Haris Shaffix dan Karya-karyanya di Dunia Nasyid (Musik Positif)

Wednesday, October 11, 2017



Haris Isa, lead vocal tim nasyid Shaffix yang dibentuk di Bandung sejak 22 Mei 2002, kini sudah banyak menelurkan album dan lagu.

Karya-karyanya dimulai dari album perdana bertajuk "Kemarin, Sekarang dan Esok Hari" (2003), banyak memberi warna baru di dunia nasyid kala itu. Konsep nasyid mengusung band banyak disukai remaja dan menjadi ciri khas tersendiri.

Album kedua Shaffix bertajuk "Dari Hati" (2006), masih mengusung konsep mengusung band. Lagu lagunya juga sudah sangat bagus dan 'band banget' dari lagu "Sandiwara Cinta", "Secara", "Tanda Seru", dan lainnya.

Selanjutnya Kang Haris mencoba solo album dan mengeluarkan album Singlenya bertajuk "Nomor Satu". Lagunya di album ini lebih ke jazz, dan juga pop. Pesan-pesan nasyidnya sendiri lebih banyak kepada hubungan dua manusia, dan bagi remaja yang 'galau' atau 'baper' bisa senang dengar lagu-lagunya, seperti "Karena-Nya aku Menolakmu", "Apa Kabar November", dan "Sepucuk Surat Buat Adik".



Akhirnya di tahun 2014, Shaffix mengeluarkan album ketiga mereka bertajuk "Aksara Semesta", lagu-lagu di album ke-3 ini juga ngga kalah bagusnya. Seperti "Melagukan Kisah Kita", "Hembusan Angin Sore", dan "Ingin Pulang", saya pernah dengar lagu 2 terakhir saat saya masih kuliah dulu.

Kemudian Shaffix mengeluarkan album kompilasi bersama tim-tim nasyid lainnya dalam album Musik Positif Nasyid 2015, Shaffix membawakan lagu "Seujung Jari".

Yang terbaru, lagu Kang Haris yakni "Membekukan Waktu" mengambil setting etnik dan berbeda sekali dengan albumnya di Shaffix. Tapi tetap lagunya enakeun.

Shaffix sendiri dibentuk dari kampus Universitas Widyatama yang mempertemukan mereka sehingga menjadi tim nasyid yang mengusung konsep band.

Haris Shaffix, banyak menciptakan lagu nasyid dalam dan luar negeri
Kang Haris banyak menciptakan lagu-lagu nasyid. Hampir semua album Shaffix beliau yang menciptakan lagunya. Selain itu ada lagi seperti "Cermin Tak Pernah Berdusta", "Ramadhanku", "Keimanan". Beliau juga menciptakan lagu untuk nasyid Faliq berjudul "Aku, Pohon Rindang dan Ilalang" serta "Debaran".

Lagu lain yang diciptakan Haris Shaffix yaitu "Jangan Ambil Penglihatanku" (Tazakka), "Karena Aku Hambamu Juga" (The Fikr), "Terpenjara" (Alm Fajar Febian feat Haris), "Satu yang Terbaik" (Al Ghinat), serta "Takwa".

Dan kabar menggembirakan, Kang Haris juga menciptakan lagu nasyid asal Malaysia bernama Firdaus. Lagunya juga keren abis diarransemen oleh vocalist Shaffix tersebut dan khas sekali langsung tau ini lagu karya Haris Shaffix.

Lagu Tim Nasyid Firdaus yang diarransemen oleh Haris Shaffix yakni:
1. "Kini Aku Kernamu"
2. "Dunia yang Lebih Indah"
3. "Ku Berlari"
4. "Menangislah di Bahuku" dan
5. "Pupus"

Kecintaannya kepada nasyid (baca: sekarang musik positif) menjadikannya tetap konsisten di jalur musik ini. Karena sadar, ini juga termasuk dakwah yang dapat mudah diterima oleh masyarakat terutama remaja tentunya.

Setelah menyelesaikan S2 di UPI, Kang Haris Shaffix kembali ke Bangka dan melanjutkan cita-citanya menjadi guru. Selain tetap berkarya lewat nasyid, dan sering juga menjadi juri.

Kini beliau juga telah dikaruniai 2 putra dan istrinya, Teh Maia adalah seorang pegiat nasyid dulunya adalah manajer tim nasyid Al Ghinat.


Dari sekian banyak lagu Haris Shaffix, manakah lagu yang paling kamu suka? Kalau saya "Aku, Pohon Rindang dan Ilalang", "Kini Aku Kernamu", "Melagukan Kisah Kita", dan masih banyak lagi.  

You Might Also Like

0 komentar

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#