Proses Kreatif Novel Petualangan di Negeri Kabut - Sri Al Hidayati

Novel Petualangan di Negeri Kabut - Sri Al Hidayati

Judul buku: Petualangan di Negeri Kabut 

Penulis: Sri Al Hidayati 

Cetakan: 1, Oktober 2021 

Penerbit: Lovrinz Publishing, Cirebon

Tebal: 170 halaman 

ISBN: 978-623-5590-26-0


Kelebihan Novel Petualangan di Negeri Kabut 

1. Buku Petualangan di Negeri Kabut cocok untuk anak dan remaja 

Buku Petualangan di Negeri Kabut cocok untuk anak dan remaja, bercerita tentang persahabatan, nilai-nilai keluarga, senang menolong teman, dan punya empati tinggi. Ada juga adegan laga yang bikin deg-degan dan seru. Jadi bikin penasaran bacanya... Keseruan layla saat di Negeri Kabut dan teman-temannya Prajurit Negeri Kabut yang berhadapan dengan Tuan Harry, tokoh antagonis dalam novel "Petualangan di Negeri Kabut" 

2. Sudah terdaftar ISBN 



Alhamdulillah senang buku sudah terdaftar ISBN-nya. 

3. Buku yang dapat menghibur dan menjadi teman baca dimanapun berada 



Proses Kreatif Petualangan di Negeri Kabut  

Proses kreatif dari novel Petualangan di Negeri Kabut melewati proses yang cukup panjang. Karena ini novel perdana saya, saya belajar dulu dari guru saya dan banyak banget catatan. Hampir semuanya dari alur, penokohan, gaya bertutur pokoknya gak ada yang bener. Hehehe ....

Kalau inget jadi senyum-senyum sendiri. Dulu saya nulis tokoh sudut pandang orang ketiga, tapi di tengah-tengah tulisan dari sudut pandang orang lain. Seharusnya saya fokus di tokoh utama. Hadeuh pokoknya.  

Jadi saya ganti tokoh sudut pandang pertama. Alhamdulillah sudah selesai, dan pengen nulis novel berikutnya dari sudut pandang orang ketiga. 

Saya juga dapat catatan banyak seperti:

- Fiksi fantasi kalau bisa netral, tidak bisa disatukan dengan islam karena itu bertentangan Proses kreatif nulis novel, sedikit flash back ya, jadi awalnya itu tokoh utama saya itu pakai kerudung. Lho nulis fantasi tapi kok pakai kerudung?

Saya dapat saran dari senior penulis favorit saya, beliau ngasih tau kalau nulis fiksi fantasi itu gak bisa disatuin dengan islam. Jadi kayak bertentangan gitu. 

Alhasil saya rombak naskah saya, dan mengganti tokoh fiksi saya jadi gak pakai kerudung. 

- Di naskah saya juga banyak banget istilah islam seperti kata Masya Allah, insyaAllah, dan lain-lain, ternyata kalau fiksi fantasi itu harus netral. Jadilah naskah saya bersih dari hal-hal berbau islami. 

Hanya nama tokoh utamanya aja yang nggak berubah yaitu Layla. Yang lainnya nama tokohnya "netral" semua. 

Sedih iya, karena sebenarnya ingin punya novel islami. Next, mudah-mudahan bisa nulis realis 

2. Ikut challenge 30 hari menulis 

Saya ikut challenge 30 hari menulis, namun sebenarnya garis besar cerita sudah cukup lama, dan pas di challenge dimulai, ada aja perubahan yang terjadi dari mulai alur, tokoh, dan lain-lain 

3. Setelah tulisan selesai, tulisan diendapkan dulu 

Setelah naskah selesai, biasanya tulisan saya simpan dulu. Jadi gak langsung diedit. Biasanya kalau udah beberapa hari atau minggu buka lagi baru nanti suka pengen ada yang dirombak yang kurang-kurangnya. 

4. Meminta teman yang dipercaya sebagai editor 

Dibandingkan dengan self editing, saya lebih suka tulisan saya diedit oleh editor. Senang banget tulisan saya dipoles dan mendapat masukan banyak banget dari editor saya. 

Jadi tahu banyak tentang EYD, dan cara menulis yang bagus, harus nyambung dengan alur di bab sebelumnya, dan lain-lain.

Tapi karena Penerbit ngejar-ngejar tulisan saya supaya cepet beres hihi ..., jadi hanya sebagian bab saja yang memakai editor. Sisanya saya tetap mengusahakan agar halaman terakhir dengan bab-bab pertama, bisa senada gayanya dengan di awal. 

