TRAVELING HEMAT BANDUNG - YOGYAKARTA


Aska lari ketika akan diminta balonnya hehe..
Apa yang terlintas saat mendengar kata Yogyakarta? Tentu beberapa tempat di Yogya akan terlintas di benak, seperti Pantai Parangtritis, Candi Borobudur, ataupun Malioboro. Tentang kuliner Yogya tentu tak ketinggalan Gudeg ataupun Bakpia sebagai makanan khas dari kota Yogya.

Akhirnya, suami saya mengajak kami traveling hemat ke Yogyakarta akhir September sampai awal Oktober. Dari jauh jauh hari pun kami telah memesan tiket kereta api, plus 1 tiket untuk Ibu. Hari keberangkatan pun tiba. Hari Jumat (30/09), Saya, Aska, Abi dan Ibu berangkat dari Stasiun Bandung menuju Yogyakarta untuk berlibur dengan menaiki kereta api Lodaya Bisnis. Bekal seperti chiki, pop mie, dan buah-buahan pun telah disiapkan. Jadi bisa menghemat cost biaya makan di luar, hehe..


Biasanya saat traveling, saya membaca buku dan bisa menghabiskan 1 buku. Setelah saya dikaruniai anak yang cantik bernama Aisyah Keenan, perjalanan traveling saya naik kelas. Hehe..Keseruan saat traveling bersama bayi adalah harus selalu sigap mengikuti kelincahannya dan jangan sampai ia jauh dari pandangan kita. Alhamdulillah, saya masih bisa menikmati baca buku saat si Kecil tidur, langsung me time baca buku. Hehe.

Perjalanan menghabiskan waktu selama 8 jam perjalanan. Sepanjang itu Aska kesana kemari tidak mau diam, hehe. Lalu dalam perjalanan 2 kali tidur. Naik kereta kami merasa senang karena pelayanan dari PT KAI memuaskan.. salut banget deh..

Tips perjalanan:

  • Packing dengan menggulung baju menjadi kecil.
  • Chiki dibuat tidak menggembung agar memudahkan packing. Caranya chiki ditusuk dengan peniti, lalu bagian yang bolong oleh peniti ditutup dengan solasi.
  • Bawa cemilan sebanyak banyaknya sebagai pengalihan agar bayi bisa tenang untuk sementara waktu. Haha

Setelah sampai di Stasiun Tugu, kami memilih jalan untuk sampai ke hotel. Kata Abang (suami saya) hotel tak jauh dari Stasiun Kereta Api. Dengan bawaan yang cukup banyak, kami berjalan kaki hampir tak memerhatikan begitu banyak becak di sekitar kami. Untuk menghemat cost, kami memilih berjalan kaki. Jaraknya sekitar 500 meter.

Tentang hotel dan fasilitasnya 
Berbekal smartphone dengan google map, kami sampai di Hotel dengan sempurna. Alhamdulillah.
Setelah check in dan mendapat kamar di Hotel, kami beristirahat sejenak dan menjamak shalat qashar dzuhur dan ashar. Untuk kemudian bersiap jalan-jalan ke Malioboro setelahnya. Yeaaaay.


Jalan-jalan ke Malioboro  


cari tempat makan hehe
beli oleh-oleh Yogya

Kamipun membeli oleh oleh khas Yogya seperti bakpia beserta accessories. Saya membeli oleh-oleh di jajaran Malioboro, sedangkan suami saya membeli beberapa pesanan kawan di toko khusus oleh-oleh Jawa yang komplit banyaknya. Saat melihat-lihat, ada banyak patung yang terlihat. Ada juga foto Sultan dari masa ke masa. Saya jadi belajar sejarah juga. Akhirnya kami pun kemudian berjalan kaki menuju hotel, dan segera beristirahat.

Tips berbelanja: 

  • Karena masih ada darah Jawa, saya berbahasa Jawa saat membeli oleh-oleh. Alhasil saya bisa membeli oleh-oleh dengan harga lebih murah, hehehe.. asik #travelingmurah 
Gembira Loka (Kebun Binatang Yogya)

penguin lucu..
Pagi hari, setelah sarapan kami pun pergi ke tujuan kami jalan-jalan ke Yogya yaitu ke Gembira Loka, kebun binatang di Yogya. Bagi saya ini antimeanstream, karena biasanya orang-orang datang ke Yogya untuk ke Borobudur ataupun Pantai, tapi kami kesana karena kami ingin mencari tempat yang sesuai untuk Aska, sehingga jatuh pilihan kami pada Gembira Loka.

Penyelamat hidup saat lelah berjalan kaki, ada Transpor keliling..
Yeayyy :)

Fasilitas yang baik di kebun binatang yogya ini, dengan biaya masuk Rp 30.000 saja, bisa naik Tranportasi Keliling dan naik kapal. Kebun binatang Yogya begitu luas lahannya sehingga dari satu tempat ke tempat lain ada halte, dan ada beberapa transportasi keliling bagi pengunjung yang akan naik bebas beberapa kali naik untuk turun di halte 2, 3 atau 4 sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Di beberapa tempat, mudah menemui petugas kebun binatang. Mereka stand by di halte untuk mengarahkan pengunjung yang akan turun atau naik di halte tersebut. Ada petugas yang memberi makanan para binatang, ada petugas yang menyapu agar kebun binatang selalu bersih. Juga ada petugas yang mengangkut sampah-sampah dan dibawa oleh truk sampah.

Yang saya pelajari dari Jawa adalah Keteguhan dan Semangat kerja terlihat dari mencintai pekerjaan mereka. Bertemu dengan pengunjung di kebun binatang, petugasnya pun ramah-ramah.
Tak jarang mendengar orang berbahasa Jawa saat mengobrol, mengingatkan saya pada saudara-saudara saya di Jawa Tengah, kampung halaman kakek dan nenek.

Saat berjalan-jalan, melihat ada penguin lucu, kemudian ada spot bisa memegang binatang dari dekat. Suami saya pun sempat meletakkan burung kakak tua di atas tangannya dan berfoto ria. Saat ke spot satwa, ada banyak burung yang melakukan atraksi terbang melewati kami yang sedang melihat-lihat. Mereka sudah dilatih expert sepertinya. Sehingga senyum pengunjung karena takjub, sesekali terbang dari utara ke selatan berbarengan dengan burung yang lain. Hal yang tak pernah saya lihat dimanapun. Asli seru!
burung kakak tua, abi dan Aska

serunya berfoto dengan orang utan bernama Desi

penonton saat pertunjukan binatang-binatang yang keren
Terakhir, ada atraksi binatang-binatang yang ditonton oleh kami semua. Kalau di Bandung saya tidak pernah liat yang seperti ini. hehe.. jadi binatang Berang-berang masukin sampah ke tong sampah, masukin bola ke keranjang basket. Dorong gerobak eh..jatuh ke air kali.. hahaha ketawa-ketawa seru.. mungkin dilatih oleh petugasnya memang seperti itu biar tertawa.. tapi asli jadi binatang-binatang kecil itu bisa acting juga.. hahaha lucu..

Keesokan harinya, kami bersiap pulang ke Bandung. Selama perjalanan pulang, saya dan Ibu banyak mengobrol tentang masa kecil suami saya dan adik-adiknya. Suami saya berbeda gerbong dengan kami, akhirnya saya juga kadang bulak balik kesana karena Aska ingin melihat Abi-nya.

Hujan mengguyur dari Tasik. Hawa dingin AC menusuk tulang sampai menggigil. Kebanyakan penumpang memilih tidur atau diam saja melihat pemandangan. Mungkin diantara mereka sudah tak sabar ingin lekas sampai di Bandung.

Kami turun di stasiun Kiara Condong. Hujan masih membasahi dan menderas saat kami tiba. Suami saya sigap lalu memesan taksi online untuk sampai rumah kami di kawasan Cileunyi. Tak menunggu lama, kami pun sampai di rumah pukul dengan pukul 17.00. Alhamdulillah.

pemandangan dalam kereta api


Catatan: Biaya cukup besar di tiket kereta dan hotel, karena berjalan kaki menjadi cost yang keluar tidak banyak lagi. Selain itu perbekalan pop mie, dan makanan dari hotel juga menghemat banyak.

Comments

Noe Traveler said…
Halo mba salam kenal. Itu tips membaca chiki nya boleh juga. Ngga kepikiran di aku selama ini. Higu
Noe Traveler said…
Halo mba salam kenal. Itu tips membaca chiki nya boleh juga. Ngga kepikiran di aku selama ini. Higu
Sri Al Hidayati said…
Iya salam kenal juga mba noe.. Iya itu saran dari suami saya biar masuk barang2nya.. simpel dan memudahkan buat packing 😊
Wah, hemat jg ya mba, segitu udah dapet oleh2 lagi.. :D
Sri Al Hidayati said…
Iya alhamdulillah mba, nyesuain dengan budget :D next trip bisa traveling hemat lagi.. Hihi
kapan2 seru juga tuh naik kereta ke jogja
Sri Al Hidayati said…
Iya betul kang, seru naik kereta sm keluarga/temen.. pemandangan yang ga bisa ditemui setiap hari.. Perjalanan jadi ngga kerasa :)

Popular posts from this blog

Ustadz Hanan Attaki, Founder Pemuda Hijrah: Berdakwah secara Asik, Gaul, Tetap Syar'i

Ustadz Evie Effendi, Berdakwah secara Asik, Unik, dan Pantun yang Memikat Hati

3 Finalis Hafiz Indonesia 2017

Total Pageviews

Muslimah Blogger Community

Blogger Perempuan