Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

Ustadz Evie effendi

Dear mantan, maafkan aku yang dulu….
Kalau dulu aku bejat, sekarang aku tobat
Kalau dulu aku judi, sekarang aku ngaji
Kalau dulu aku edan, sekarang aku adzan


“Jangan lupa bahagia” itulah kata yang selalu Ustadz Evie Effendi sampaikan dalam setiap ceramahnya. Selain itu, setiap menyampaikan pesan ilahi, Ustadz Evie tampil memukau dengan uraian nasihat yang sering diselingi pantun dan hal tersebut menjadi ciri khas beliau yang unik.

Coba kita dengarkan lagi pesannya yang seperti pantun,
Dakwah itu mengajak, bukan mengejek
Dakwah itu merangkul, bukan memukul
Dakwah itu mengilhami, bukan menghakimi
Dakwah itu memberi solusi, bukan ber’aksi, apalagi berselfie
Dakwah itu beraksi, bukan berdiam diri

Sekilas tak tampak seperti ustadz, gaya yang nyentrik, penampilan memakai kupluk, dan gaya bicara yang gaul, nyunda, dan mudah diterima oleh kalangan remaja dan pemuda.


Ustadz Evie memulai dakwahnya di jalan atau Dakwah On The Street. Setelah beliau berhijrah dari pekerjaan yang telah dijalaninya selama 12 tahun, yakni meracik 105 warna diracik menjadi celana jeans dengan label merk merek terkenal.

Setiap berceramah dari satu tempat ke tempat lain, Ustadz Evie mengingatkan agar terus mendekat kepada Allah Swt.
“Seringkali kita merasa resah, galau, dan sebenarnya galau itu kita yang bikin.” Ungkapnya. “Resah itu karena kurangnya kita mengingat kepada Allah Swt. mungkin ibadah yang kurang, dan sedikit-sedikit mulai menjauh dari Allah Swt,” tambahnya lagi.

Seperti yang kita tahu, setiap penyakit ada obatnya. “Dan galau itu penyakit hati,” kata Ustadz Evie.

“Obat galau adalah tenang hati mengingat Allah Swt. ketika galau ingatlah Allah Swt. percayalah aku tambah Allah Swt. hati tenang. Aku tambah Allah cukup. Aku tambah Allah Miracle. Aku tambah Allah amazing,” ungkapnya lagi. Intinya Allah Swt. selalu hadir untuk kita. Percayalah.

Berkesempatan foto bareng ustadz evie saat di Eiger

Ustadz kelahiran 19 Januari 1976 ini mengungkapkan, “Mungkin kita sering lelah, karena kita tidak lillah. Suami dari Ani Mulyani ini juga menyampaikan dalam ceramah di Net TV bahwa, “Penyebab galau adalah terlalu banyaknya keinginan. Maka tinggalkan banyak keinginan dan bersabar. Dibarengi dengan hal-hal yang bermanfaat.”

Ingat pesan Ali bin Abi Thalib, yaitu “Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu bisa menjadi penghalang untuk memihak kebenaran. Panjang angan-angan bisa melupakan akhirat. Ketahuilah bahwa dunia akan berlalu.”

Ayah dari 3 putri ini juga telah rutin mengisi acara di Mutiara Pagi Hits Radio 103.9 FM Bandung, menjadi pembicara di Damai Indonesiaku TV One, menjadi host di Risalah hati Net TV biro Jabar, serta pernah mengisi acara Islam Itu Indah Trans TV.

Dakwahmu tak harus didengar
Ajakanmu tak harus diikuti
Usulanmu tak harus diterima
Tapi ketahuilah kebenaran harus kau sampaikan.

Kita bisa belajar dari Ustadz Evie dalam semangatnya berdakwah. Kalau ingin tahu update tentang beliau bisa follow akun instagramnya https://www.instagram.com/evieeffendie/. jangan lupa bahagia!

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan