Review Novel Sejarah: Muhammad Sang Pewaris Hujan Tasaro GK (bagian 1)

Saturday, September 02, 2017

Novel Muhammad
Sang Pewaris Hujan Tasaro GK

Buku ketiga novel biografi Muhammad Sang Pewaris Hujan ditulis oleh Tasaro GK, merupakan novel sejarah berlatar zaman setelah Rasul wafat, dan diteruskannya perjuangan Islam, yang jatuh ke khalifah Abu Bakar dan di buku ini khusus bercerita saat Umar bin Khattab memimpin.

Novel Sejarah sangat sedikit yang mampu menuliskannya, karena terbentur dengan fiksi yang hendak ditulis, ataupun merangkai Sirah di zaman Rasulullah saw. sendiri, dan Tasaro telah membuktikan menuliskannya dengan baik. Diksi yang jarang dijumpai ketika membaca buku populer, perlu membaca teliti dan meresapi setiap diksi dan alurnya, maka ketika sudah  membaca beberapa halaman, kita bisa menangkapnya dengan mudah untuk selanjutnya.

Bukan pertama Tasaro menuliskan Novel Sejarah. Sebelumnya ia telah menulis Novel Pitaloka juga yang bergenre sejarah.

Ada tiga cerita besar dalam buku Muhammad saw. Yaitu kisah Kahsva mencari Elyas. Lalu Kisah Umar bin Khattab ketika menjadi Khalifah. Dan cerita besar ketiga adalah Maria, Elyas, dan ada Atrabun.

Cerita awal Kashva mencari Elyas, dan dianggap 'gila' karena Elyas yang digambarkan Kashva bagi Bar Nasha adalah omong kosong. Bahkan sambil menunggu datangnya Elyas, Kashva rela menunggu sampai sebulan lamanya tinggal di Biara Pendeta Bahira di Suriah.

Tak dinyana, justru Kashva tak betah karena Bar menantangnya yang akhirnya membuat Biara porak poranda, dan pernah juga dimasukkan ke dalam air yang membuatnya tidak mau kembali lagi kesana.

Cerita beralih ke negeri Antiokhia, Heraklius, Kaisar Romawi merasa cemas karena kota-kota di Suriah telah rontok di tangan pasukan Islam. Damaskus, Peilla, Baalbek dan Emesa, Chalcis, Aleppo, dan kini Antiokhia. Bahkan Aleppo direbut dengan cepat.

Di Madinah, Khalifah Umar bin Khattab merenungi tentang luasnya tanah Islam dan merasa khawatir harta rampasan bisa melenakan.

"Dan ketahuilah sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka 1/5 Allah, Rasul, kerabat rasul, anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil. Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Allah turunkan kepada hamba Allah pada hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Cerita berlanjut dengan kepergian Amr bin Ash ke Gaza. Hal ini untuk menyelidiki kekuatan musuh dan kelemahan pasukan Romawi di Gaza.


Kota itu begitu ramai dengan berbagai kegiatan penduduknya. Sangat dekat dengan laut, Gaza menjadi salah satu kota utama di Palestina. Tampak tak memedulikan kanan dan kiri, sebenarnya Amr sedang mengumpulkan banyak informasi.

Matanya yang sudah sangat terlatih mampu memindai setiap bagian kota, kelebihan dan kekurangannya. Begitu pula, Amr langsung bisa memperkirakan berapa kekuatan tentara yang melindungi kota itu, strategi perang macam apa yang harus dikerahkan untuk menaklukkannya.


Sebuah bangunan bergaya Romawi dengan tiang-tiang tinggi dan dinding tebal tak terperi menyambut Amr yang tengah mempersiapkan diri. Begitu tentara penjaga gerbang yang tadi mengantarnya turun dari kuda, dia pun melakukan hal yang sama. Keduanya lantas bertemu dengan tentara yang berjaga di bangunan lama yang difungsikan sebagai barak tentara itu.


Bangunan barak itu sangat kokoh dan akan sulit ditembus, kecuali Amr memiliki beberapa tentara yang trengginas, mampu melompat ke tembok tinggi dan melumpuhkan penjaga gerbang, sebelum membukakan pintunya dari dalam. Melirik dua tentara yang mengapitnya, Amr meragukan semangat mereka untuk berperang. Kebanyakan dari mereka masih terlalu muda dan jiwanya belum terasah di medan pertempuran (halaman 73)


Datang pula kabar surat dari Abu Ubaidah, Palestina. Bahwa penanggung Jawab Jerussalem mau menyerahkan kota itu dalam kekuasaan Islam dan berdamai dengan Islam.

Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Jerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut.

Pada saat Umar datang ke Jerussalem. Tidak ada kemewahan sedikitpun di dalam dirinya, tidak ada antrian ribuan tentara berbaju besi. tidak ada umbul-umbul yang berkibaran, semua orang yang melihat terpana dan merasa tak bisa berkata-kata, inikah pemimpin Muslim itu?

Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Tapi Umar memilih shalat di reruntuhan Kuil Suci Sulaiman. Masjid Umar didirikan di tempat ia salat.

Baca juga: Review Film Omar (Umar bin Khattab)

Bismillahirrahmanirrahim 

Ini adalah jaminan yang telah diberikan hamba Allah, Umar, pemimpin umat beriman, kepada penduduk Jerussalem. Bahwa dia telah memberi jaminan mengenai keamanan untuk jiwa mereka, untuk harta mereka, untuk gereja dan salib mereka, untuk sakit dan sehatnya kota, serta untuk ibadah mereka. 


Gereja-gereja mereka tidak akan ditempati oleh orang-orang Muslim, juga tidak akan pernah dirusak, tidak boleh ada satu apapun yang dikurangi dari dalam gereja itu atau dari lingkungan di sekitarnya, baik salib, harta benda, dan semua harta milik mereka. Mereka tidak akan dipaksa untuk beralih memeluk agama Islam, dan tidak pula orang Yahudi yang hidup bersama mereka di Jerussalem.


Penduduk Jerussalem harus membayar jizyah sebagaimana penduduk kota lainnya. Mereka juga harus mengeluarkan orang-orang Byzantium dan para perampok. Para penduduk Jerussalem yang ingin pergi ke luar kota dengan membawa serta harta mereka akan dijamin sampai tempat tujuan.

Para penduduk desa boleh tinggal di kota bila mereka menginginkannya, dengan ketentuan harus membayar jizyah sebagaimana warga lainnya. Mereka yang mau pergi, silakan pergi bersama orang-orang Byzantium, dan mereka yang ingin kembali silakan kembali ke keluarga masing-masing. Jizyah mereka tidak boleh ditarik sebelum tiba masa panen.

Jika mereka membayar pajak menurut ketentuannya, yang sesungguhnya tertera dalam surat ini adalah perjanjian Allah, di bawah tanggung jawab Nabi, sang Khalifah, dan orang-orang mukmin. (hlm 89) 

Telah datang pula kabar setelah Umar bin Khattab memberi izin Amr bin Ash menyerang Mesir, kekuatan Byzantium terkumpul, Amr bin Ash meminta tambah pasukan oleh Umar, meski banyak yang khawatir. Dalam surat diizinkan (hlm 188-189)

Mulailah pula diceritakan tentang Elyas dan Maria yang dikenal sebagai Tayis, seorang penyanyi yang paling digemari di seluruh Alexandria, dari budak sampai orang-orang istana. Ia pun sangat disukai Atrabun. "Semakin kau jual mahal, aku semakin tertarik," kata Atrabun.

Di dalam buku ini pun diceritakan tentang Orang-Orang Koptik langsung teringat dengan tulisan Orang-Orang Bloomingtoon milik Budidarma. Siapa yang sudah baca? #eh Judul bab nya adalah Orang-orang Koptik di Alexandria.

