Juara Hafiz Indonesia 2019

Thursday, May 30, 2019




Tak terasa lulusan Hafiz Indonesia sudah 5 angkatan. Dari mulai Hilya di Hafiz Indonesia 2013, sampai tahun kemarin 2018 juara pertamanya Aida. jika dijumlah maka sudah puluhan orang yang mendapat pendidikan Al Quran dari acara Hafiz Indonesia.

Dan di acara Hafiz Indonesia 2019 ini, tim penguji yang membacakan Al Quran pada peserta Hafiz Indonesia adalah kakak-kakak alumni Hafiz Indonesia. Dari mulai Hilya, Fawwaz, dan lain-lain. Kayla, Firda, Enri juga turut diundang ke acara Hafiz Indonesia.

Sempat terbersit sebetulnya bagus sekali ya Hafiz Indonesia ini, selain mensyiarkan dakwah, juga menyampaikan pesan bahwa Al Quran itu ‘terjaga’ sepanjang masa. Semata-mata mengetes hafalan Al Quran di acara Hafiz Indonesia adalah untuk mengukur tingkat hafalan masing-masing.

Bagaimana peserta menjawab tantangan juri? Banyak tantangan setiap episodenya: tantangan rasi bintang, tajwid, terjemah ayat, sambung ayat, dan seterusnya. Setiap anak yang sudah masuk Hafiz Indonesia tentu sudah melewati rangkaian tes dan tersaring yang terbaik hingga tersaring 30  orang.
Lalu bagaimana ulasan Hafiz Indonesia musim ini?

Di Hafiz Indonesia 2019 ini yang sama itu MC-nya. Sejak tahun 2013, MC Hafiz Indonesia tak berubah yaitu Irfan Hakim, disapa Kak Irfan. Dan juri Hafiz Indonesia di musim ini ada Kak Nabila, Abi Amir Faishal Fath, dan Habib Nabiel Al Musawa, pimpinan dari ormas Majelis Rasulullah pusat Indonesia.


Namun Habib Nabiel hanya beberapa episode saja, kemudian digantikan dengan Ustadz Bachtiar Natsir. Tapi sayangnya wajah ustadz Bachtiar Natsir tidak terlihat di TV. Sudut pandang yang diambil dari arah lain, jadi kita hanya bisa dengar suara Ustadz Bactiar Natsir saja. Sedih. Karena tersangkut dengan kasus yang lagi rame beliau dituduh. Stop persekusi ulama.

Kak Nabila mengkritik dari segi bacaan dan memberi pemahaman kepada peserta sehingga peserta semakin paham tajwid dan teknik membaca. Sedangkan Abi Amir, ahli tafsir Al Quran. Beliau memberikan hikmah yang bisa dipetik dari ayat-ayat yang dibacakan peserta hafiz.
Pernah juga suami Kak Nabila menjadi juri.

Sekarang kenalan yuk dengan para peserta Hafiz Indonesia 2019!

1. Annisa (Bengkalis, 8 tahun)  

Annisa berasal dari kota yang sama dengan Humaira, Bengkalis. Annisa memiliki hafalan 30 juz lho. Hal tersebut membuat daya lebih dibanding Humaira yang baru menghafal 7 juz. Anisa menjadi juara pertama di Hafiz Indonesia 2019, dan mendapat 3 paket umrah dan uang senilai 100 juta.

Selamat ya Anisa! Senang deh dengan ummi-nya Anisa yang sering memberi tausyiah bahwa mengulang hafalan itu seumur hidup. Masya Allah. Barakallahufikum.

Annisa belajar berbicara sudah didengarkan dengan ayat ayat Al Quran. Usia 2 tahun 8 bulan sudah masuk Al Quran, dan usia 3 tahun 10 bulan sudah khattam Al Quran. Di sekolahnya pun Annisa berprestasi dan meraih rangking pertama. Selamat ya, Annisa!

2. Humaira, 9 tahun, Bengkalis
Humaira Hafiz Indonesia 2019
Humaira hafal 7 juz asal Bengkalis. Sehari-hari belajar di Tahfiz Sohibul Quran. Saat mendengar Humaira mengaji, seperti mendengar qari qariah. Baru kali ini denger di Hafiz Indonesia ada yang hafal Al Quran dan ngaji perempuannya seperti qari. Kalau Hilya dan Aida kan tidak seperti itu.

