Menebar Kebaikan: Berbagi Beras SAPAGA di tengah Pandemi Corona

Wednesday, April 08, 2020

SAPAGA berbagi beras

Dari Ibnu Umar, Nabi saw. bersabda: "Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat Muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang Muslim untuk sebuah keperluan, lebih aku cintai daripada beri'tikaf di Masjid ini (Masjid Nabawi) selama sebulan penuh. (HR Thabrani di dalam Al Mu'jam Al Kabir no. 13280, 12: 453) 

Memasuki tahun ke-3 SAPAGA di tahun 2020 ini, Ibu Faridawati ingin tetap berbagi. Dan jelang Ramadhan di tengah-tengah kita telah terjadi pendemi Corona yang sedikit banyak ‘mengguncang’ perekonomian menengah ke bawah dan berkurang banyak pendapatannya, maka keinginan membagikan beras untuk keluarga yang membutuhkan lebih besar, dibandingkan membuat makanan jadi (nasi bungkus) yang biasa Ibu buat.

Awal mula kegiatan SAPAGA - Kebaikan Berbagi
Awal mula kegiatan SAPAGA (Sarapan Pagi Gratis) tiap Jumat di Bandung, tepatnya di Cibiru Wetan, Cileunyi bermula atas keinginan Ibu Hj. Faridawati Dewi ingin berbagi “bagi-bagi sarapan gratis SAPAGA” nasi bungkus dan mulai mengawali kegiatan sejak Juli 2017. Awalnya dari perasaan ibu merasa ada sesuatu yang kurang. Dan timbul keinginan untuk berbagi meski dari hal yang kecil. Hal ini membuat beliau lebih tenang karena bisa memberi, ada perasaan bahagia karena bisa berbagi.

Ibu Hj. Faridawati biasanya membagikan nasi bungkus kepada ke tukang ojek di Sindang Reret, kemudian disebar juga ke pangkalan ojek Ciguruwik.+150 bungkus. Selain itu dibagikan pada tetangga sekitar di komplek Flamboyan Indah, pencari rumput, serta penjual keliling.

Dan di tahun ketiga ini, Ibu Hj. Faridawati ingin tetap berbagi. Dan bertepatan dengan bulan Sya’ban ini dan di tengah-tengah kita telah terjadi pendemi Corona yang sedikit banyak ‘mengguncang’ perekonomian warga kelas bawah, maka keinginan membagikan beras untuk keluarga yang membutuhkan lebih besar, dibandingkan membuat makanan jadi (nasi bungkus) yang biasa Ibu buat.

*
Pandemi Corona yang terjadi di belahan bumi ini menjadi pusat perhatian dan menghentikan seluruh aktivitas perkantoran, pekerja rumah, liburnya sekolah juga perkuliahan. Dan dampak yang paling menyakitkan adalah shalat-shalat di Masjid dirumahkan, termasuk shalat Jumat. Dan Masjid Nabawi serta Mekkah pun ditutup dari ibadah Umrah dari semua negara. Hanya orang pilihan Masjid yang berada di sana.

Hampir semua aktivitas kini #dirumahaja dan sepanjang Ramadhan ini kita merasakan quality time yang berbeda. Seperti beribadah 'wukuf' di rumah, Menguatkan bonding anggota keluarga satu sama lain, dan ibadah berjamaah di rumah, seperti shalat tarawih, shalat 5 waktu. Betapa rindunya hati ini ke Masjid-Mu..

Terkait pendemi Corona ini, #dirumahaja bagi pekerja lepas (non-kantoran) seperti pengusaha kecil, ojek pangkalan, supir angkutan umum, sangat berpengaruh sekali terhadap pendapatan sehari-hari mereka.

Biasanya tukang ojek atau supir angkut biasa mengantar jemput anak sekolah, transport berangkat bekerja, berangkat ke kampus, tapi sekarang ketika anak libur sekolah, darimana pendapatan mereka? Mungkin diantara mereka ada yang tidak makan. Karena sepi.

Hampir dua bulan aktivitas lebih banyak #StayAtHome karena banyak pula kota yang memberlakukan kebijakan untuk menutup ruang public, membatalkan banyak acara yang banyak melibatkan kerumunan orang.

Pentingnya menjaga jarak saat interaksi, menghindari keramaian atau tempat berkumpul, mengurangi aktivitas sosial, mengurangi aktivitas sosial secara bersamaan adalah hal yang penting saat ini.

*

Bila biasanya setiap Jumat membagikan nasi bungkus, baca juga: Sarapan Pagi Gratis Ibu Mertua Saya maka di tengah pendemi ini Ibu Faridawati melihat banyak tukang ojek yang berkurang banyak pendapatannya. Maka beliau tetap tergerak hatinya untuk bisa bersedekah di tengah pendemi ini.

Selain dari pendapatan sendiri, Ibu Hj. Faridawati juga mengumpulkan orang-orang mau berdonasi. Alhamdulillah terkumpul juga dari teman, rekan, keluarga mau berdonasi sebanyak 90 paket per 5kg (beras 5 kg, telur, termasuk masker kain). Yang berarti 90 x 5 kg terkumpul sebanyak 450 kg. Alhamdulillah. 




Karena musibah pendemi Corona, dan kekhawatiran mengumpulkan massa, maka beras diatur sedemikian rupa dimasukkan dalam plastik 5 kg, dan disertakan juga dengan masker kain, dan telur, kemudian dimasukkan ke dalam karung, baru dibagikan kepada warga.

Alhamdulillah semua rencana sudah terealisasi, pagi itu, Sabtu, 4 April 2020 dengan menggunakan mobil, membagikan beras SAPAGA di beberapa titik, yaitu di pangkalan ojek Sindang Reret, Cigeruwik, Cibangkonol, serta beberapa pangkalan ojek sepanjang Sindang Reret dan sekitar.

Berikut beberapa dokumentasi SAPAGA berbagi beras:






Semua dimudahkan oleh Allah Swt. dari mulai packing, mengangkut beras, sampai dibagikannya tidak berkerumun, namun dititipkan kepada ketua ojek untuk dibagikan merata. Alhamdulillah.

Beberapa yang lain juga dibagikan seperti pengemis, penjual keliling, dan lainnya.

Alhamdulillah semua rencana sudah terealisasi, dan Ibu Hj. Faridawati tetap berkeinginan membagikan beras SAPAGA (lagi) jelang Ramadhan nanti, insyaAllah.

Semangat apa yang ingin dibagikan?
"Rasanya kalau udah berbagi merasa senang. Ada perasaan bahagia dengan berbagi. Justru kalau ga bisa berbagi SAPAGA saya merasa sedih." kata Ibu Faridawati.

Adapula hadits yang menyebutkan bahwa,

Ibnu Umar, Nabi saw. bersabda: "Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya. (HR Bukhari no 6951 dan Muslim no 2580)

Selain itu, mengutip perkataan Ustadz Agus Setiawan, L.c MA bahwa, "Sebuah pemberian, sebelum bermanfaat bagi orang yang menerima, ia akan bermanfaat bagi yang memberi: Allah Swt. titipkan manisnya iman."

"Jadi ketika kita berbagi, kesetiakawanan kepada yang lain, ketika kita peduli kepada orang-orang miskin, anak-anak yatim, kita berikan mereka makanan, sembako, alat tulis, atau alat belajar, terkadang makanan atau barang yang belum sempat dimakan oleh mereka, atau belum dipakai, tapi mereka berterima kasih, lalu melihat mereka meneteskan air mata, berkaca-kaca matanya, bergetar, sudah terasa bahagia bisa berbagi untuk orang lain." ujar Ustadz Agus Setiawan menambahkan.


Mengutip dari @salmanitb bahwa dengan berbagi itu baik juga bagi kesehatan, lho! Ya, riset sudah banyak membuktikan bahwa ketika kita berbagi untuk orang lain atau berdonasi untuk kepentingan sosial, maka kita akan mendapatkan manfaat:

  1. Membuatmu lebih bahagia
  2. Menurunkan tingkat stress
  3. Membuatmu lebih positif menjalani hidup

“Infakkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barakah rezeki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR Bukhari dan Muslim no 1433 dan Muslim no 1029, 88) 


"Boleh jadi saat engkau tertidur lelap di malam hari. Pintu-pintu langit tengah diketuk oleh puluhan doa kebaikan untukmu. Dari orang yang kau tersenyum saat berjumpa. Orang yang lapar, kau angkat rasa laparnya. Orang yang kesusahan, kau bantu kesusahannya." (Imam Ibnul Qoyyim)


Alhamdulillah semua rencana sudah terealisasi, dan Ibu Hj. Faridawati tetap berkeinginan membagikan beras SAPAGA (lagi) saat Ramadhan, insyaAllah. Dan semua aktivitas dapat berjalan seperti sedia kala. Semua berharap pandemi Corona segera berakhir. Aamiin.
*
Banyak cara untuk ikut terlibat dalam membantu saudara-saudara kita: berbagi dengan melakukan donasi ke lembaga-lembaga seperti dompet dhuafa, lewat zakat, infak, dan sedekah, atau melakukan aksi berbagi, bermanfaat bagi ummat. Semoga permasalahan ummat terbantu dengan uluran tangan atau kontribusi sekecil apapun lewat kebaikan berbagi yang kita lakukan.

Sungguh bahagia orang yang meninggal, tapi tidak ikut meninggal kebaikannya. Sungguh merugi orang yang sudah mati, tapi tidak turut mati keburukannya. []


*

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”




You Might Also Like

22 komentar

  1. MasyaAllah, luar biasaaaa keren banget semangat berbagi komunitas SAPAGA ini ya.
    Semoga bisa menginspirasi yg lain, dan jadi amal jariyah juga.

    ReplyDelete
  2. Senang banget liatnya bisa membantu saling sesama yang membutuhkan. Semoga semakin banyak orang yang mau ikutan peduli dan semakin banyak juga orang yang kebantu :)

    ReplyDelete
  3. Luar biasa aksi sosialnya. Inilah ciri khas bangsa ini. Gotong royong dan saling berbagi

    ReplyDelete
  4. Luar biasa aksi sosialnya. Inilah ciri khas bangsa ini. Gotong royong dan saling berbagi

    ReplyDelete
  5. waaa keren banget kegiatanya berbagi beras, semoga semakin banyak orang yang tergerak untuk membantu sesama di kondisi kaya gini yaa

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah yah kak semoga rejekinya bertambah dan semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat. Aku rindu nih kak sama bumiku yangberbagai keberagaman ini

    ReplyDelete
  7. Salut dengan kegiatan sosial yang dilakukan. Semoga bisa menginspirasi orang2 lain dalam berbagi kebaikan, karena sekecil apapun tetaplah itu akan sangat berguna bagi yang mmebutuhkan.

    ReplyDelete
  8. Salut dengan kegiatan sosial yang dilakukan. Semoga bisa menginspirasi orang2 lain dalam berbagi kebaikan, karena sekecil apapun tetaplah itu akan sangat berguna bagi yang membutuhkan.

    ReplyDelete
  9. pandemi ini membuat saya melihat masih banyak orang baik, banyak teman dan komunitas yg mengadakan penggalangan dana :) semoga semakin banyak orang baik di dunia ini ya mbak

    ReplyDelete
  10. Hebaaat mbaa...dan memang di saat sepeti ini kita perlu saling tolong menolong dan juga membantu yaaa . Semoga bencana ini segera berakhir yaaa mbaaa

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah SAPAGA ini ya, semoga berkah buat semuanya dan dilimpahkan rezeki yang lebih buat yang berdonasi ya.

    ReplyDelete
  12. Aamiin. Semoga niat bulan Ramadhan akan berbagi lagi terlaksana ya. Berbagi dengan ikhlas insyaallah justru akan melipatgandakan apa yang sudah dikeluarkan. Senang dan menginspirasi. Semoga banyak diikuti warga lain...

    ReplyDelete
  13. Keren banget deh programnya. Berbagi menebar kebaikan. Di masa pandemic kayak sekarang, banyak orang yang kehilangan penghasilan mereka. Bantuan seperti ini pastinya bakal sangat membantu. Semoga semakin banyak yang ikut tergerak.

    ReplyDelete
  14. Masya Allah, semoga berkah dan bermanfaat untuk yang menerima, selain itu smeoga diikuti oleh masyarakat yang lain ya mba.

    ReplyDelete
  15. Terima kasih langsung diingatkan di bagian awal ya, mba

    "... sesungguhnya di dalam sedekah-sedekah itu ada lima perkara: Sedekah itu bisa menambah harta kekayaan mereka; Menjadi obat penyakit; Allah akan menghindarkan bahaya dari mereka; Mereka akan melewati jembatan shiratal mustaqim seperti halilintar yang menyambar; dan mereka akan masuk ke dalam surga tanpa dihisab dan disiksa." (Hadits)

    Jadi ingat dulu waktu SMA sering diajak mama ke pengajian ibu-ibu, Ustad sering banget mengingatkan jamaah,

    ... percayalah, tidak akan jatuh miskin orang yang gemar bersedekah!"

    ... bersedekah bukan melulu soal harta. Berbagi pengetahuan, menyingkirkan batu di jalan, memberi jalan keluar kesulitan dan lain-lain, juga sedekah!

    Itulah yang selalu tertanam di hatiku sehingga kini, Insya Allah!

    ReplyDelete
  16. Terima kasih langsung diingatkan di bagian awal ya, mba

    "... sesungguhnya di dalam sedekah-sedekah itu ada lima perkara: Sedekah itu bisa menambah harta kekayaan mereka; Menjadi obat penyakit; Allah akan menghindarkan bahaya dari mereka; Mereka akan melewati jembatan shiratal mustaqim seperti halilintar yang menyambar; dan mereka akan masuk ke dalam surga tanpa dihisab dan disiksa." (Hadits)

    Jadi ingat dulu waktu SMA sering diajak mama ke pengajian ibu-ibu, Ustad sering banget mengingatkan jamaah,

    ... percayalah, tidak akan jatuh miskin orang yang gemar bersedekah!"

    ... bersedekah bukan melulu soal harta. Berbagi pengetahuan, menyingkirkan batu di jalan, memberi jalan keluar kesulitan dan lain-lain, juga sedekah!

    Itulah yang selalu tertanam di hatiku sehingga kini, Insya Allah!

    ReplyDelete
  17. Wah bener teh berbagi itu membuat bahagia ya.. semoga Allah memudahkan kita untuk selalu bisa berbagi..

    ReplyDelete
  18. Barokallah Mba, jaga kesehatan selalu dan tetap jaga jarak ya Mba
    Aku juga belum bisa terjun langsung, paling bantu-bantu berdonasi
    aku soalnya masing ngegarap orderan masker

    ReplyDelete
  19. Masya Allah, sungguh luar biasa bantuannya apalagi ditengah pandemi ini, semoga saja berkah dan banyak yang mencontohinya 😊

    ReplyDelete
  20. Masa-masa seperti ini memang bikin kita lebih sensitif dengan keadaan sekitar kita. Semoga lebih banyak lagi sedekah yang dapat diberikan ke orang-orang ya mbak. Salut buat SAPAGA.

    ReplyDelete
  21. Waduh senang banget bisa berbagi di tengah pandemi gini ya mbak, semoga selalu yang terbaik didapatkan dan segera wabah ini berlalu.

    ReplyDelete
  22. Semoga berkah melimpah selalu untuk Ibu Faridawati ya, juga para donatur yang telah memberikan atensi kepada sesama kaumnya yang masih membutuhkan uluran tangan. Semoga masa-masa kelam corona ini segera berlalu ya, agar tak makin banyak saudara kita yang terus terpuruk ekonominya.

    ReplyDelete

Kelompok Emak Blogger

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#