Review Film: 5 Keunggulan Film Cars 3


HARI INI, tetiba suami saya ingin mengajak kami nonton di bioskop film Cars 3. Kata suami buy 1 get 1. Okelah akhirnya kami nonton yang jam 14.45. Sejak jam 13.00 siang kami sudah di Ciwalk Cihampelas Bandung dan jalan jalan dulu sehabis shalat dzuhur.

Aska paling seneng jalan jalan dan main permainan kereta api, pesawat, mobil mobilan, dan lain-lain. Keliatan banget Aska seneeeeeng banget. Alhamdulillah.

Acara berlanjut ke makan makan. Ngga nyangka Abang gajak ke Mujigae. Saat masuk ke Mujigae kami disambut kata-kata selamat datang dengan bahasa Korea. Haha. Lalu kami memilih menu. Saya sudah makan siang sebenarnya. Tapi Abang pengen banget beliin istrinya. Akhirnya saya pesan makanan korea yang enak banget rasanya. Gak nyesel beli.

Baru kami bertiga bersiap nonton film Car. Saat duduk, kebanyakan penonton adalah papa mama muda dan anak anak. Hari week end sabtu begini pas sekali waktu orang tua mengisi hari dengan anak-anaknya.

Ceritanya inspiring! Cars 3 adalah sebuah film komedi animasi komputer 3D Amerika yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. Film tersebut merupakan sebuah sekuel dari Cars (2006) dan Cars 2 (2011), dan installment ketiga dari waralaba Cars dan dirilis di Amerika Serikat pada 16 Juni 2017 dan di Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2017.

Lalu bagaimana point menarik dan keunggulan film Cars 3 ini? Yuk simak selengkapnya.
Storm dan McQueen

1. Cerita yang menggugah, tidak selamanya kita akan bersinar. Akan datang suatu saat masa redup. Dan kita bisa melewatinya.
Mobil McQueen 95 selalu jadi pemenang. Namun di scene awal, dia harus menerima kekalahan dari Storm, mobil baru yang memiliki performa bagus didukung keluaran terbaru dan canggih tentunya.

2. Jangan jadi pengkritik, terjunlah langsung seperti balapan. Cobalah rasakan balapan langsung di arena balap.
Dari situ berlanjut bahwa Mobil McQueen ingin tetap 'bersinar' dia berlatih dengan berbagai cara, dan teringat dengan Kakeknya, Doc. Yang selalu menyemangatinya.

Banyak yang meremehkan McQueen agar segera pensiun. Tapi dia tidak memerdulikannya. McQueen pun dikenalkan dengan seorang pebisnis yang ingin mensponsori McQueen.

McQueen pun dikenalkan dengan mentor mobil yang lucu. Dengan gaya gaya pelatih meminta McQueen memeragakan olahraga kayak pemanasan gitu, dan musiknya persis film The Proposal. Haha.

Dan pelatih ini menguji cobakan McQueen berlatih dengan simulator treadmiil, bukan langsung terjun di lapangan balap.

3. Miliki cita-cita kecil atau tidak sama sekali.
McQueen dan 'pelatih' nya, Cruz bertemu dengan Nona Fritter dkk saat arena berlumpur. Disini sempat ada konflik antara Cruz dan McQueen. Cruz bercita cita menjadi Pembalap. Dia teringat pesan orang tuanya, "Miliki Cita-cita kecil atau tidak sama sekali."

4. Ada kegembiraan Doc ketika bisa mengajar McQueen bisa jadi sukses jadi pembalap. Jadi belajar dari Doc yang merelakan McQueen meneruskan perjuangannya.
McQueen sebenarnya merasa stress karena dia ingin mencari keberuntungan untuk bisa bertanding di Florida. "Jika kalah di Florida, karirku berakhir."

Lalu temannya mengingatkan bahwa Doc, gurunya karir terakhirnya saat tabrakan kemudian berakhir, bukan berarti hancur. Karena ia mencintai balapan. Dan dia sadar balapan bukan segalanya bagi hud. "Tapi kau (McQueen) segalanya."

Dari sana McQueen latihan bareng Cruz. Cruz mesinnya kayak Storm. Latihan di hutan, dan seterusnya. Bahkan Cruz menampilkan performa sangat baik. Darisini bahkan saya ngga nyangka dengan endingnya bakal keren banget. Saya suka. Saya suka. McQueen pun berterima kasih kepada senior-senior untuk latihannya seperti  Smokey dan Loui.

5.  Regenerasi. McQueen akhirnya tidak memaksakan diri yang tua untuk selalu di atas atau pertama. Ia mendukung penuh Cruz Ramirez untuk jadi pelanjut balap McQueen. 
Saat pertandingan, pensponsor menyuruh Cruz untuk pulang melanjutkan jadi pelatih saja. Tidak usah di lapangan balap. Dari sini ternyata McQueen meminta Cruz untuk segera menggantikannya ikut balapan di tanah sirkuit.

"Ini kesempatan terakhirku untuk mengirimnya ke kesempatan pertama." Dari sini jelaslah sifat McQueen tidak egois. Ia sudah tua dan mempersilakan yang muda. Tidak memaksakan diri yang tua untuk selalu di atas atau pertama.

Akhirnya pemenang jatuh pada Cruz Ramirez. Ada rasa kepercayaan (Trust) dan harus ada regenerasi. Angka 95 pun melekat pada Cruz Ramirez karena yang mengawali balap McQueen  kemudian berlanjut Cruz Ramirez. Film yang kereen banget. Layak ditonton dan masih ada di bioskop lhoo.. yuuk nonton filmnya #eh hehe 😊❤

#odop19
#bloggermuslimah

Comments

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan