Liqo yang Selalu Dirindukan

Persaudaraan yang disatukan dalam ikatan keimanan 

Umur dakwah lebih panjang daripada umur kita sendiri. Maka kita bisa mengisi waktu dengan baik, mengisi dengan dakwah. 

Sering murabbi saya bilang  karena keterbatasan kita, umur manusia sangat pendek nggak bisa fokus di semua amal. 

Sehat wal afiat artinya sehat secara fisik itu sehat biasa saja, tapi kalau ada kata wal afiat itu sehat beriring dengan amal shaleh. Semoga kita selalu disehatkan sehat wal afiat. 

Iman ada naiknya, saat naik dengan ketaatan dan turun dengan maksiat. Ada perang kita selama ini, yakni perang dengan dunia kersibukan saat sakit, sibuk. Itu perang dengan dunia. 

Ada lagi perang melawan syahwat, perang melawan setan. 

Ustadzah saya sering mengatakan, "Iman melahirkan amal yang baik." Dan jangan terlalu bersemangat sampai membuat kita lelah.

Memasukkan kebahagiaan kita kepada orang lain adalah amal terbaik. 

Karena setiap beramal itu selalu ada halangan. Setan menghalangi kita untuk beramal. "Kita tahajud tapi hubungan kantor jadi berantakan." 

Maka dari itu Nabi Muhammad mengakhiri ngobrol setelah isya dan menyegerakan tidur. 

Jam 23.00 tubuh itu menghilangkan racun-racun. 

Berkahnya waktu saat melakukan amal shaleh. 

Dunia tempat berlelah-lelah, optimalkan amal. 

Maksiat awalnya kecil, lalu bertahap-tahap, hati. 

Telah terjadi krisis manusia rabbani. 

Untuk itu, seorang dai harus mengisi ruhaninya dengan ibadah. Menurut Teh Desy, bahwa makanan ruh adalah ibadah. 



Dai itu tidak harus di atas podium. Mereka beribadah menjaga amal ibadahnya. 

Terutama yang menyentuh hati, Teh Desy menjelaskan bahwa saat kita beribadah dan rajin tajahud misalnya, penghuni langit itu akan mengenal kita. 

Tidak terkenal di Bumi, tapi terkenal di penduduk langit, yaitu malaikat.  

Sering kali kita merasa sudah cukup dengan pagi tilawah, padahal bisa saja menambah tilawah, memperbanyak murajaah dan hal itu semakin menambah pahala kita.  

Hati perlu diisi dengan zikir, sebagai makanan ruh adalah dzikir (mengingat Allah). Jika tidak diisi dengan zikir, lama-kelamaan hati akan keras dan jadi mati. 

Manusia diberikan potensi akal, ruh dan juga jasad. 

Makanan akal adalah diisi dengan ilmu,  mendengar kajian, mendapat pengetahuan baru.

Sementara makanan ruh adalah ibadah. Untuk jasad kita isi dengan makanan yang baik dan thayyib. Yang penting diperhatikan adalah bukan kulineran saja, tapi hal yang lebih urgen dari itu yaitu ilmu. 

Pada saat lelah, jiwa-jiwa kembali ke mengisi ruh di atas sajadah. 

Teh Desy menjelaskan dalam Al Quran dijelaskan perumpamaan manusia itu seperti tanah. Ada jenis tanah yang tidak bisa menyerap. Ada tanah yang bisa menyerap subur tapi tidak berbuah. Ada tanah yang bisa menyerap dan bisa berbuah. Seperti itulah manusia. 

Manusia bisa bermanfaat untuk sekitar. 

Kadang nasihat tidak bisa mendengar. dia tidak sensitif pada dosa. 

Kader dakwah ada di barisan dakwah tapi ruhnya mulai mati. Ibadahnya tidak diprioritaskan. Ini awal futur. 

Kita dipilih Allah, kita buktikan kita layak. 

Jangan mengesampingkan tetap  dipupuk jangan terlalu lewat. 

Ibadah bukan sekadar ritual, tapi dilaksanakan. Dzikir dinikmati. 

Kalau di sekolah transfer ilmu pengajaran. Kalau di rumah pendidikan. 

Saat dewasa bertemu masalah. 

Bertahap dalam Ibadah 

Saat menjalani kehidupan terkadang iman naik dan turun. Tapi jangan sampai benar benar meninggalkan amal ibadah. 

Tahajud 2 rakaat misal dan witir 1 rakaat. 

Yang pemting adalah yang sedikit dan istiqamah. Perbanyak sujud tahajud, dhuha, qobliyah, ba'diyah. Salah satu amal diterima adalah istiqamah. 

Pahala kebaikan keberlangsungan setelahnya.

Shalat yang dicintai adalah yang dijaga kesinambungannya.

Selain itu juga sedekah subuh. 

Selama liqo dengan teh desy ada insight dan kami tidak diminta hanya mendengar saja tapi terlibat aktif. 

Diminta mengambil kesimpulan apa yang didapat. 

Yaitu jangan mau surga firdaus tapi effort sedikit. 

Ada banyak cara, masa nggak ada yang 1 yang bisa diandelin. Kalau bisa punya banyak harta dengan sedekah. Kalau gak bisa, bisa shaum. Bisa juga shalat. 

Masih ada kesempatan sampai kita akhir. Selama kita minta. Maka Allah akan ampuni

No comments