Humaira juga memiliki kelebihan dapat mengikuti irama pembaca Al Quran. Saat di Hafiz Indonesia merasa terenyuh karena Humaira paling tulus kelihatannya sangat sayang dengan Al Quran. Ia berkata, “AlQuran adalah teman karibku setiap waktu”. Masya Allah.

Saat dilihat ternyata Alquran yang nemenin Humaira sehari-hari sudah koyak halamannya udah gak rapat. Tapi berarti memang Humaira terus membacanya kan?! Bukti Al Quran dibaca itu yaa seperti itu. Ada bekasnya. Tidak utuh lagi. Yang harus dipermasalahkan itu kalau Alqurannya gak pernah dibaca.

“Alquran ini menjadi saksi di akhirat kelak bahwa Al Quran ini dipakai untuk menghafal Alquran. Alquran akan menjaga kamu sampai akhir hayat yang akan menolong ayah ke surga.” Saat Kak Irfan bilang seperti itu. Humaira memeluk Alqurannya erat-erat dan menangis.

Oiya saya sangka Humaira akan mendapat juara 1. (Saya menjagokan Humaira--cung yang sama!) Humaira bahkan mendapat 3 pin faiz lho. Dan 1 diberikan kepada Naja. Hadiah parsel paket Al Quran juga sering Humaira berikan pada temen-temannya.

Humaira mendapat juara Hafiz Indonesia yang ke-2 dan uang senilai 75 juta dan paket umrah untuk 3 orang. Selamat ya Humaira!

3. Zuhrah (9 tahun) 
Zuhrah Hafiz Indonesia 2019
Zuhrah ini memiliki hafalan Alquran sebanyak 24 juz dan memiliki 1 pin hafiz quran. Zuhrah mempunyai suara yang merdu saat membaca Al Quran. Seneng deh kalau Zuhrah udah nyanyi lagu “Hafiz Quran”. Yuk simak lagunya.

Lagu Hafiz Quran by Zuhrah Hafiz Indonesia
Telah kuputuskan satu impian 
Aku ingin jadi hafiz quran
Ku akan bertahan walau sulit melelahkan
Allah beri aku kekuatan

Kuimpikan sepasang mahkota tuk berikan di akhirat kelak
Sebagai pertanda bahwa kau sangat kucinta
Aku cinta engkau karena Allah

Kucinta Ummi, kucinta Abi
Kuharap doamu selalu dalam hati
Kucinta Ummi, kucinta Abi
Kuberharap, ku bersama di surga-Nya nanti

Di Hafiz Indonesia sekarang banyak juga sesi menyanyi tantangan dari Kak Irfan. Saya kurang tahu kenapa jadi ada sesi nyanyi yaa.. he. Memang kan sebenarnya bukan penyanyi ya jadi rada kurang bagus sih menurut saya, karena mereka cocoknya menghafal Al Quran dan melantunkan ayat-ayat Al Quran. Yang paling saya suka peserta Hafiz Indonesia nyanyi yaa motivasi Quran kayak Zuhrah ini. Alhamdulillah Zuhrah mendapat juara hafiz Indonesia ke-3 dan mendapat paket umrah untuk 3 orang dan uang senilai 50 juta. Selamat ya Zuhrah!

4. Arim (Malang, 8 tahun) 
Arim Hafiz Indonesia 2019
Arim ini termasuk anak yang paling murah senyum dan ramah anaknya. Memiliki hafalan sebanyak 5 juz, Arim juga memiliki suara yang bagus saat melantunkan ayat-ayat.

Arim juga jago pencak silat lho! Di panggung Hafiz Indonesia, Arim pernah menunjukkan kebolehannya. Arim dibesarkan oleh orang tua yang bekerja. Ayah seorang dokter umum, dan ibu seorang pengajar, mengajarkan Arim menjadi anak yang mandiri. Arim juga memiliki kelinci bernama Jesica. Arim bertahan di 4 besar dan alhamdulillah mendapat hadiah umrah untuk 2 orang. Ibunda Arim menangis terharu karena mendapat hadiah terbaik dari Allah. Selamat

5. Naja (Mataram, 9 tahun) 
Naja hafal 30 juz, menghafal dengan mendengar murattal Alquran 
Naja meski memiliki keterbatasan fisik sehingga harus duduk di kursi roda, Namun Naja mampu menghafal 30 juz Al Quran. Naja memang menderita lumpuh otak, jadi motoriknya tidak terkontrol. Tapi ia seperti penghafal-penghafal Al Quran yang lain. Hafalannya sangat kuat, bukan hafal saja, Naja juga tahu letak-letak ayatnya, juz berapa, halaman berapa, ia tahu. Kalau mau tes maju berapa halaman juga Naja tahu. Masya Allah!

Naja mampu menghafal Al Quran hanya dalam 10 bulan saja. bahkan pernah Naja sampai pernah tidak bisa tidur karena mendengar komentar Kak Nabila tentang bacaan ayatnya. Kak Nabila menangis karena merasa bersalah. Tapi semata-mata Kak Nabila ingin mendorong supaya Naja lebih baik lagi dari pelafalan meski mungkin memang agak sulit karena keterbatasan Naja.

Naja pernah tereliminasi saat 8 besar pada tantangan belajar tajwid. Seisi studio menangis karena Naja hafalannya 30 juz, tapi harus tereliminasi. Tapi qodarullah Naja dapat kesempatan mendapatkan pin syafaat dari para dewan juri sehingga bisa melanjutkan kompetisi lagi.

Mamanya Naja juga menceritakan saat tereliminasi, Naja tidak berkecil hati. Naja justru semangat belajar tajwid. Jangan patah semangat saat gagal. Itu kuncinya.

Pernah suatu ketika saat Naja dan keluarga sedang nonton Doraemon di bioskop, Naja bilang pada Mamanya, “Ma, Naja pengen pulang, Ma. Ayo kita murajaah.” Naja malah ingat untuk mengulang hafalannya. MasyaAllah. Allah menjaga Naja. Naja bertahan sampai 5 besar. Naja juga mendapat predikat yang kuat hafalannya.

6. Kembar Nino dan Nuno (Semarang, 8 tahun)
Nino & Nuno Hafiz Indonesia 2019
Di ajang Hafiz Indonesia kali ini, ada pasangan kembar yang lolos, yakni Nino dan Nuno. Meski kembar, keduanya memiliki sifat yang berbeda.

Ibunda Nino dan Nuno yang melahirkan secara caesar ini dalam kehidupan sehari-harinya tinggal berjauhan dengan suami (LDR). Ayahnya pindah-pindah. Kepandaian Nuno dalam menebak soal Matematika patut diperhitungkan.

Kalau sang adik, Nino pandai mengotak atik rubick. Ada di kanal youtube kak irfan. Sayang Nino mesti tereliminasi terlebih dulu dibanding Nuno.

Nuno memiliki hafalan 6 juz. Nuno mesti tereliminasi di 6 besar. Tidak mengapa, tetap semangat ya Nuno!

7. Hasbi 
Hasbi Hafiz Indonesia 2019
Hasbi anak yang lahir dan dibesarkan oleh ibu yang single fighter. Meski dibesarkan oleh 1 orang tua, Hasbi adalah anak yang sholeh dan akhlaknya yang paling bagus dibandingkan peserta-peserta Hafiz lainnya. Adab kepada umminya menunjukkan rasa sayang yang luar biasa kepada Umminya. Hasbi pernah menangis di Hafiz Indonesia karena kerinduan yang sangat kepada Ayahnya.

Hasbi menangis karena belum pernah bertemu dengan Ayahnya, seumur hidupnya. Kebayang ya anak gak pernah ketemu orang tua. Mungkin ada rasa minder saat melihat teman-teman berkumpul dengan orang tuanya. Hasbi bertahan sampai 7 besar. Semangat terus Hasbi!

8. Salwa (Jakarta, 6 tahun)
Salwa 
Salwa memiliki hafalan sebanyak 6 juz Al Quran. Salwa memiliki suara yang indah saat melantunkan ayat Al Quran. Salwa sempat tereliminasi dan Alhamdulillah mendapat pin syafaat.

Mama Salwa merasa terdorong untuk lebih baik lagi dalam membaca Al Quran sehingga belajar kaidah-kaidah makhorijul huruf, juga karena ibunya rutin mengajarkan talaqqi di rumah. Sering Salwa agak susah merespon dua arah ketika bertemu dengan orang baru. Salwa kembali tereliminasi di 6 besar. Dan uniknya Salwa tidak menangis. Sedangkan teman-temannya menangis. Salwa kuat masya Allah. Semangat selalu, Salwa!

9. Kayla (Depok, 9 tahun) 
Kayla senang dengan sejarah islam
Kayla bercita-cita menjadi hafizah yang ahli sejarah Islam. Kayla ini termasuk yang sudah besar 12 di peserta Hafiz Indonesia.

10. Harun (Jakarta, 9 tahun)
Harun Hafiz Indonesia 
Harun sehari-hari belajar di pesantren. Saat ini hafalannya sudah 14 juz. Suaranya bagus saat mengaji, makhorijul  hurufnya juga sering tepat. Oya Harun ini anaknya ekspresif yaa, dan juga lucu. Sering saat ada teman-temannya tereliminasi, Harun lebih menangis daripada yang tereliminasi. Harun juga pandai melontarkan pantun. Sepintas wajahnya mirip dengan sang Ayah. Ayahnya seorang polisi. Pada saat dia tereleminasi juga Harun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

11. Ayeman (Cimahi, 8 tahun) 
Ayeman hafiz indonesia 2019
Ayeman lahir dan besar sampai usia 5 tahun di Australia. Dari kecil Ayeman tertarik dengan Al Quran. Orang tuanya pun tidak mengajarkannya menonton TV, jadi Ayeman lebih banyak bercengkrama dengan buku sebagai media pembelajaran.

Sekilas kita akan melihat Ayeman ini mirip dengan Iqbal Eks CJR. Tapi dulu yaa Iqbal pas masih remaja. Ayeman jago bahasa Inggris seperti ayahnya, dan suka main bola dan sejarah. Ayeman tereliminasi dan sempat akan dapat kesempatan masuk lagi untuk dapat pin syafaat, tapi sayangnya tidak berhasil.

12. Husnul (Lampung, 9 tahun)
Husnul menghafal Alquran, hobi berkuda & memanah
Saya teringat momen Husnul yang menangis saat tantangan “sambung ayat”. Husnul menangis karena tidak bisa melanjutkan, tersendat-sendat saat membaca. Ia sedih karena tidak bisa menyelesaikan ayatnya. Saya langsung menangis. Betapa sedihnya saat tidak bisa melanjutkan ayat. Bagaimana dengan kita?

13. Fara (Jombang, 6 tahun)
Fara Hafiz Indonesia 2019
Fara termasuk anak yang pemalu. Sebelum tampil di atas panggung, Fara termasuk yang nervous deg degan. Bahkan saat di belakang panggung, Fara nangis-nangis, bahkan muntah-muntah. Tidak menyangka beberapa hari kemudian bisa tampil dengan percaya diri dan berani.

Oiya saat Kakek Fara dateng menengok karena sudah 3 minggu di panggung Hafiz Indonesia, kangen, Kakek Fara datang ke studio untuk melihat Fara tampil di atas panggung Hafiz Indonesia. Ada rasa bangga dari sang kakek, namun sedihnya itu menjadi hari terakhir Fara berada di panggung Hafiz Indonesia dan mesti melanjutkan belajar di rumah.

Sedih karena ketika Kakek Fara menonton hadir, sekaligus juga menjemput Fara untuk pulang secara tidak langsung. Tidak mengapa Fara tetap semangat, ya!

Peserta pandai melantunkan ayat-ayat Al Quran. Luar biasanya mereka bisa tahu 2 ayat sebelum yang dibacakan, 2 ayat setelah yang dibacakan, 10 halaman sesudah, maju 100 halaman selanjutnya, ayat paling atas, ayat paling bawah, dan seterusnya.
Mupeng? Iya. Malu? Iya.

Sering terpikir, anak-anak yang masih kecil itu, bagaimana cara orang tua mendidik anak-anaknya sehingga bisa begitu fasih membaca ayat-ayat Al Quran? Pasti cukup sulit, membangunkan, membantu anak menghafal, mengulang hafalan, mengurangi jam main. Luar biasa.

Untuk anak yang ingin ikut Hafiz Indonesia 2020, pastinya sudah mesti ancang-ancang dari sekarang. Menghafal Al Quran, mengulang hafalan, dan seterusnya.

Pelajaran berharga bagi kita meski belum bisa seistiqamah mereka, bisa menjadi daya juang bagi orang tua bukan sekadar membesarkan anak, tapi juga mendidiknya menjadi sholeh. Karena keren itu ga cukup. Keren itu kalau udah sholeh! Kata Mama Nuno. Sampai jumpa di Hafiz Indonesia 2020! 

You Might Also Like

0 komentar

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#