dipenuhi oleh akhawat, dan ikhwan juga tidak kalah banyaknya.


Acara dibuka oleh MC, dan Kang Iqbal Al Fajri selaku Sutradara film IQRO, memberi sambutan. Beliau mengungkapkan bahwa, "Film IQRO sudah ditonton lebih dari 300.000 orang, dan sudah sampai ditonton oleh negara Australia dan Eropa," ujarnya.

Selain itu Kang Iqbal mengungkapkan bahwa, "Diharapkan bisa memberi solusi kepada negeri ini lewat film. Dan Salman Film tidak akan berhenti membuat film film seperti ini," ungkapnya lagi.

Film yang sangat menghibur dan inspiratif! Sepanjang pemutaran film, karena dibuat suasana seperti di bioskop, Aska tak henti kadang komentar, "Ummi, gelap.."
"Ummi, itu apa?"
"Ummi, itu Aqila?" Nama tokoh yang di layar mirip dengan nama sepupu yang bernama Aqila.

*
Film berawal dari scene Aqila berada di sekolah dan mengatakan bahwa Pluto bukan planet. Hal tersebut menjadi pencarian baginya mencari tahu karena guru Aqila menugaskan membuat laporan laporan, dan menyaksikan sendiri bagaimana fenomena yang terjadi di alam semesta.

Aqila pun berlibur ke Lembang. Aqila disambut hangat oleh Oma yang diperankan oleh Neno Warisman Dan Opa Wibowo yang diperankan oleh Cok Simbara.

Sebelum Aqila bisa masuk ke Bosscha, Aqila harus menerima tantangan dari Opa untuk bisa belajar ngaji.

Akhirnya Aqila pun mengisi liburannya dengan bermain bersama Ros, serta ikut pesantren di Masjid dekat rumah Oma.

Tak disangka, saat liburan Aqila bertemu dengan Fauzi yang selalu iseng mengganggu Aqila dan teman-temannya. Dari mulai melempar ketapel, sampai jahil menyembunyikan sendalnya Aqila oleh Fauzi ke atas pohon, persis kejadian yang terjadi ketika masa masa kecil pengajian dulu. Hehe.

1. Film yang inspiratif. Menanamkan nilai nilai Islam sejak kecil. 
Belajar Iqro tentu menjadi hal yang penting bagi seorang Muslim. Masa anak-anak adalah masa emas dan sangat baik untuk mulai menanamkan hal islam kepada anak.

Di film ini diceritakan "Ada aturan saat di rumah Oma yaitu shalat shubuh berjamaah," kata Oma kepada Aqila. Hal tersebut tentu menjadi hal yang baik karena shalat shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya. Serta banyak keutamaan di dalamnya. Belajar bisa lebih mudah diserap saat shubuh.

Selain itu Aqila yang mulai merasa sedih karena harus menunggu bisa baca Quran dulu baru bisa lihat Bosscha pun bertanya, "Memang semua mahasiswa Opa bisa ngaji?" Kata Aqila kepada Opa. Opanya memang seorang Profesor.

Audience yang kebanyakan mahasiswa ITB pun tertawa.

2. Film yang menghibur, banyak scene yang mengundang tawa sekaligus mendidik.
Hal yang membuat betah saat nonton adalah humor humor yang ada di dalamnya. Scene tokohnya yang asli daerah Bandung memakai Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari membuat suasana Bandung terasa kental di dalam film.

Selain itu terjadi dalam kehidupan sehari-hari banget jadi buat tertawa. Scene saat Codet bertepuk tangan di dalam Masjid, dan semua orang melihat ke arah Codet dengan tatapan tajam, seolah berkata, "Jangan tepuk tangan di dalam Masjid!" hal tersebut membuat tertawa seisi GSG Salman kemarin.

3. Film Islam yang tayang di bioskop. 
Film ini sudah ditayangkan di bioskop awal Januari 2017. Dalam beberapa bulan, penonton film IQRO sudah mencapai 300.000 penonton.



Secara skenario, penceritaan sangat bagus. Cerita tentang Wibowo dan konfliknya dengan Bosscha, cerita tentang Aqila dan pertengkarannya dengan Fauzi, serta Codet, Ayah Fauzi dan Emak yang diperankan oleh Meriam Bellina, membuat film ini jadi makin berwarna! Hebat!

Dari segi kamera film, sampai sound film juga sangat baik. Recommended! Muzammil Hasbalah juga ikut berperan dalam film dengan soundtrack di film IQRO.

Hal ini mematahkan anggapan bahwa islam kuno dsb. Justru Islam menjadi rahmat dan bisa diterima oleh segala kalangan dengan adanya film yang baik. Menyajikan film yang menghibur, dan terbaik.

4. Jangan berhenti mencari ilmu 
Umat Islam sekarang harus mencintai ilmu. Jangan berhenti mencari ilmu. Mencari ilmu yang tiada habisnya.

Allah Swt.berfirman, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS Ali Imran, 3: 190).

Lalu diceritakan pula saat Bosscha yang tidak bisa melihat Rasi Bintang karena banyak gangguan polusi cahaya di sekitar Bosscha yang begitu kuat. Terutama saat Aqila main ke rumah Opa, cahaya tersebut berasal dari hotel hotel sekitar Bosscha.

5. Penokohan, Jalan Cerita dan Kru film. 
Di film ini saya sangat terkesan dengan tokoh Fauzi. Ternyata sekilas Fauzi terlihat sosok anak yang jahil, padahal Fauzi adalah anak yatim yang ditinggalkan oleh ibunya, meninggal dunia. Hal tersebut membuatnya menjadi kehilangan sosok Ibu. Nanti teman teman yang belum nonton akan lihat bagaimana Fauzi di film ini sangat menginspirasi kita.

Di film ini ada juga sosok wartawan yang mencari kebenaran tentang kasus Booscha ini dan diperankan oleh Ario Astungkoro, pemeran utama di film F2PB Salman Gue Ga Mau Salah Jalan turut berpartisipasi dalam film ini.

Selain itu Kang Iqbal juga ada menjadi cameo di film ini, dan istrinya Aisyah A. Nasution sekaligus sebagai scriptwriter juga menjadi cameo saat scene menonton acara lomba Tilawatil Quran.

***Yang disayangkan cerita Komet yang akan jatuh ke bumi tidak ada kelanjutannya, kalau tak salah nyimak filmnya. Tidak dibahas di akhir.

Tak ada film yang baik didukung oleh tim kru yang kompak. Inilah tim kru nya.

Ini ada trailernya. selamat menyimak yaa..

Senang karena film ini menjadi salahsatu media dakwah berhasil melekat di umat. Semoga bisa dapet kesempatan melihat film film Islami yang bisa mendidik sekaligus bisa menjadi solusi dari permasalahan umat. Terima kasih Salman Film dan Salman ITB!

Hujan masih mengguyur Salman sore itu. Detik detik jelang berbuka. Akhawat dan ikhwan di seputaran Masjid Salman sudah menantikan adzan Maghrib dan ada juga yang bersiap mengambil takjil. Saya dan Aska pun segera pamit dan bersiap shalat di rumah.

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan