[Parenting] Review Buku 5 Guru Kecilku Bagian 1 & 2 Kiki Barkiah

Tuesday, June 13, 2017


Anak tidak meminta gaji yang berlipat, anak tidak meminta karir Bunda yang melesat, anak hanya ingin happy. 

Saya lagi senang baca baca buku Parenting. Mendalami kisah kisah bagaimana seorang ibu membesarkan anaknya. Sampai ikut kelas iip bandung, komunitas bagi ibu dan calon ibu untuk bisa optimal dalam menjalankan perannya, dan juga baca buku kiki barkiah.

Saya baca buku 5 Guru Kecilku bagian I dan II. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dan mesti saya catat, kata hati kecil saya. Menginspirasi! Bagaimana seorang ibu membesarkan 5 anaknya dengan target target harian layaknya seorang guru.

Buku yang isinya adalah esai esai ringan khas Teh Kiki, tentang mengajarkan anak, berdialog dengan anak sampai tentang LGBT dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Esai nya ada yang buat menangis. Tentang kesabaran keikhlasan menjalani peran sebagai seorang istri dan ibu. Subhanallah.



Berikut tips Parenting dari Teh Kiki, yaitu:
  1. Melakukan berbagai proyek bersama dengan pembagian peran. Semua terlibat dengan porsi beban sesuai kemampuan. B
  2. Bagi beliau, sebaik-baiknya waktu yang tepat untuk mengajarkan pelajaran adalah saat mereka bertanya pada Teh Kiki. Jadi ketika anak bertanya, kita bisa menjelaskan sedetail mungkin. 
  3. Beliau tidak pusing dengan jadwal makan harian karena sudah membuatnya untuk 1 pekan, tinggal dipanaskan saja. 
  4. Anak mampu diajak berencana 
"Saya percaya anak bisa diajak kerjasama. Anak mampu diajak berencana. Saya bukanlah SuperMom. Saya hanyalah Ibu yang berusaha menjadikan keluarganya sebagai SuperTeam." Ujar teh Kiki. 
Sehingga tak perlu repot mengerjakan semuanya sendirian, karena anak juga bisa menjadi tim dalam mengerjakan hal yang paling mudah bagi mereka tentunya. 
Teh Kiki biasanya akan mengajak anaknya dengan perkataan seperti ini, "Sudah dulu nak mainnya, sekarang waktunya Helps Mother. Kamu mau bantu apa?" Memotivasi mereka dalam mengerjakan keperluan mereka mulai sejak dini, meski pembebanannya usia 7 tahun. 
Sudah selesai nak, standar paginya? 
Standar pagi: shalat shubuh bagi yang wajib berseka, menggosok gigi, berganti baju, membereskan kamar, sarapan, siap membawa perlengkapan sekolah bagi yang sekolah. 
Sudah selesai standar pulang sekolahnya, nak? 
Merapikan semua peralatan sekolah yang dibawa. Menyimpan lunch box ke tempat cuci piring, shalat dzuhur, lalu mengerjakan PR. 
Sudah selesai semua syaratnya? 
Syarat menonton: mengaji, menghafal Quran, mengerjakan homework. 
Standar kegiatan sore: Eksplorasi, outdoor activity, kerja bakti, lakukan tugas rumah sesuai tugasnya, mandi, makan malam. 
Standar sebelum tidur: ganti baju, gosok gigi, bak. Story time pengantar tidur
5. Membiasakan kata kata baik kepada anak-anak
Kata kata yang biasanya Teh Kiki lontarkan
  • Be gentle, please!
  • Use inside voice, please!
  • Be nice, please!
  • Say sorry please!
  • Talk nicely please!
  • That not polite!
  • Thats not allowed!
  • Thats not acceptable!
6. Saat menemukan masalah
Saat menemukan masalah, Teh Kiki biasanya melakukan beberapa langkah yang dilakukan saat nasihat tidak lagi ampuh untuk menghentikan misbehavior anak, yaitu:
  • Pengalihan: membawa perhatian anak pada sesuatu yang lain, sehingga anak tidak fokus pada kasus sebelumnya.
  • Pengabaian: apabila cara peringatan telah 3x namun belum berhasil, biasanya beliau memilih tidak meresponnya. Namun jika perilakunya membayakan atau merusak, beliau menempuh tahap selanjutnya.
  • Konsekuensi logis, misal jika tidak sigap dalam mempersiapkan diri sebelum pergi jalan-jalan, maka akan terlambat pergi, maka waktu bermainnya sedikit. Jika membuang-buang makanan, maka makanan ibu ambil lalu saya berikan paper towel dan memintanya untuk membantu membersihkan.
  • Time out: memisahkan anak dari lingkungan dimana terjadinya peristiwa. Hal ini untuk menenangkan diri sehingga kita memiliki kesempatan untuk menyampaikan pesan yang perlu diterimanya. Juga memberi kesempatan kepada kita untuk bisa berpikir jernih. (membawanya ke kamar ditemani ibu untuk diam sejenak, baru kemudian bicara).

