Resensi Buku: Novel Kado Terbaik karya J.S Khairen

novel kado terbaik js khairen

Buku "Kado Terbaik" cerita anak yatim yang tumbuh berjuang di tempat berkedok panti--padahal tempat menjaring uang di jalanan. 

Rizki, kakak yang menanggung beban harus menjaga adik-adiknya ketika dunia tak berpihak padanya. Rumah yang ia harusnya pijak menjadi tempat ternyaman, dia tak memilikinya. 

Ayahnya meninggal ditembak karena mengantar barang haram, Ibunya malah menitipkan dia, Rizka dan bayi mungil perempuan yang belum mempunyai nama, akhirnya Rizki memberinya nama Khanza. 

Begitulah mereka tinggal di panti dan setiap hari pergi ke jalanan untuk meminta-minta sampai suatu waktu Rizki pergi dari panti meninggalkan adik-adiknya. 

Baca juga: Review Buku Dompet Ayah Sepatu Ibu - J.S Khairen

*

novel js khairen

Resensi Buku Kado Terbaik - J.S Khairen

Ini adalah buku J.S Khairen ketiga yang saya baca. Seru, tak bisa berhenti membaca. Lokalitas yang kuat setting tempat di stasiun, saat Rizki yang kelaparan dan mampir ke warung--tak menyangka--menemukan dompet, saat hendak mengambil--meski ada berontak dan tarik ulur dari hatinya-- seseorang telah mengambilnya lebih dulu. Ya, Rizki kaget. Dompet berwarna coklat agak besar itu direbut oleh Rizka, adik yang sudah dia tak temui selama dua tahun, karena Rizki meninggalkan panti.  

Kejar-kejaran maling kecil antara Rizki, Rizka dan lainnya. Malang, saat dompet di tangan Rizki hanya tersisa kartu-kartu--karena uangnya sudah diambil Rizka. 

Niat Rizki ingin membayar makan di warung musnah sudah niatnya. Untuk pembaca harap jangan ditiru kejadian tsb silakan mengembalikan pada pemilik dompet jika hilang. 

Yang menarik, saat membaca buku "Kado Terbaik" ada kalimat ironi di dalamnya.
"Aku membersihkan badan yang bau, juga menggosok pakaian yang penuh kotoran. Namun sungai kecil ini tak bisa membersihkan ingatanku akan kejadian pahit yang terus menimpa kami tiga beradik kakak. Ayah mati tertembak, Ibu membuang kami. Entah di mana Ibu sekarang. Benciku, sejak saat itu, juga terus mengalir deras. (halaman 20) 

Setting awal cerita, 7 hari jelang lebaran, anak-anak yang tumbuh tanpa pemahaman puasa itu penting Rizki yang tak pernah puasa. 

Kekritisan seorang anak yatim yang harusnya dirangkul dan dibantu.

sinopsis novel js khairen
 

Rizki yang pernah melalui hal itu: mencuri, menjambret, mengantar barang-barang terlarang, menipu bocah karena dijebak oleh preman-preman pasar, Rizki akhirnya pernah bertobat, datang ke masjid (tempat Rizki mengambil beberapa uang dari kotak amal masjid), dia mengembalikan uang yang pernah diambilnya hanya untuk makan dan sampai dikerumuni orang-orang, memastikan niat Rizki--padahal ada hak bagi anak yatim untuk disantuni. 

Dia juga akhirnya bertemu Rani, pemilik dompet yang pernah dia ambil dan mengembalikan ke pemiliknya. Malah Rizki diajak ke rumah orang tuanya Rani. Khanza juga disapa sangat baik oleh Ibu Rani, bahkan hendak dijadikan anak tiri, karena Ibu Rani sering kesepian karena Juned, anaknya jarang di rumah. Sementara Rani, mengontrak rumah di Jakarta karena sehari-hari bekerja di Jakarta. Diajak Ibunya ke Jakarta pun tak mau. 

Hal yang agak janggal di buku ini, tidak masuk logika karena Khanza kerap ditinggal sendirian di kosan Rizki, karena Rizki tidak mau Khanza juga dijual oleh Pak Tono, pemilik panti asuhan seperti Pak Tono menjual Rizka seharga 60 juta.

"Bang Rizki mau kemana?" Ia mengucek-ngucek mata. "Jangan tinggalin Khanza lagi. Khanza takut." 

"Gak mau. Khanza takut." 

Mungkin bagi saya seorang Ibu yang meninggalkan anak di rumah, ada rasa khawatir. Melihat Khanza ditinggal di kontrakan saya juga ikut cemas, jadinya. 

Bahasa yang sederhana, tapi ada "rasa" menyentuh saat membacanya. Tak heran buku J.S Khairen menjadi buku best seller dan saat saya baca buku ini sudah cetak ulang ke sekian kali. 

Setiap mendengar kabar buruk, hari kita seperti dibelah. Yang tadinya cerah, menarik dan menyenangkan tetiba suram dan menakutkan. 

