Kami Bersama Muslim Rohingya, Stop the Genocide of Rohingya

Tuesday, September 19, 2017

Aksi Bela Rohingya 16/9 Sumber foto https://photo.jpnn.com/

Ustadz Budi Ashari dalam tausyiahnya di acara Khalifah menuturkan bahwa, "Penduduk Muslim Rohingya sebesar 1.3 juta penduduk, tapi mirisnya yang diakui sebagai penduduk hanya 40.000 orang saja. Sisanya 1 juta lebih, Islam tidak dianggap oleh negaranya sendiri. Mereka tinggal di Arakan." 
Dulu, Muslim yang masuk Dinasti Abbasiyah Khalifah Harun Al Rasyid. Perdagangan maju, Jazirah Arab datang ke Arakan 350 tahun yang lalu. Sebanyak 48 sultan yang memimpin kerajaan Islam di Arakan sampai dibangun perpustakaan-perpustakaan besar, madrasah, rumah sakit, termasuk Myanmar dulu bernama Burma.

Secara garis besar seperti ini
1784 M Kebesaran Islam memudar di Arakan dan dikuasai oleh Raja Myanmar
1824 M Arakan menjadi jajahan inggris. dan berakhirlah kekuasaan Islam.
1947 kumpul semua suku diajak bicara kecuali Islam. Sudah mulai dikriminasi terhadap Islam.
1948 Myanmar mengumumkan kemerdekaan

Berbeda sekali saat Islam berkuasa, perdamaian terjalin, dan tidak ada yang terdzolimi. Namun ketika Islam tidak berkuasa, Islam diusir, mengalami intimidasi, dan pembantaian terjadi. Ketidakadilan dimana-mana. Bahkan tidak diajak bicara ketika semua suku berkumpul.
"Padahal dulu Muslimin yang membuka perekonomian nyaman di negeri itu. Separuh Muslim ada di Arakan. Biarlah kita belajar mengenang kebesaran itu agar kembali Islam memimpin. Saat ini tidak ada Muslim yang diam melihat saudaranya terdzalimi," ujar Ustadz Budi Ashari memberikan tausyiahnya di acara Khalifah ahad, 17 September lalu. 
Raja King Abdul Azis mendirikan kamp-kamp pengungsi Rohingya
Saat Burma mendapatkan kemerdekaan 1948 Islam menetap kalah, dan pada tahun 1970-an Raja King Abdul Azis mendirikan kamp-kamp pengungsi Rohingya. Dan kamp-kamp tersebut akhirnya ada yang menetap di Arab Saudi, Dulu Islam memimpin di Bangladesh, India, Tiongkok dan Myanmar. Para khalifah akan membela orang yang tertindas.

Kisah Khalifah orang yang tertindas
Kisah Satu, Pernah suatu ketika Harun al Rasyid ditantang oleh Romawi. Pemimpin laki-laki yang congkak tersebut mengirim surat ke Al Rasyid. Isinya bahwa "kalau dulu kami bayar jizyah itu karena pemimpin kami dulu perempuan." Harun Al Rasyid marah dan membalas surat "Lihatlah apa yang kamu akan saksikan." Harun al Rasyid pun berangkat sendiri dengan pasukan yang besar mendatangi Romawi. Saat melihat kekuatan Islam, kemudian pemimpin Romawi minta maaf dan mereka membayar jizyah. Mempertahankan diri Islam.

Kisah Dua, Pemimpin Islam membela orang yang tertindas pun ada kisah yakni putra Harun yang ke -8 223 H telah menaklukkan kota Amoria dan dipimpin oleh Khalifah Al Mu'tasim. Ada seorang muslimah dinistakan oleh tentara Romawi. Saat itu muslimah tersebut dicambuk dan ia berteriak, "Ya Mu'tasim, ya Mu'tasim"  Baghdad yang merupakan pusat peradaban Muslim akhirnya menyelamatkan 1 orang yang tertindas itu. Dulu kuda adalah transportasi tercepat. Jarak kita membela mereka.

"Dan dari sana akhirnya dikembalikannya wilayah Amoria lagi oleh muslim hanya karena 1 orang. Seorang pemimpin bukan menjadi alasan banyak atau sedikit. 1 orang pun menjadi tanggung jawabnya," ujar Ustadz Budi Ashari.

Turki Utsmani memimpin 
Dulu saat Turki Utsmani memimpin, 1529 M kapal-kapal berangkat. Pesisir Spanyol diselamatkan Muslim Spanyol. Dulu Turki ke Spanyol terbentang sangat jauh. Puluhan ribu Spanyol dijemput. Sisi kemanusiaan membalas jasa.

Aceh jadi saksi abad 17, 18 dan 19 dijajah oleh dzalim. Turki Utsmani menolong. Turki Utsmani tidak rela Muslim Aceh dihalangi pergi haji, Turki Utsmani tidak rela Muslim Aceh tidak memiliki kemerdekaan. Dan, tentu kita berhutang jasa juga untuk mereka yang didzalimi.

Panji yang tertinggal dan Izzah islam
Ustadz Budi Ashari juga bercerita tentang Khalifah al Ajibu al Manshur sedang pergi berperang dan membawa panji-panji Islam sebagai kebesaran. Panji di tempat tertinggi sebagai tanda kota berhasil dikuasai. Pada saat pergi, mereka lupa mengambil 1 bendera di gunung. Hal tersebut membuat warga di wilayah tersebut cemas dan tidak jadi pulang ke negaranya. Betapa masa Islam punya izzah di zaman itu.

Bagaimana mendapatkan izzah kembali? Sesungguhnya izzah milik Allah Swt. Maka mendekat pada Allah Swt. Muslim disatukan hatinya, dan berdoalah sebagai senjata kaum Muslim.

You Might Also Like

0 komentar

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#