Alih profesi adalah sebuah jalan yang kupilih. Dulu cita-citaku ingin jadi penulis. Tapi kini cita-citaku itu menguap berganti ingin menjadi guru.
Rupanya aku menyukai pekerjaan yang berinteraksi dengan orang terutama dengan anak-anak. Dan lagi, aku menyukai pekerjaan ini karena menyesuaikan dengan background ku yang berlatar pendidikan.
Sejak lulus, belum pernah terjun ke sekolah full, dan baru sekarang.
Pengalaman Menjadi Guru Bantu kelas 1
Sudah hampir dua bulan membantu kelas per kelas. Satu bulan pertama observasi ke kelas dan melihat bagaimana guru kala mengajar di kelas. Masya Allah banyak dapat insight ternyata menanamkan keimanan ke dalam hati mereka dalam dialog dialog kelas menjadi point penting.
Bulan berikutnya sudah mulai tetap di kelas tersebut, membantu guru utama mengajar di kelas. Dari mulai murajaah, kitabah, kelas iman, dan lainnya. Terutama dua minggu terakhir banyak agenda di luar seperti pekan ukhuwwah cerdas cermat, kemudian rihlah, dan membuat menu makanan bersama. Masya Allah. Lalu hal penting apa saja yang wajib dipunya seorang guru terutama kelas satu?
Pasang Wajah Senyum sejak Pagi Hari
Pertama-tama masuk ke kelas satu, ternyata anak-anak tidak wajib full penuh serius atau pasang wajah serius. Bertemu dengan anak-anak, seorang guru harus memasang wajah seramah mungkin agar anak menjadi dekat dengan kita.
Tapi bukan berarti semua harus dibarengi senyum. Sebagai guru juga perlu tegas pada waktunya. Saat belajar, anak-anak harus tahu waktunya saat belajar dan tegas.
Saat masuk kelas kerapkali tidak tahu harus bagaimana dan seperti apa. Tapi lama-lama jadi tahu juga.
Tampilkan Wajah Seramah Mungkin
Dalam mengajar anak adalah subyek. Anak mendapat transfer ilmu dari guru bukan berarti guru menyampaikan ilmu pada anak. Selesai. Bukan itu.
Lebih dari itu seorang anak harus didampingi terutama usia anak yang masih kecil kecil. Saat anak ada yang tidak terlihat seharusnya bersama anak seusianya, sebagai guru kita harus aware kepada mereka. Selain itu,
Usahakan sampai pulang ke rumah Energi kita sama banyaknya dengan mereka
Sabar Menghadapi Anak
Setiap anak itu unik. Anak dengan segala kerandomannya. Ada yang gak mau nurut, ada yang terkadang jadi trouble maker, atau cari perhatian. Seorang guru menjadi penengah bagi murid-muridnya.
Sabar menghadapi anak, ada kalanya sabar dan ada saatnya tegas. Saat pembelajaran, guru wajib tegas, ada saatnya bercanda saat misalnya jam istirahat dan bercanda dengan siswa. Mungkin nanti saya akan menulis review film Teach You A Lesson.
Sigap Saat Ada Kendala atau Masalah
Terkadang di lapangan anak terluka, terjatuh, kebasahan, sebagai seorang guru, ternyata guru juga harus menjadi P3K untuk anak. Saya lihat guru-guru lainnya membawa obat minyak butbut untuk anak misal terjatuh, luka, kasih minyak butbut. Saat anak masuk angin kasih minyak butbut.
Tapi juga harus ada perlengkapan P3K yang lain, dan semoga anak-anak sehat selalu. Aamiin ya Allah.
Kesulitanku karena biasanya lebih nyaman menulis, jadi ketika di depan anak-anak kadang suka ngeblank dan kaku. Tapi banyak belajar dari guru-guru sebelumnya bahwa mereka mengucapkan kata-kata bahasa yang sederhana... Insya Allah mudah-mudahan aku harus terbiasa membiasakan diri berbicara di depan anak-anak seperti ke anak sendiri dan dengan ramah tentunya, karena mengajar anak kelas satu. Insya Allah. []



No comments