7. Semua pekerjaan dikombinasikan multitaskingnya.
Teh Kiki dalam sehari hari pun tidak membiasakan menonton TV pada anak-anaknya, namun biasanya memfasilitasi dengan Video Edukasi setiap harinya.

Semua pekerjaan Teh Kiki kombinasi multitaskingnya. Beliau melakukan kombinasi multitasking sesuai dengan keadaan bayi yang Teh Kiki miliki diantaranya:
  • Saat anak tidur, biasanya saya (teh kiki) melakukan pekerjaan yang membutuhkan pergerakan fisik. Anak-anak homeschooler lain diberikan fasilitas belajar yang bisa dilakukan secara mandiri.
  • Saat anak dapat beraktivitas mandiri, biasanya teh kiki memilih kegiatan mengajar yang sifatnya memerlukan pergerakan aktif.
  • Saat anak bangun dan membutuhkan teh kiki secara aktif, misalnya menyusui, biasanya beliau memilih kegiatan mengajar yang sifatnya hanya berupa dialog, seperti membaca buku, diskusi, memeriksa worksheet atau memurojaah hafalan.
8. Jadwal harian Teh Kiki
Beberapa hal yang beliau upayakan dalam memanfaatkan waktu diantaranya:
  1. Rumah diusahakan rapi sebelum sekolah jam 8 dimulai.
  2. Masakan diusahakan selesai dipersiapkan saat sekolah dimulai. Beliau memilih menu makanan yang bisa selesai sebelum jam 8 atau memilih menu yang hanya masuk panggangan oven seperti bakakak ayam. Sementara semua masakan seminggu sudah di marinade dalam freezer. Malam sudah dikeluarkan agar pagi tinggal masuk oven. Sayur hanya lalab atau salad atau masakan sayur plus protein dalam satu masakan yang siap saji dalam 20 menit. Jika tidak sempat memasak sayur, berarti anak-anak memakan buah.
  3. Dari jam 8 sampai kira-kira jam 4 sore beliau hanya fokus untuk urusan homeschooling anak-anak. Memastikan 5 level siswa memiliki aktivitas masing-masing. jika tidak dapat dilakukan secara pararel maka siswa yang belum dapat belajar secara mandiri dipersilakan bermain sambil mengasuh adik sekaligus mendengarkan murattal. Sesekali pada waktu ini beliau mencicil beberapa pekerjaan rumah saat anak-anak sedang mengerjakan tugas secara mandiri.
  4. Menyediakan sekian banyak sarana kegiatan buffer untuk dilakukan anak saat beliau harus fokus mengajar satu anak. Sehingga anak-anak selalu dalam kegiatan yang positif. Misal anak yang hobi robotic dapat mengerjakan projek harian yang bisa dilakukan saat beliau mengajar yang lain. Anak yang hobi membaca bisa menunggu sambil membaca. Anak yang tidak bisa membaca bisa mendengarkan audio book. Bahkan terkadang balita diberi kegiatan sentra bermain air di dalam bathub lengkap dengan mainan untuk mengeksplorasi air.
  5. Mengoptimalkan waktu istirahat makan siang untuk halaqoh islam bersama anak-anak. Biasanya materi pengantar diberikan melalui video, audio atau ceramah lalu diskusi.
  6. Jika seluruh lesson plan sudah selesai, biasanya anak-anak bermain sambil menghafal Quran. Biasanya saat itu bayi sedang tidur sehingga beliau bergerak aktif seperti menyapu, mencuci piring atau beres-beres. Kombinasi kegiatan yang dilakukan saat bergerak aktif biasanya sambil menyimak setoran hafalan Al Quran anak-anak atau sambil mengulang-ngulang ayat yang sedang dihafal anak.Sementara anak teh kiki terus mengikuti kemana sapu pergi. Kecuali untuk hafalan anak yang belum dihafal beliau, biasanya formasi multitaskingnya dilakukan sambil menyusui. Jika mereka sedang membantu membereskan seluruh ruangan sekolah, maka biasanya beliau menyalakan multimedia ceramah untuk upgrade pengetahuannya.
  7. Sesi sesi sekolah yang tidak membutuhkan banyak bergerak dan alat bisa dilakukan saat jam menyusui bayi. Misal materi Islam, sirah sahabat, membaca cerita, talaqi hafalan Quran.
  8. Sore hari biasanya kami semua bekerja bakti menyelesaikan beres-beres rumah sebelum kegiatan ke luar rumah seperti ke park, ke kolam renang, fitness, atau kids club.
  9. Perjalanan di mobil biasanya dimanfaatkan untuk sesi audio, seperti audio book kisah sirah Rasulullah saw. atau mendengar hafalan quran melalui multimedia. Jika pergi ke park menggunakan stroller biasanya beliau isi dengan murajaah hafalan dengan bantuan lisannya.
  10. Kegiatan menulis biasanya teh kiki lakukan saat anak-anak tidak terlalu membutuhkan perhatian. Biasanya saat mereka bermain di park, kids club, perjalanan di mobil, atau malam hari setelah mereka tidur. Sementara gagasan berfikir dalam sebuah tulisan biasanya konsep saat beliau konsep saat beliau melakukan aktivitas di kamar mandi, sehingga artikel yang ditulis hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu jam dalam menyelesaikannya.
  11. Kegiatan pengantar tidur juga diisi oleh kegiatan homeschooling seperti membaca buku, menyampaikan kisah dan nasihat dan dzikir pengantar tidur. Jika ada anak yang masih belum tidur tetapi tugas mengajar kami sudah selesai, biasanya dengan menyalakan audio book atau Al Quran sampai mereka terlelap.
  12. Anak-anak memang dilatih untuk menyiapkan makanan mereka sendiri. Beliau hanya memasak makanan utama. Mereka menyiapkan sarapan mereka masing-masing. Bagi anak yang tidak mau memakan menu utama, mereka saya minta untuk menyiapkan makanan yang mereka mau. Misal, balita saya yang berusia 3.5 tahun sudah terbiasa memmasak dengan microwave.
  13. Beliau juga melibatkan peran anak-anak dalam mengajar anak lainnya. Terutama Ali yang sudah SMP sering membantu teh kiki mengajar lesson plan Shafiyah atau Shiddiq saat seluruh lesson plannya sudah selesai. Juga Shafiyah (7 tahun) bisa membantu saya mengajar Faruq (3.5) seperti melakukan kegiatan membacakan cerita saat sekolahnya sudah selesai. Hal yang memotivasi mereka untuk saling membantu adalah karena saya mensyaratkan bahwa standar harian harus sudah selesai sebelum kami pergi keluar seperti ke park, kids club, atau berenang. Karena mereka tidak ingin salah satu ditinggal, maka mereka saling bahu-membahu membantu agar semua syarat saudara-saudaranya juga tercapai.
  14. Bapak (suami teh kiki) sangat terlibat aktif dalam mengajar anak-anak terutama dalam hal berkomunikasi dengan pihak sekolah virtual yang kami ikuti. Bapak juga yang memegang kendali pelajaran Ali untuk jenjang middle school. Bahkan Ali bersekolah di kantor bapak setiap hari Jumat.
  15. Mereka memanfaatkan waktu akhir pekan untuk kegiatan kunjungan edukasi seperti ke alam atau ke museum. Biasanya di museum mereka memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli, Bapak biasanya secara aktif mengajar anak-anak saat pendalaman materi di kegiatan kunjungan edukasi.
  16. Mereka sangat memanfaatkan library kota untuk menunjang kegiatan belajar kami. Terkadang hampir 100 buku kami pinjam untuk durasi waktu sekitar 2-3 minggu.
  17. Mereka juga sangat terbantu dengan video-video pembelajaran seperti dari discovery education atau brain pop yang membantu kami memahami materi. Sehingga anak-anak yang tidak dibimbing secara langsung oleh saya dibimbing oleh video pembelajaran.
  18. Anak-anak yang berusia pra sekolah lebih banyak mengeksplore lingkungannya. Sesekali biasanya beliau memasukkan pengetahuan kognitif pada kegiatan eksplorasi yang mereka pilih. Kadang beliau memberikan studi kasus pengantar lalu meminta mereka merancang solusinya melalui lego atau duplo. Lalu beliau tinggalkan mereka mengajar anak-anak lainnya. Kemudian sesekali membahas hasil rancangannya jika sudah selesai.
  19. Meski kegiatan pembelajaran anak-anak usia pra sekolah tidak serinci anak-anak usia sekolah tapi kegiatan belajar yang dilakukan oleh anak-anak lainnya sering diamati oleh adik-adiknya sehingga memberikan percepatan tersendiri. Mereka bisa saling mendengar pelajaran yang sedang dikerjakan saudara-saudara lainnya terutama jika pelajaran tersebut diawali oleh video pembelajaran.
Daftar pekerjaan harian:
Menyusui bayi
Masak
Mencuci
Melipat baju
Beres-beres
Mencuci piring
Sapu lantai
Menjemput anak sekolah
Mencari ide
Menulis
Rapat organisasi via fb
Mengajar homeschooling
Mengurus badan anak-anak
Tilawah Al Quran
Tahfidz dan murajaah pribadi
Shalat
Membaca
Iklan tak terduga, seperti melerai pertengkaran, dll.