Segeralah cari tempat berteduh. Alam perasaanmu tiba-tiba digoncang dan tentunya tidak baik-baik saja. Jangan dilawan Karena sama seperti badai yang datang tiba-tiba, atau gempa yang mengguncang seketika, kalau kita tidak sigap mencari tempat aman, akibatnya buruk sekali. (halaman 84)

Di akhir bab, terkadang J.S Khairen memiliki spoiler tentang bab selanjutnya, gunanya untuk memberi tahu pembaca agar tidak beranjak dari cerita. 

Namun ternyata hari yang baik itu tak berlangsung lama. Esok hari, perjalanan burukku menjadi manusia coret kembali berlanjut. Kali ini urusannya dengan nyawa adikku. (halaman 115) 

J.S Khairen mengambil tema yang dekat dengan pembaca, anak yatim, saya pernah membaca buku remaja dengan tema seperti dan mengambil setting cerita surealis berjudul Novel Kereta Malam Menuju Harlok - Maya Lestari Gf

Bedanya, buku J.S Khairen ini banyak cerita actionnya, malah sempat terpikir seperti film-film drama korea ada bisnis jual organ. Rizki mencari keberadaan Rizka yang baru diadopsi, mencari tahu siapa orang tua angkatnya, apalagi Pak Tono, pemilik panti dapat 60 juta. 

Apa Rizka jadi korban yang diambil ginjalnya? karena ada scene di cerita yang menyatakan ada anak yang diculik, dan ada yang meninggal. 

Rizka dicari tak ketemu. Malah Junet juga ikut hilang. Alhasil Rizki, Rani dan geng terminal Si Lincah, Si Gembil dan Si Singlet mereka naik motor mencari tahu, tak ingin melapor ke polisi tapi mencari tahu. 

Setelah pembaca dibawa naik motor Rizki dan Rani yang mencari-cari adik mereka, ketahuanlah Rizka ternyata tidak diasuh oleh orang jahat, akan tetapi Ayah dan Ibu angkatnya sangat baik. 

Banyak scene yang menunjukkan Rizka berubah dan senang dengan keluarga barunya. Rizki terlihat sedikit cemburu, sekaligus lega saat Rizka memanggil Ayah Ibu angkatnya dengan sebutan "Ibu Bapak". 

Masya Allah, ada rasa terharu saat Ayah Ibu yang mendambakan kehadiran seorang anak, kehadiran Rizka dinantikan karena mirip dengan almarhum anaknya. 

Setelah dicari, Khanza rupanya telah diamankan oleh Dinsos. Sehabis itu, Rizki benar-benar menghilang. Sementara itu, Rani mendirikan panti asuhan baru dan ada Khanza ada di dalamnya. 

Saya merasa lega dengan cerita endingnya saat Rani mau menikah dan calon suaminya meminta Rizka ikut ke Jakarta, sementara panti asuhan dikelola orang lain. Rani akhirnya mengangkat Khanza jadi adik/ anaknya, lantaran Rizki tak pernah terlihat setelah itu. Pernah terlihat sekali, saat mengembalikan foto Rani pada Khanza. 

berfoto dengan buku js khairen

Kesimpulan

Cerita ditutup dengan POV Rizki saat ia mengatakan selamat lebaran di tempat baru kalian masing-masing. Besok baju lebaran yang Abang belikan, pakai ya. Novel ini bercerita dari H-7 lebaran sampai H-1 lebaran. 

Dari sampul cover, ada punggung Rizki dan ada sapu yang pernah dia jual--ada di dalam cerita. Di belakang cover, ada Rizka dan juga Khanza. Cover bukunya bagus, dan di beberapa halaman terakhir ada kertas full hitam.

 POV Rani saat Rani mencari-cari Rizki, tapi Rizki mengabaikannya. Hampir semula terpikir apa Rizki dan Rani akan jadi jodoh? 

Tapi ini cerita realis, sepertinya tidak mungkin karena beda status sosial, pendidikan, dan lain-lainnya. Rani punya calon suami sendiri meski akhirnya sempat putus, tapi kemudian bertemu lagi dan Rani langsung dilamar. 

Ending yang sangat disukai bagi para pembaca Indonesia. Selamat J.S Khairen pasti risetnya juga sangat mendalam ke Dinsos, ke panti asuhan, ke jalanan, anak gelandangan, ke orang tua angkat, orang tua yang hendak mengadopsi anak. 

Kado Terbaik itu adalah Rizki. Bacaan ringan, menyentuh dan slice of life. Butuh sekitar 3 hari untuk menamatkan buku ini, terhitung cepat bagi saya karena sibuk domestik dan rutinitas mengajar ada rasa senang bisa membaca di sela-sela kesibukan. Aska, anak saya juga sudah menamatkan buku ini. Selamat membaca untuk anak-anak Indonesia! [ ]

DATA BUKU 

Judul: Kado Terbaik 

Penulis: J.S Khairen

Cetakan: Kedua, Juli 2022 

Penerbit: Grasindo 

Tebal: 245 halaman 

No comments