5. Menge-proof lagi diksi dan tulisan kita 

Kita membaca lagi dari awal halaman sampai akhir halaman dan pastikan tidak ada salah kata, eyd, dan meminimalisir itu agar pembaca nyaman saat membaca buku kita. 

6. Mencari ide untuk cover 

Kita bisa memilih, mau cover oleh desainer atau ilustrator (kartun). Saya sendiri karena sudah bekerjasama dengan ilustrator, jadi menyampaikan ide-ide konsep cover dan nanti dibuatkan oleh ilustrator. 

Senangnya saya juga mendapat bantuan dari editor saat menentukan cover bagaimana yang bagus. Karena fiksi fantasi, cover saya bagusnya tokoh utamanya harus berekspresi ketika di Negeri Kabut misalkan tidak datar ekspresinya. Kemudian sepatu nya juga mendukung yang cocok di area ekstrem  terlebih di Negeri Kabut. DI cerita saya juga ada laga-nya. 

Untuk Ilustrasi novel 

Jadi saat saya membuat buku itu, ada buat cover buku segebret atau istilah nya satu spreed. 

Nah setelah itu ukuran bukunya berapa. 

Ada yang 14 x 20 cm terus punggungnya 2 cm 

Ukuran Kertas Seri A5 adalah 14,8 x 21,0 CM. Ukuran Kertas Seri A6 adalah 10,5 x 14,8 CM. Ukuran Kertas Seri A7 adalah 7,4 x 10,5 CM. Ukuran Kertas Seri A8 adalah 5,2 x 7,4 CM.

Lebih baik sudah ditentukan dari awal lebih baik. Misal job desk ilustrator itu apa sudah dengan desain cover saja, apa termasuk dengan revisi. Kemudian bisa nggak ditambah dengan desain pembatas buku, apa harganya beda lagi. 

Lalu untuk desain cover belakang seperti apa. Gitu. 

Mengapa ditentukan dari awal untuk desain cover apa sama dengan pembatas buku juga? 

Karena daripada bulak balik minta tolong desain cover soalnya dari penerbit biasanya gak mau ribet untuk ngurusin yang bukan hasil desain penerbit yang didesain mereka. Jadi kalau misal penulis kerjasama dengan ilustrator sendiri dia bisa mengusahakan semuanya sekalian dari awal seperti: 

- desain cover 

- cover depan belakang sudah termasuk endorse atau blurb 

- pembatas buku 

- biaya revisi kalau ada yang kurang dari ilustrator 

Itu yang bisa jadi pertimbangan. 

Dan saat cetak itu direkomendasikan sama teh fitri supaya covernya doff aja, nggak mengkilat juga. 

Hasilnya juga bagus. Alhamdulillah 

7. Minta endorse Ulasan dari Dosen Bahasa Indonesia  

Melalui novel ini, Sri mengajak kita bertualang ke dunia alternatif, tempat pelarian dari dunia nyata yang dirasa sumpek, membosankan, dan rusak. Selain sebagai pelarian, dunia alternatif memberikan ruang bagi kita untuk menjadi apa yang kita inginkan. Kita menjadi tokoh utama, sementara di dunia nyata kita kerap terpinggirkan. Petualangan di Negeri Kabut mengingatkan kita pada Harry Potter, The Chronicle of Narnia, namun a la Indonesia, yang gue banget. (Topik Mulyana, Dosen Bahasa Indonesia Universitas Katolik Parahyangan)

Order via Shopee


8. Siap Open Pre Order dan Market Buku Sendiri Yuk 

Sinopsis: 

Layla, seorang gadis SMP, terjebak di sebuah dunia paralel bernama Negeri kabut. Dia ingin tahu lebih banyak tentang Negeri Kabut. Tak disangka, dia melihat sosok ayahnya di Negeri Kabut. Padahal, ayahnya telah meninggal dunia. Layla merasa kakaknya, Kak Nanda, tahu banyak tentang Negeri Kabut. Kak Nanda pun dekat dengan Tuan Harry. Layla ingin orang-orang di dekatnya bisa terlepas dari jeratan Tuan Harry. Bagaimanakah Layla menolong orang-orang terdekatnya?



Alhamdulillah, novel "Petualangan di Negeri Kabut" udah open Pre Order (PO) ya! Ada harga khusus untuk pemesanan tanggal 22 Oktober - 5 November 2021 Rp 75.900 dari harga normal Rp 100.900. Senangnya bisa lebih hemat Rp 25.000 juga. Pembelian saat PO free gantungan kunci desain cover lho.

Ajak adik, saudara, ponakan, teman, tetangga buat baca fiksi fantasi "Petualangan di Negeri Kabut" ini 😊 Minat order nih, Kak ... cara ordernya gimana? bisa via Shopee, linknya ini ya >> novel petualangan di negeri kabut atau klik link at bio.

Untuk info pemesanan selain apk, bisa ke nomor 085720304344 ya. Terimakasih

15 comments

  1. Waah, selamat mbak akhirnya berhasil menerbitkan buku, yeyeee👏
    Membuat cerita fiksi susah banget ya mbak Sri, saya berkali-kali nyoba selalu gagal. Udahlah menciptakan karakter yang pas, mikirin jalan cerita dan yang paling sulit konsistensi. Tapi salut lho sama mbak yang berhasil nulis novel fiksi fantasi sampe rela merombak penampilam sosok sang tokoh

    ReplyDelete
  2. Waah, Selamat yaa launching Novel Petualangan di negeri Kabut.
    Keren banget baca kelebihan2nya Novel ini, baca sinopsisnya pun anak remaja banget yaa cerita yang relate dengan kehidupan tentang persahabatan, nilai-nilai keluarga, senang menolong teman, dan punya empati tinggi.

    ReplyDelete
  3. Menarik banget nih Mba, saya coba nanya anak saya deh, mau nggak dia baca novel remaja, soalnya selama ini dia lebih tertarik baca komik atau buku yang ada gambarnya.

    Padahal novel lebih seru sih menurut saya, jadi jalan imajinasinya :)
    btw, keren banget perjalanannya dalam menuliskan buku ini, berawal dari tantangan, jadi buku, masha Allah :)

    ReplyDelete
  4. masya allah, selamat yaaaa untuk penerbitan bukunya.
    nggak mudah bisa menulis buku solo, apalagi fiksi, sesuatu yang sering saya hindari karena gak berani berimajinasi hehe..

    sekali lagi, semoga sukseesss.. .laris manis buat novelnya dan bermanfaat untuk pembacanya

    ReplyDelete
  5. Selamat kak! Saya aja belum pernah terbitin buku. Niat sih ada ya, tapi konsisten itu yang susah. Makasih juga pencerahannya soal proses nulisnya

    ReplyDelete
  6. wah, selamat mbaaa sudah menerbitkan novel perdananya. keren banget yaampun..
    kapan ya aku bisa nerbitin buku juga. hehe.. sukses ya mbaa buat bukunya..

    ReplyDelete
  7. Anak jaman sekarang nih harus juga belajar membaca buku dengan tulisan bangayk bukan cuma komik ya. Novel Petuangan di Negeri Kabut juga bisa jadi rekomendasi anak & remaja ya.
    Selamay ya mbak untuk novelnya.

    ReplyDelete
  8. Luar biasa niiih... selamat ya Mba Sri atas novel perdananya. Pengin juga nih bisa niru semangat nulis gini dan punya karya sendiri. Semoga laris manis bukunya ya mba. Mau cuzz ah ke Shopee dan lihat cara ordernya.

    ReplyDelete
  9. Keren mba semoga lancar dan banyak orangnya nih bukunya..dan ditunggu karya buku islam ya yah ternyata harus netral ya untuk november petualangan begini

    ReplyDelete
  10. Selamat mba Sri, Masya Allah keren banget udah menerbitkan buku solo.
    Aku baru tahu kalo genre fantasi tidak bisa disisipkan nilai nilai islami. Padahal bisa untuk mengajak pembaca belajar agama ya

    ReplyDelete
  11. Maa syaa Allaah. Baarakallaah ya Mbak atas kelahiran novel perdananya. Nah, saya baru tahu nih ternyata kalau mau buat novel dengan genre fiksi fantasi gak bisa dicampur dengan tema islam ya. Mungkin jadinya rancu aja ya karena emang selama ini kalau baca cerita fantasi gitu emang netral dan gak ada unsur islaminya

    ReplyDelete
  12. Keren banget Teh Sri, selamat ya atas terbit novel petualangannya, semoga sukses laris manis banyak penggemarnya

    ReplyDelete
  13. Barakallahu fiik, kak..
    Senang sekali rasanya sudah melahirkan karya solo. Pasti ini bikin deg-degan selama prosesnya yaa..

    Perjalanan menelurkan karya masih panjang, semoga akan ada adik-adiknya nih..

    ReplyDelete
  14. selamaaat ya mba. Congratulations for your novel dan aku yakin memang psti seru bangeet ceritanyaa

    ReplyDelete
  15. selamat ya mbaa.. aku suka deh sama covernya, bikin penasaran dan pengen baca bukunya!
    kebetulan saya suka banget novel petualangan fantasy gini

    ReplyDelete