Pembagian seri homeschooling anak-anak
Sesi kognitif konsep,
Sesi kognitif latihan
Sesi hands on learning
Sesi konsep agama dan character building
Sesi motoric halus
Sesi motoric kasar
Eksplorasi bebas
Tilawah dan tahfidz
Pengetahuan umum
Murattal hafalan
Membantu ummi

Lucunya pernah Teh Kiki curhat pada suaminya ingin mengundurkan diri dari guru tahsin anak anak karena tiap sore harus mengajar sambil menyusui, sementara Faruq mencari perhatian untuk diajak bermain.
Oke bapak ijin pulang telat, ya. Ada yang mau Bapak beli,
Akhirnya Bapak pulang bawa beberapa karung pasir bersih (sand play). Selagi mengajar, Faruq dapat bermain pasir. Sejak itu Teh Kiki paham melawan strattegi syetan harus dengan strategi.

Bagaimana memunculkan peran Ayah dalam mendidik anak-anak jika para suami sibuk dengan pekerjaan? Bagaimana agar anak-anak kita tidak menjadi generasi tanpa Ayah?
Senantiasa menjadikan Ayah sebagai pengambil keputusan utama untuk setiap keputusan besar berkaitan dengan anak. Buat anak mengetahui bahwa ayahnya terlibat dalam keputusan itu. Manfaatkan waktu libur kerja sebagai sarana mendekatkan dan keharmonisan hubungan keluarga.

Selain itu mengkomunikasikannya dengan suami. Teh kiki pernah berdialog dengan suaminya,
“Ummi sudah sangat berusaha, mengurus semua keperluan anak-anak, keperluan tubuhnya, ilmu kognitifnya, pendidikan karakternya, bahkan mengajar Islam dan Al Quran. Ummi mau bantu Bapak agar Bapak kelak mempertanggungjawabkan di depan Allah. Tapi Ummi nggak sanggup kalau sendirian, karena bagaimanapun itu tanggung jawab Bapak.” Alhamdulillah Bapak turun langsung mendidik Ali yang sudah masuk fase remaja. Masa ia membutuhkan sentuhan langsung pendidikan dari Ayahnya.***

You Might Also Like

0 komentar

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#