Terdapat pula Elyas dan Muhammad sahabat seperjalanan meski berbeda keyakinan. Elyas menyelamatkan Muhammad dari hujan batu, sedangkan Muhammad ingin syahid. Elyas mendengarkan lantunan Al Quran, dan di novel ini ditulis terjemahan arti surah surah pendeknya. Elyas mendengar bacaan Quran dan menyerap energinya.

Kemudian orang Islam diberi tahu Maria untuk bersiap diri untuk menguasai istana. Yang kemudian diketahui itu adalah jebakan karena Maria tidak menerima Augustalis, dan hendak membunuh Elyas. Elyas pun menyerahkan rosario, yang terkesan sebagai masa lalunya lewat pemberiannya kepada Maria.
*
Umar bin Khattab terkenal sangat tegas, kritis, dan juga adil. Ia tak silap mata dengan gelar yang dimilikinya. Justru merasa beban yang sangat berat dengan amanah yang ia punyai. Beliau pun tidak merasa segan menghardik bawahannya bila bekerja lamban, atau cenderung berfoya-foya, dan mengabaikan amanah. Simak salah satu surat-surat Umar berikut:

Aku heran karena kalian amat lambat menaklukkan Mesir. Kalian sudah berperang selama dua tahun. Selama itu apa yang sudah terjadi pada kalian? Apa kalian mencintai dunia seperti musuh kalian yang mencintainya? 

Sesungguhnya, Allah tidak akan menolong suatu kaum, kecuali karena kaum itu memiliki niat yang lurus dan aku telah mengirimkan empat orang dan telah mengingatkanmu agar tidak mengganti mereka. Jika suratku ini sampai ke tanganmu, kumpulkan orang-orang dan bakarlah semangat mereka untuk memerangi musuhnya dan tampilkan ketokohan empat orang itu dalam diri mereka dan perintahkan tiap orang untuk bersatu menyerang musuh dalam satu komando. 

Laksanakanlah perintah ini pada siang hari Jumat sebab itu adalah waktu diturunkannya rahmat dan waktu yang dikabulkannya doa. Agar setiap orang yang memohon kepada Allah diberikan kemenangan atas musuh-musuhnya. 
(halaman 366) 

Atau percakapan Amirul Mukminin tentang harta rampasan,
"Apakah diantara kalian mulai ada yang menginginkan harta rampasan?"
"Benar, Amirul Mukminin. Diantaranya Zubair yang mengatakan, seharusnya Amr membagikan harta Alexandria seperti Rasulullah membagikan tanah Khaibar."
"Apa jawaban Amr?"
"Dia tidak akan membagikan sejengkal pun tanpa persetujuan Amirul Mukminin."
Umar mengangguk-angguk tenang. Ada kelegaan di matanya.
"Tidak ada harta Alexandria yang akan dibagikan kepada para tentara. Biarkan para petani memiliki tanah-tanah mereka. Dengan begitu, mereka bisa membayar pajak sesuai penghasilan masing-masing."
 "Bagaimana dengan orang-orang Koptik, Amirul Mukminin?"
"Jangan kalian menawan mereka. Jangan mengusir mereka dari rumahnya. Tidak boleh merampas kaum wanita mereka. Jangan sekali-kali memaksa mereka berpindah agama menjadi Muslim, apalagi merampas tanah mereka atau menambah-nambahkan jizyah dan pajak bumi melebihi yang semestinya." 

Umar bin Khattab dalam 10 tahun kepemimpinannya telah memperluas dakwahnya ke seantero dunia dan membawa perdamaian ke seluruh umat. Dimana saja perluasan dakwah Umar bin Khattab?

Bersambung di Review Novel Sejarah Muhammad Sang Pewaris Hujan Tasaro GK (bagian 2)

You Might Also Like

0 komentar

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#