5 Tips Membunuh Rasa Malas Membaca dan Menulis


Membaca sekitar kita mampu: membaca peristiwa yang terjadi, membaca kebahagiaan hari raya, membaca kesedihan saudara kita di Rohingya, membaca doa doa yang dipanjatkan ke langit. Yuk sejenak doakan mereka.

Dan terkadang perlu sekali adanya Membaca Teks. Hal ini sebagai penguatan dan menangkap apa yang ingin dituliskan oleh penulis.

Maka penting bahwa wacana membaca dan menulis selalu berdampingan seperti pasangan, saling akrab satu sama lain.
Benarkah kurang baca, bisa membuat mandeg dalam menulis?

Jawabannya bisa sekali. Hal ini mungkin sering terjadi bukan saja pada penulis pemula, namun juga bagi mereka yang sudah terbiasa menulis.

Maka penting membuat diri kita semangat untuk Membaca Teks pula. Apa saja tips-tipsnya? Yuk simak selengkapnya. 

1. Mulai Hunting dan Beli Buku Baru

Siapa yang ingin buku baru?
Tentu suka dengan yang satu ini. Saat mandeg dalam menulis, coba jalan jalan ke toko buku, dan pilih-pilih buku yang diminati. Setelah itu cari yang paling kamu suka. Hunting buku berguna sekali untuk menyemangati diri lagi membaca dan menulis. 

Bagi pasangan yang memiliki istri atau suami senang menulis, tentu hadiah ulang tahun Buku Baru adalah hal yang menyenangkan. Terlebih kadonya adalah buku penulis favorit yang diidam-idamkan. Dijamin bakal berkaca kaca tuh, hehe.

Dari tulisan Nurul M. Sisilia berjudul "Buku Baru untuk Lebaran", bahwa diperkirakan, biaya hidup masyarakat miskin meningkat hingga 45% untuk sekadar merayakan Lebaran. Baju baru, sepatu baru, dsb  Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat konsumerisme  masyarakat cenderung meningkat menjelang Idul Fitri.

Gagasannya pun menarik, yakni membeli buku baru bermanfaat bisa menjadi tawaran yang baik untuk mengganti tradisi belanja yang berlebihan. Serta membaca buku yang bermutu pun merupakan investasi yang bermanfaat bagi manusia.

Punya buku baru masih bersegel dan belum dibaca? 
Mulailah memaksakan diri untuk mulai membacanya. Sudah siap kan membaca buku baru hari ini?

2. Pergi ke Perpustakaan dan Pinjam Buku
Mengutip dari Helvy Tiana Rosa bahwa baginya membaca dan menulis itu bukan hobi, tapi kebutuhan. 
Maka jika tersandung dengan belum memiliki dana untuk membeli buku, tak menyurutkan langkah untuk berhenti membaca.

Bisa juga dengan cukup berbekal datang ke perpustakaan dan mulai meminjam buku. Dengan waktu mepet misal dalam seminggu dapat dua buku untuk dibaca. 

Saya terbiasa meminjam buku-buku di perpustakaan Salman, hal ini untuk memenuhi kebutuhan baca sehingga terpenuhi. Saya sedang membaca buku terakhir, buku ke-4 Tasaro Muhammad Generasi Penggema Hujan, Biasanya saya memaksakan diri harus beres satu minggu, dan membuat ulasan setelah membaca bukunya.


3. Mulai Membaca
Mulai membaca adalah hal yang paling menyenangkan. Kita bisa masuk ke dunia penulis dan menyaksikan kisah para tokoh di dalamnya. Hal ini bisa menghibur pembaca sekaligus bisa Membaca Teks itu sendiri sehingga menambah kekayaan pengetahuan, dan dunia baru si penulis. 

Kita bisa mendapat inspirasi baru juga untuk menulis tentu.

4. Mulai Menulis
Setelah membaca, maka kita akan memiliki energi untuk menulis. Sehingga tidak blank atau malas untuk menulis. Mulailah menulis dengan hal yang menarik untuk dibaca.

Meski telah bertahun-tahun menulis, bukan membuatnya menjadi hal yang mudah. Afifah Afra dalam tulisannya "Membaca, Menulis dan Sepasang Kekasih", bahwa menulis itu seperti menuang gelas. Apa yang akan kita tuang jika gelas kita kosong?

Seringkali kita mengalami writer’s block, macet di jalan, bingung bagaimana hendak meneruskan tulisan kita. Yakinlah, bahwa 90% sebab dari masalah tersebut adalah kita kekurangan bahan. Persis seorang pembuat kue yang mati kutu saat kehabisan telur, mentega dan tepung terigu." 

Menurut Afifah Afra lagi, "Ibarat seseorang yang hendak mendaki gunung, dia harus memiliki bekal memadai: makanan, peta, kompas, dan peralatan mendaki. Orang yang menulis tanpa referensi, ibarat pendaki gunung yang minim bekal. Perjalanan tak akan terarah, bisa kembali turun dengan selamat saja sudah sangat baik buatnya."

Maka, pekerjaan menulis dan membaca adalah hal yang saling berkaitan, dan ibarat selalu berdampingan seperti pasangan, saling akrab satu sama lain.

5. Berkomunitas
Berkomunitas menjadi hal yang penting pula dalam menulis. Jika tak memiliki komunitas, bukan masalah juga. Namun ada hal-hal lain ketika berkomunitas. 

Dalam Blogger Muslimah, meski belum bertatap muka dengan semua anggota, kami dapat berkomentar mengenai postingan tulisan masing-masing di blog. 

Selain itu bisa saling menyemangati satu sama lain, sampai membentuk sebuah acara sekaligus ajang kopi darat bertemu dengan blogger lainnya.

Siapa yang tak senang bertemu kawan baru, berbincang dan membicarakan tips tips ngeblog dari mereka yang sudah expert?

Dengan bersama-sama lebih terasa energinya, dan lebih baik dibandingkan sendiri. Ibarat tangan menggenggam, 5 jari menggenggam banyak pulpen lebih mudah dibandingkan dengan 2 jari.

Semoga semangat membaca dan menulis tetap hidup dimanapun dan kapanpun. Karena membaca dan menulis bukan milik sebagian orang. Apapun profesinya, kamu sangat berpotensi untuk bisa menuliskan apa yang kamu ketahui. Selamat membaca dan menulis!

*Tulisan ini diikutkan dalam Postingan Tematik (PosTem) Blogger Muslimah Indonesia


#PostinganTematik #BloggerMuslimahIndonesia

Comments

yurmawita said…
Menulis dan berbagi dengan banyak orang. Blogger adalah salah satu cara berbagi
Tatiek Purwanti said…
Terima kasih atas tips-nya ya mbak. Tips yang terakhir yaitu berkomunitas dengan banyak penulis, baru saya jalani sekitar 3 bulan ini. Dan memang, dampak positifnya sangat terasa 👍
Nia Hanie said…
Alhamdulillah saya jarang sekali beli baju dan pernak pernik apa pun, soalnya gak ada budget hehe. Tapi klo beli buku, kok ya adaaa aja uangnya ^^
Dini Nurhayati said…
Bahwa membaca (plus bagi beberapa menulis) adalah kebutuhan betul banget. Salaam kenal, Mba ^^
Suka tipsnya..bermanfaat ini..

Salut, setelah baca buku lalu bikin review...! Bisa saya tiru..Dapat ilmu lalu bagi ke sesamamu, keren! Terima kasih , Mbak:)
Ini tips yang harus di baca buat yang suka baca dan nulis, makasih ya mbak jadi referensi kalau pas mandeg idenya...
Lulu Khodijah said…
Looh salah fokus ternyata bukunya Tasaro GK udah ada yang keempat ya. Ini aja baru jalan buku keduanya huhu.
Bisa juga saling memberi hadiah berupa buku nih
Ane Fariz said…
Tips yang sangat bermanfaat Mbak Sri. Nice post :)
Ipeh Alena said…
Duh, hunting buku ini salah satu hal yang sering buat saya banyak khilafnya hehehe. Tapi saya suka, karena senang lihat cover buku.
Novia Syahidah said…
Saya setuju bahwa menulis kadang sudah terasa kayak kebutuhan. Kalau gak menulis rasanya kepala penuh dengan 'sampah-sampah' yang harus dikeluarkan. Makanya menulis bisa juga jadi terapi.
denik said…
Iya, betul semua tipsnya Mba. Untuk menyemangati diri.
Setuju banget Mbak...Hunting buku bisa meningkatkan semangat kita untuk membali membaca. :D
Wow.... thank you for the reminder. Membaca dan menulis memang menyenangkan dan bermanfaat dalam banyak hal. :D
Novarina DW said…
Membaca dan menulis adalah dua hal yang berkaitan. Bila ada hal-hal yang menarik dari yang kita baca, kita bisa menuliskannya kembali.
Terimakasih sharingnya mbak :)
Dian Safitri said…
Aku masih banyak buku bersegel! Akibat baru pulang ngubek-ngubek dari bazaar buku murah, lanjut beberapa pameran buku. ehehehe.... Berasa enggak mau rugi soalnya kalau enggak sekalian dibeli.
Buat aku buku itu investasi. Mesku saat ini masih bersegel, tapi cepat atau lambat pasti juga akan tamat dibaca
Damar Aisyah said…
Hore!! Setuju! Beli buku sebagai alasan jalan-jalan dan belanja. hehehe *kidding. Tapi bener deh, saya kalau kehabisan bacaan suka mandeg aktivitas membacanya. Kalau koleksi lagi full, suka mandeg aktivitas ibu rumah tangga, wkwkwk
Dewie Dean said…
Terimakasih tipsnya. Mba
Dewie Dean said…
Terimakasih tipsnya, mba
dewiedean said…
Terimakasih tipsnya, mba
Helena said…
kalau aku bawa buku di tas. Entah kapan dibaca yang penting siap 1 buku. Nah biasanya pas lagi perjalanan yang lama, kena macet, enak deh ada hiburan.

Salam,
Helenamantra dot com
saya juga paling suka ke toko buku atau perpustaakaan buat nge-charger diri sendiri. Dan, tidak lupa selalu menyelipkan sebuah buku buat dibaca kapan-kapan plus buku catatan dan pulpen buat catat ide-ide yang kadang muncul tak mengenal waktu.
Muns Fadh said…
Dari kecil saya suka sekali membaca, dan dari kesukaan itulah akhirnya jadi pengen nulis

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan