Menjadi guru bukan rutinitas, tapi sebagai da'iyah. Mudarris itu hanya sebagai pengajar. Kalau Kuttab istilahnya mu'allim.
Kata "guru" adalah amanah. Sekilas bukan "pengajar" biasa, tapi sebagai da'iyah atau mu'allim. Ustadz Deni menyebut bahwa kata mu'allim lebih tinggi dibanding mudarris (pengajar). Sehingga bukan pengajar pada umumnya.
Guru menjadi teladan bagi murid-muridnya. Konsisten itu bukan satu atau dua tahun, tapi sepanjang usia.
Tujuan penciptaan manusia adalah:
1. untuk menghambakan diri kepada Allah, dari sosial, muamalah, apapun sifatnya. Jadikan aktivitas hidup kita ubudiyah.
3. mengelola bumi. Sebagai pelanjut untuk memperbaiki Bumi. Itu di semua aktivitas kita.
4. Iqomatuddin untuk menegakkan agama ini. Tujuan besar aktivis dakwah muallim dia mengantarkan umat untuk menegakkan negara, dari pengajaran akidah tauhid, sampai muamalah. Puncaknya itsar. Menjadi akhlak tertinggi dalam konsep masyarakat.
5. Memperoleh kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat. Siapa yang beriman dan beramal shaleh hayatan thoyiban.
Sifat seorang dai daiyatullah tidak didustakan. Punya konsep yang dalam kita tidak boleh terkontaminasi dengan niat-niat kotor.
Pentingnya Menjaga Niat Saat Menjadi Guru
Ustadz Deni menyatakan, bahwa dai tidak boleh terkontaminasi dengan niat-niat kotor. Sekali saja terkena, itu akan mempengaruhi perjalanan kita ke depan. Dia akan berlelah-lelah, dia akan berlelah-lelah, dia akan merasa masuk ke dalam fatalisme. Dalam ilmu Psikologi dan Filsafat Yakni menyalahkan kondisi, menyalahkan takdir. Berbahaya sekali."
Selanjutnya beliau menyatakan lagi bahwa, "Karena pondasi yang tidak kokoh dan niat yang menyimpang. Untuk itulah sebagai mu'allim senantiasa menjaga niat. Niat nya tentu jatuh bangun."
Sinergi foundation membuat 1 institusi sebagai pendidikan calon guru kemudian lahir menjadi guru. Bukan tidak boleh, tapi menjaga niat.
Jadi tidak ada lagi yang berniat menjadi guru kemudian melamar jadi guru untuk mendapatkan status pekerja walaupun boleh. Mengambil untuk bekerja tapi ada yang lebih baik itu, karena Allah Swt. sudah memuliakan ahli ilmu beberapa derajat dalam QS Al Mujadilah ayat 11.
Az Zumar ayat 9 Katakan Muhammad, sama atau tidak orang yang memiliki ilmu dan orang yang tidak memiliki ilmu?
QS Fushillat 33 Siapa yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru ke jalan Allah Swt. disertai dengan amal sholeh. Artinya semua arahan taujih dia tidak memiliki tujuan selain Allah Swt.
"Yayasan tugasnya memuliakan mu'allim. Jangan sampai Yayasan memandang kita sebagai pekerja, kita memposisikan diri sebagai pekerja. Itu akan merendahkan posisi mu'allim."
PJ Syar'i Kuttab Sinergi ini juga menyatakan bahwa, "Tidak boleh memandang rendah guru, karena Quran sendiri yang mengangkat mu'allim. Jangan disamakan dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain.
Turun dari level yang sudah Allah Swt. angkat.
Tidak berpura-pura mengatas namakan daiyatullah, tapi tujuan utama mencari dunia.
Yang keempat, QS Fathir: 28. Sesungguhnya Ulama itu adalah yang takut kepada Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Lalu Ustadz memberi penegasan perbedaan antara Ibad dan Abid. Al Quran menggunakan keajaiban huruf. Bahwa Quran menggunakan perbedaan huruf, lisan.
Bahwa Ibad adalah orang yang sholeh di atas rata-rata kesalehannya.
Abid adalah orang yang sholeh biasa saja kesholehannya.
Ingatkan santri pandangan ahli ilmu.
"Jangan mencari kemuliaan dari makhluk." Ingin diangkat, disanjung. Bagaimana kita berinteraksi dengan kehidupan.
Aqidah Seorang Guru Harus Bersih
Aqidah mu'allim harus bersih. Seorang alim dituntut kokoh, bersih (tidak tercoreng) ada dalam QS Yusuf: 108.
Katakanlah bahwa inilah jalan aku mengajak ke jalan Allah di atas bashiroh pemikiran yang matang, jiwa yang kokoh, analisis yang tajam, perasaan yang menguat (dalam) terkait semua hal yang bersifat arahan taujih bagi Al Quran.
"Bashirah kita tidak memiliki pemikiran yang buruk terkait saudara kita. Saat kita menasihati, hilangkan dzon pada saudara-saudara kita. Disini akan berinteraksi dengan guru-guru yang lain. Sebagian dzon itu berdosa."
Lalu Ustadz Deni menyebut dzon yang tidak berdosa adalah penetapan hukum. Kalau berkaitan dengan hukum, perlu dugaan yang kuat. Dugaan ini lebih shahih maka itu dzon yang diakui. Selain itu dzon dosa.
Semua tidak steril. Tidak ada yang steril dari kemunafikan; kedengkian dan kebencian. Penyakit ada di komunitas ada, di sekolah ada. Apalagi kita sebagai guru.
Setelah kajian ini kita membahas Sifat Da'iyah. Menguatkan bashirah harus dia kembalikan pada hikmah.
Hikmah adalah sesuatu menghalangi dari penyimpangan. Apa itu berkaitan dengan keyakinan, apa itu berkatan dengan interaksi sosial, mental. Kalau itu selamat, terjaga dari penyimpangan. Berarti kita memiliki hikmah.
Hikmah secara umum adalah segala sesuatu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.
Hikmah yakni perkataan, perbuatan bicara, diam, perbuatan.
Macam Ragam Santri
Lalu digambarkan oleh Ustadz Deni bahwa kelak nanti ada santri ada yang aktif, ada yang suka membantah, dan ada yang diam. Kita bisa mengambil hikmahnya. Sebagai guru hendaknya mengambil hikmah jangan berputus asa menghadapi santri.
Dia punya kekurangan, sesungguhnya Allah berikan kelebihan.
QS Ali Imran ayat 18.
Tsiqoh billah harus adil. Sesama saudara berpikir positif. Tidak melihat 1 aspek yang dunia.
Zuhud dan wara
Zuhud bisa kaya. Ditempatkan di telapak kakinya.
Celakalah kalian yang mengharapkan dunia.
Ustadz Deni menyebut, "Flexing itu seperti Qarun, keliling kampung menyombongkan hartanya." Adakah dari kita yang secara tidak langsung tidak sadar kalau kita telah melakukan flexing. Na'udzubillah semoga kita bisa zuhud dan zuhud diletakkan di telapak kakinya.
Selain itu dalam bermuamalah, seorang guru hendaknya berhati-hati karena seorang guru akan dilihat dan menjadi sorotan.
Guru dibutuhkan oleh negara dan ummat.
QS Ali Imran: 85. Umat membutuhkan dinn.
QS Al Baqarah: 257.
Siapa wali-walinya orang-orang beriman? Allah lah yang menjadi wali-wali mereka.
Allah adalah wali-wali orang yang beriman. Saat memberi pengajaran. Allah adalah wali-wali kita. Allah yang melindungi kita.
Orang kafir, wali-wali mereka adalah Taghut adalah segala sesuatu yang melampaui batas, dia disebut thagut. dari jalan Allah Swt. bisa benda, bisa manusia, bisa sifat. Tujuannya mengeluarkan manusia dari cahaya menuju kegelapan. Mereka semua adalah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.
Karena dakwah ada 2, dakwah fii sabilillah dan dakwaah syaitan.
QS Al Mujadilah: 22.
Tidak bisa menjadi dekat, tidak mungkin bisa bersatu, kita dengan musuh-musuh Allah dalam hudan cinta dan kasih sayang.
Memahami: menyempurnakan ilmu dan menyampaikannya.
Imam Syafi'i punya waktu untuk mengkaji.
Berinteraksi dengan ilmu.
Kalau dia mu'allim dia malas, karena dia berhenti mengkaji.
Amanah menyampaikan ilmu.Siapa yang menyembunyikan ilmu, Allah Swt. akan melempar.
Ahli ilmu punya akhlak yang tinggi guru dengan siswa duduk berjajar gak malu.
Setiap Guru Memiliki Bayan
Ayo, ajarkan ilmu. Ajarkan mereka Al Qur'an.
Bayan adalah punya bakat sendiri. Setiap orang ada Al Bayan. Munculkan kreativitas dan ambil yang paling mudah. Menyampaikan ilmu.
Surat Al Insyiqaq ayat 6-9.
Orang-orang akan berlelah-lelah.
Jangan tampakkan marah. Diamlah. Ekspresi, ucapan, dan tahan --> jangan terlihat.
Orang berlelah-lelah dalam amal saleh diterima oleh Allah.
Ujrah sebaik-baik harta adalah dari mengajarkan Quran.
Mu'allim tidak boleh berorientasi dunia atau pahala.
Jangan berlebih-lebihan dalam membaca Al Quran. Jangan cari makan dengan Quran.
Jangan cari harta banyak dengan Al Quran. Kalau kasih ya diterima. Rasul menjaga kita
Kesimpulan
Masya Allah mendapat ilmu yang sangat bermanfaat dari Ustadz Deni. Bahwa dalam mengajarkan ilmu, tidak boleh berorientasi dunia atau pahala.
Guru orang yang dalam lisannya senantiasa menasihati dan menyeru kebaikan, kebenaran. Dia tidak lelah mengajarkan hal yang baik dan benar. Mengajarkan yang seharusnya. Jika ada yang tidak sesuai, dia meluruskannya.
Semoga Allah kuatkan mengemban amanah menjadi guru. Aamiin []


No comments