Catatan Ramadhan 1439 H

Sunday, May 27, 2018


Tahun ini adalah Ramadhan ke-5 bersama suami. Dan ini Ramadhan hari ke 10, alhamdulillah bagi saya ini ramadhan istimewa karena melalui Ramadhan saat sedang hamil dan menjalankan shaum juga. Tepat 5 bulan usia kandungan kemarin berat badan bayi saya sudah 500 gram. Saat cek di website 5 bulan itu pada umumnya berat bayi 400-an gram. Alhamdulillah ada lebihnya.

Beberapa hari awal sempat buang air kecil pun berwarna merah. Hal tersebut membuat saya lebih waspada dan segera memperbanyak asupan cairan pada saat sahur dan berbuka. Terlebih jika hari itu saya lebih banyak aktivitas keluar.

Untuk persiapan menu-menu masak sejak awal menikah dengan Abang dan tinggal dengan mertua, tak terlalu berbeda dengan menu keseharian. Rasanya sedikit malu karena kalau di keluarga kecil kami, saya tidak terlalu menyiapkan hal yang "wah". Jadi menu dari tahun ke tahun sama saja seperti tumis-tumisan, goreng-gorengan, simpel aja untuk buka pun menunya es teh manis, atau jus buah misalnya buah yang ada di rumah seperti buah semangka, dan sebagainya.

Ingin mencoba menu yang 'beda', tapi untuk menyiapkannya keburu tepar karena saya sedang hamil, saya mencoba hemat tenaga menyiapkan menu sahur dan berbuka yang simpel.

Pernah agak pusing di hari pertama, dan saya memutuskan buka. Kalau menengok teman-teman di grup, dalam rangka Ramadhan ini mereka perlu sehari dua hari untuk menghabiskan waktu untuk kegiatan dapur terutama bumbu-bumbu dasar, dan packing menu setiap harinya sampai akhir pekan. Sehingga Ramadhan ini tidak menghabiskan waktu untuk kegiatan dapur dan memaksimalkan ibadah. Ibadah seperti target khattam, shalat tarawih, tahajud, dan sebagainya.


Menu Ramadhan sejak awal di keluarga kami yakni Soto Ayam (kol, bihun, telur), biasanya ditemani dengan gorengan. Hari kedua tumis-tumisan, dan kemudian hari berikutnya Rendang Sapi dan Ayam Opor, dari bumbu praktis yang langsung enak bisa dipraktekkan sehari-hari.

Menu lainnya tumis-tumisan seperti tumis buncis, tumis wortel sawi, bayam jagung, diseling dengan membuat kudapan gorengan, dst.

Jumat pertama pun menyiapkan takjil untuk berbuka sama ibu mertua menu ramadhan yang pertama adalah cendol. Biasa untuk 120 orang, tapi bahan yang ada cukup sampai 60-an saja. Pada saat itu ibu mertua juga ingin memberi ke masjid juga, jadi otomatis di masjid pun jatah 30-an. Akhirnya ibu memberi keputusan untuk takjil cendol diberikan ke Sindang Reret saja, dan Masjid dekat rumah. Mengingat persediaan bahan untuk Cigeruwik ga ada.

Sore-sore Ibu udah nyiapin santan dan gula tidak disatukan. Ketika Mang Ihin datang, akhirnya takjil dibagikan. Pada saat untuk Masjid semua dicampur saja seperti gula merahnya dan santannya. Yang plastikin juga Bu Ade, bendahara RT dekat rumah, dibantu oleh saya. Sementara Aska main sama teman-temannya di rumah Akram.

Ternyata para ibu-ibu menginginkan takjil tak melulu gorengan. Para ibu ada yang inisiatif ingin lontong, nasi kotak, karena anak anak di masjid makan gorengan terus. Hehe.

Alhamdulillah berkah Ramadhan bisa ikut sekali nginep di Mama DU dan bisa tarawih sama Rima dan Aska. Happy rasanya. Mudah-mudahan abang ngizinin saya nginep lagi di Mama terutama besoknya hari Minggu. Aamiin ya Allah.

You Might Also Like

0 komentar

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#