Definisi ESAI dan Contohnya


Kelahiran Esai 
Michel Eyquem de Montaigne adalah Essais (1580)
Francis Bacon (1597) membuat esai pendek.
Essai (Prancis) essay (inggris) adalah 'upaya-upaya' 'percobaan-percobaan'
Sapardi Djoko Damono paling sedikit menulis esai sampai 20 halaman.
Subagyo Sastrowardiyo bahwa menulis esai adalah pribadi.

Definisi Esai 
Webster Dictionary esai adalah tulisan, karangan, analisis, atau penafsiran tentang sesuatu. Kebanyakan dengan topik yang kurang lebih terbatas, dengan luas, gaya, dan metode bebas walapun pada umumya dapat dibaca sekali duduk.

Menurut Oxford Dictionary, esai adalah karangan dengan panjang bebas mengenai suatu sisi permasalahan yang pada awalnya ditunjukkan oleh karangan-karangan pendek, namun kini digunakan pula untuk menamai karangan yang cukup rumit walaupun masih dalam rentang yang terbatas.

Definisi Esai menurut Encyclopediae international adalah pengucapan berbentuk prosa dengan panjang sedang. Biasanya dengan topik yang terbatas. Ditujukan kepada publik umum dan berupaya untuk mengomunikasikan ide, tesis, atau informasi dalam bentuk wacana dengan anekdot bebas, gambaran dan contoh-contoh keseharian yang menggambarkan pengalaman masyarakat umum.

Esai menurut Encyclopadiae Americana adalah karya nonfiksi yang dikerjakan secara artistik dan dikembangkan secara imajinatif.

Simpulan 
Panjang esai 
Oxford Dictionary: bebas
Encyclopediae international: sedang
Webster Dictionary: pendek

Isi esai 
Webster dictionary: analisis, penafsiran
Ensiklopedi Indonesia: uraian sastra, budaya, ilmu dan filsafat.

Berbagai jenis karangan 

  1. Deskripsi: karangan yang bertujuan memberikan gambaran tentang sesuatu.
  2. Narasi: tulisan yang bertujuan menceritakan suatu peristiwa yang dijalin dalam bingkai waktu. 
  3. Eksposisi: tulisan yang bertujuan memberikan penjelasan dan uraian tentang sesuatu. 
  4. Argumentasi: tulisan yang memberikan keyakinan dan atau pembuktian tentang sesuatu.
  5. Persuasi: ajakan Esai termasuk ke dalam karangan argumentasi.


Bentuk penalaran menurut de bono berpikir vertikal: selektif, kronologis, analitis berpikir lateral: eksperimental, melompat-lompat, provokatif. Budi Darma membuat esai unik. ada nama tokoh-tokohnya. Ada referensi. Sedangkan Gunawan Muhammad mengatakan jangan memanjakan pembaca, dia tidak memakai catatan kaki. Esai menurut Umar Kayam adalah imajinatif yang penting. Yang penting pesan bukan bentuk. Seperti kata Makan ora mangan, asal kumpul.

Pendekatan
1. Kepengarangan
2. Karya Realitas

Metode
paling tua intuitif alam
1. Kualitatif
2. Kuantitatif

Teknik
1. Pustakan
2. Wawancara, dsb

Contoh Paragraf Deskriptif 
Pasar tanah abang adalah sebuah pasar yang sempurna. Semua barang ada di sana. Di toko paling depan berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Di lantai dasar terdapat toko kain yang lengkap berderet-deret. Di samping kanan pasar terdapat warung-warung kecil penjual sayur dan bahan dapur. Di samping kiri terdapat kios buah-buahan. Di bagian belakang terdapat berpuluh-puluh pedagang daging. Belum lagi kita harus melihat lantai satu, dua, dan tiga.

Contoh Paragraf Ekspositoris (lebih mmenukik)
Pasar Tanah Abang adalah pasar yang komplek. Di lantai dasar terdapat sembilan puluh kios penjual kain. Setiap hari terjual rata-rata tiga ratus meter untuk setiap kios. Dari data ini dapat diperkirakan besarnya uang yang masuk ke kasi DKI dari pasar Tanah Abang.

Contoh Paragraf Argumentatif 
Dua tahun terakhir, terhitung sejak Boeing B-737 milik maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat tua mencuat ke permukaan. Hal ini bisa dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak sepanjang 4 m itu sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu, cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60% pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua. Amankah? Kalau memang aman, bagaimana cara merawatnya dan berapa biayanya sehingga ia tetap nyaman untuk dinaiki.

Contoh Paragraf Persuasif 
Sampai saat ini, hasrat pengusaha dan pemodal muslim yang sungguh-sungguh menggarap media masih belum tampak. Kalaupun ada beberapa diantaranya, mereka tidak mau fokus untuk benar-benar mau menceburkan diri di bidang itu. Padahal, kalau kita ber-azzam dengan sungguh-sungguh menciptakan SDM dan manajemen yang itqan (profesional), langkah untuk melahirkan kelompok atau holding company di bidang media yang memiliki izzah, prestise, dan unggul bukan mustahil. Karenanya, marilah bersungguh-sungguh untuk menggarap bidang yang merupakan sarana amar makruf nahi mungkar ini. (Sabili, dengan penyuntingan)

Contoh Paragraf Naratif 
Seketika, mata Burik yang sembap kembali berkilatan memancarkan semangat dan seketika itu pula ia melompat ketika dilihatnya laki-laki berambut kelemis itu melenggang tak jauh dari tempatnya. Burik bangkit mengejar laki-laki itu sambil berteriak, "Maling! Maling! Tuh jambretnya! Tolong! Tolong!" suara Burik menggema ke senatero penjuru terminal yang luas itu. Semua orang di tempat itu mendengar dan melihat seorang tua terhuyung-huyung membuntuti laki-laki yang semakin mempercepat langkahnya. ("Kalung", Muhammad Ali)

#odop20
#bloggermuslimah

Comments

Pojok Moco said…
well noted mbak sri, aku suka nulis tapi otodidak, ilmunya dicatet nih
Sri Al Hidayati said…
iya mbak, silakan, moga bermanfaat :)

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan