Mengenalkan MPASI Pada Bayi Mulai 6 bulan

Saturday, March 23, 2019

Mengenal mpasi bayi 6 bulan

Siapa yang deg-degan ketika bayi mendekati usia 6 bulan? Kenapa gitu 6 bulan?
Ya waktunya memberikan MPASI, makanan pendamping ASI.

Tapi ada lho Mbak yang masih 3 bulan, 4 bulan udah dikasih nasi. Itu gimana? Nah, belum waktunya say. Kasian bayinya. Dan lagi bayi <6 bulan akan berisiko MPASI Dini.

Salah satu risikonya yakni: Meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan kondisi alergi lainnya karena bayi belum mampu mencerna dan menyerap makanan dengan baik.

Baca selengkapnya: Risiko MPASI Dini 

Nah bingungnya kalau udah 6 bulan sebagai new mom,
"Kira-kira mau dikasih makan apa ya nanti?"
"Cara bikin bubur bayi gimana ya?"
"Makanan apa yang bisa dikenalkan dulu ya?"Sayur dulu atau buah dulu? 

Yuk simak selengkapnya.
Teteh Aska lagi sakit, kemarinnya Adzki demam. Teteh Aska suka nyuapin adeknya 

Saya kenalkan dulu yaa, ini mengenalkan menu MPASI untuk anak saya nomor 2, namanya Adzki. Adzki lahir 13 September, harusnya tepat 6 bulan itu 13 Maret udah mulai start MPASI, tapi baru saya kasih MPASI dua hari kemudian karena masih jet lag pulang dari Malang.

Sebenernya sempat terpikir, rada ribet ya karena mesti buat menu baru (misah dari orang dewasa) dan jadinya kalau dipikir-pikir, makanannya lebih bergizi adek bayi daripada kita, emak bapaknya. Hehe.

Mencoba mengenalkan buah terlebih dulu
Akhirnya saya pun mencoba mengenalkan buah terlebih dulu seperti pisang dan juga pepaya. Pada saat makan buah pisang kerok, saya berikan 2 hari awal untuk melihat responnya, baru lanjut memberi pepaya di hari ke-3 dan ke-4.

Dan ketika hari 4 pup, adek bayi merengek dan terlihat perlu kerja ekstra untuk ngeden. Ya, ternyata dia sembelit. Pupnya sudah padat, ketika makan buah mengandung serat tinggi. Karena saya masih kaget, saya tidak memberi dulu buah sementara waktu.

Lalu mengapa bayi sembelit?
Karena serat yang berlebih dan protein kurang, dapat membuat bayi sembelit. Komposisi yang benar dapat meminimalkan risiko bayi sembelit.

Jadi, mengenalkan buah pada bayi secukupnya sesuai rentang usianya. Bisa juga buah itu hanya snack, makan besar nya yang makan nasi tim.

Mencoba mengenalkan sayur pada bayi 6 bulan 
Sejak bayi lahir, Ibu mertua sering mengingatkan agar saya mengenalkan sayur dulu saat MPASI ketimbang buah.

Mungkin ya berfikirnya karena kalau buah kan manis jadi langsung suka. Jadi sebaiknya bayi makan dulu sayur (brokoli, wortel, bayam, dll) sebelum buah. Biar kenal dulu dengan aneka ragam sayur dan jadi suka sayur.

Keesokan harinya, adek bayi diberi MPASI nasi tim.

Sebenarnya untuk anak pertama sendiri saya sudah lupa ketika MPASI Aska seperti apa, karena dulu saya masih bekerja di kantor. Yang menyiapkan makan MPASI si kecil ya ibu mertua. Dan kini alhamdulillah tsumma alhamdulillah beliau juga mengajari lagi saya menu ragam resep dan caranya.

Nah, ibu ibu sebenarnya kalau gak mau ribet bikin menu baru MPASI, ibu bisa menyamakan menunya dengan makanan yang sedang ibu masak di dapur.

Teh Lintang, yang bergiat di AIMI Jabar dan konselor menyusui menjelaskan, "Dari menu keluarga tersebut, misalnya ibu di rumah memasak nasi, ayam goreng, sop (wortel + brokoli), dan tahu bumbu kuning, ambil sedikit dari masakan matang tersebut, lalu sesuaikan teksturnya (saring/cincang/potong biasa. Kalau untuk bayi disaring lagi sampai lumat)."

Jadi ibu hanya perlu memasak 1 kali membuat 1 menu untuk seluruh anggota keluarga. Cepat, hemat dan tetap sehat juga.

Menurut Teh Lintang lagi, MPASI dibagi dalam tiga kelompok usia dengan frekuensi makan.

  • 6-9 bulan: 2-3x makan besar + 1-2 snack
  • 9-12 bulan: 3-4x makan besar + 1-2 snack
  • >12 bulan: 3-4x makan besar + 1-2 snack



Contoh menu MPASI 6 bulan

Menu Simpel 1

Bahan:
-Bawang merah
-Bawang putih
-Air kaldu ayam
-beras merah
-Tahu
-Wortel

Cara:
1. Rebus air kaldu ayam.
2. Masukkan bawang merah, bawang putih, wortel, beras merah, dan tahu.
3. Angkat
4. Siapkan saringan kawat dan ulekan
5. Tuangkan makanan yang sudah direbus sedikit demi sedikit ke atas saringan
6. Ulek sampai lebut. Jangan lupa ambil ampas yang menempel di balik saringan.


Menu Simpel 2

Bahan:
-Bawang merah
-Bawang putih
-Air kaldu ayam
-beras putih/merah
-Ati ayam
-Brokoli
-Kentang

Cara:
1. Rebus air kaldu ayam
2. Masukkan bawang merah, bawang putih, beras putih/merah, ati ayam, brokoli dan kentang
3. Angkat
4. Siapkan saringan kawat dan ulekan
5. Tuangkan sedikit sedikit semberi disaring kawat dengan ulekan sampai lembut.
6. Jangan lupa ambil ampas yang menempel di belakang saringan.


Untuk awal MPASI 6 bulan dimulai dengan bubur lumat yang kental. Tidak terlalu cair. Teh Lintang memberi tahu, "Kalau terlalu cair, nutrisi kurang. Padahal lambung masih kecil. Jadi makanan yang masuk harus efektif. Cara mengeceknya saat sendok dimiringkan, bubur tidak langsung jatuh."

Baru setelah 9-12 bulan, bayi bisa makan makanan yang ditumbuk, dienyet, atau dicincang. (Gak perlu disaring lagi).

Setelah 12 bulan, teksturnya sama dengan orang dewasa.

Variasi

  1. Bahan makanan pokok: nasi, bihun, singkong, ketan, ubi, kentang, oat, dan lain-lain.
  2. Sumber protein hewani: ikan, ayam, daging, telur, udang, ati.
  3. Kacang-kacangan/ sumber protein nabati: tahu, tempe, kacang tanah, kacang merah, kacang kedelai, kacang ijo, dan lain-lain.
  4. Sayur: bayam, wortel, kacang panjang, brokoli, pok coy, labu siam, dan lain-lain. Pepaya, mangga, jambu, pisang, alpukat, dan lain-lain.

Teh Lintang juga berpesan, "Minimalkan makanan yang mengandung pengawet, penguat rasa, pewarna, penyedap, bahan aditif lain, dan yang melalui proses pengolahan yang panjang."

Porsi


  • 6-9 bulan: mulai 2-3 sdm bertahap ditingkatkan hingga 125ml.
  • 9-12 bulan: mulai dari 125ml, bertahap ditingkatkan menjadi 200ml.
  • >12 bulan: 200ml++


Pernah waktu itu Adzki disuapi terlalu banyak siangnya jeda jam 1 dan jam 3 sudah makan dengan porsi besar oleh nin nya karena semangat 45, jadi jam 6 disuapi benar-benar tidak mau. Jadi  kita mesti mengukur  makanan yang tepat.

Kenali kalau anak udah ogah-ogahan, rewel, ga mau makan, stop dulu. Bisa ditunda. "Jadi MPASI bukan sekadar memasukkan nutrisi ke tubuh anak, tapi lebih dari itu, anak juga jadi BELAJAR MAKAN, belajar mengenal rasa, belajar memegang makanannya sendiri, serta belajar mengenal tekstur." tambah Teh Lintang.

Perhatikan juga kebersihan saat masak. Perhatikan cara penyimpanan dan pengolahan bahan agar kesegarannya tetap terjaga. Jangan lupa cuci tangan saat mau menyuapi makan dan juga tangan anak.

You Might Also Like

10 komentar

  1. aku juga gitu teh tapi teksturnya dibedain dan sampe sekarang anakku belum kukasih cem garam gula gitu masih rasa alami :p

    ReplyDelete
  2. ponakanku juga udah mulai MPASI nih Teh. Mau aku share artikelnya gpp yaa teh ?..

    ReplyDelete
  3. Wah makasih neeh info menu2nya sp tau kakanya punya adek lag :)

    ReplyDelete
  4. Jadi inget dulu pas pertama neng Marwh MPASI, variasi menu nya bikin anak ga bosen juga sih. Dulu saya ga kasi tambahan garam dan gula, masih pakai rasa alami aja. Paling kasi keju aja dikit.

    ReplyDelete
  5. Wah, MPASI. Bikin inget zaman-zaman anak-anak masih kecil. Aku dulu kurang kreatif. Anak-anak jadinya gak terlalu suka MPASI buatanku. Jadinya seringnya pake MPASI instan. Alhamdulillahnya mereka suka dan cocok.

    ReplyDelete
  6. Kerajaanku tiap hari ini dulu, pas anak2 bayi, hihi.. dan alhamdulillah bayi2ku itu dulu demen banget sama mpasinya. Sama kayak di atas, campurannya yg sehat2 dan variatif :)

    ReplyDelete
  7. Cocok nih, 3 bulan lagi anakku MPASI. Kalau udang udah boleh dikasih buat anak 6 bulan ya Teh?

    ReplyDelete
  8. Seru ya masa-masa kelola menu MPasi, bikin kita jadi kreatif.

    ReplyDelete
  9. Waah...curhat langsung sama mastahnya yaa, teh...Teh Lintang.
    Aku kagum sama komunitas AIMI yang senantiasa saling mendukung dan memberi kekuatan.
    Dan salut sama mertua teteh.
    Hihii~
    Jadi berangan-angan jika dekat dengan orangtua atau mertua...mashaAllah~
    Nikmat.

    ReplyDelete
  10. Keponakanku sebentar lagi mpasi, aku kasi artikelnya ke mama nya ya kak

    ReplyDelete

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#