Copas Tulisan dari Blog untuk Kepentingan Sendiri? No Way!

copas tidak mencantumkan sumber

Copas Tidak Mencantumkan Sumber? Comot tulisan untuk kepentingan pribadi? No Way! 

Baru-baru ini saya terkejut karena menemukan tulisan saya ada di sebuah buku GARA GARA ROHIS, yang sebelumnya belum pernah saya daftarkan. Nama saya memang ADA tercantum di buku tersebut, tapi penulisnya tidak meminta izin secara pribadi pada saya. 

Hal ini terjadi lagi. Tulisan saya di copas sebelumnya di Blog juga ada beberapa seperti tulisan tentang Ustadzah Haneen Akira, Ustadz Handy Bonny, dan lain-lain. Yang copas juga tidak mencantumkan tulisan tersebut adalah tulisan saya, tulisan srialhidayati.com. Akhir-akhir ini saya jadi berpikir, apa saya lebih baik mengunci blog saya agar tidak bisa di copas? 

Banyak respon dari pembaca terkait hal ini dan rata-rata mempertanyakan mengapa bisa ya menerbitkan buku tapi hasil comot tulisan orang?

Tulisan saya itu sudah lama sejak tahun 2013 baca disini, dan itu dibuat menjadi buku pada tahun 2018. Ada spare waktu panjang untuk komunikasi, terlebih saya juga gak sulit dihubungi, nama saya ada di sosmed. 

Bukan terjadi sekali 

Hal ini bukan terjadi sekali saja, ini sudah terjadi kedua kalinya. Dulu, tulisan saya di copas habis beberapa tulisan profil tentang Ustadz yang sedang naik daun di copas dan tayang di blog yang saya gak tau itu punya siapa. Saya yakin kayaknya juga tulisan di blognya itu juga hasil comot juga astaghfirullah kok suudzon gini?! Soalnya nggak ada keterangan itu dan gak bisa dipertanggungjawabkan. Biasanya ini yang kejar cuan dan mastah yang ternak blog banyak dan ingin punya pendapatan banyak dari hasil nulisnya. Dulu sih nanya-nanya ke temen yang udah ahli gitu jawabannya. 

Mencantumkan Sumber saat Copas 

Hal yang penting saat mengcopy tulisan adalah mencantumkan sumbernya. 

Saya mendapat pencerahan dari guru saya yang lebih senior di bidang menulis, bahwa kalau menulis di Blog itu harus udah aja ikhlas karena menulis di sana bisa di copy paste jadi mesti berbesar hati. Namun, kalau ngobrol-ngobrol dengan teman yang lain juga kalau nulis di blog dan dikunci gak bisa dicopas, kita sendiri pun nantinya akan kesulitan nanti kalau butuh kontennya. 

Intinya, membuat tulisan kita bermanfaat untuk orang lain. 

Saya juga setuju saat orang lain mengcopy paste tulisan saya boleh saja, tetapi jangan lupa mencantumkan sumber, dan kalau dibukukan saya ingin saya juga diberi tahu, sehingga saya tidak merasa dicurangi. 

Terlebih kasus di buku yang ada tulisan tersebut, bukunya diperjualbelikan di google play books, dan saya jadi bertanya-tanya apa saya mendapat royalty soalnya sudah 2 kali cetak? Atau bisakah saya memiliki bukunya 1 eksemplar saja untuk kontributornya? Apa itu sulit? 

Mendapat Pencerahan dari Senior Nasyid Favorit saya 

Saya jadi berpikir, apa tulisan saya di comot karena saya pernah menshare lagu di Youtube? Hahaha… saya punya channel di Youtube itu lebih ke berbagi lagu nasyid tim nasyid favorit saya saat kecil. Namun, saya mengupload lagu-lagu munsyid tersebut sudah meminta izin tersebut pada empunya, dan beliau mengikhlaskan. 

Saya tanya lagi padanya, dan jawabannya sungguh melegakan, bahwa Abang Hrs Sfx merasa ikhlas dengan channel-channel lain karena lagunya nantinya bisa diperdengarkan ke orang lain, dan itu bisa lebih bermanfaat. Betul juga dan hal itu bisa jadi iklan juga sebenarnya jadi bahan promote dan bisa dipasarkan juga, kalau niat bisa juga nanti jadi diundang tampil kan kalau pemusik mah. 

Kalau penulis, yang dikenal yang punya bukunya aja nama di depannya, kontributornya harus ikhlas juga sih haha.. ya Allah astaghfirullah tapi mudah-mudahan saya mendapat amal jariyah dari tulisan saya yang ditulis itu. Untungnya hanya artikel dan gak ada kesalahan juga sebenarnya  kalau buku mah pasti dituntut ya, tapi anehnya tidak ada kontak atau pihak pengumpul tulisan yang memberitahukan pada saya atau setidaknya memberi satu buku pada saya (ngarep.com) hehe. Hal ini menjadikan saya agak sedih dan agak kepikiran terus. 

Solusi Bagi yang Tidak Bisa Mentolerir Copas 

Saat ini saya berpikir untuk mengunci copas blog saya agar tidak bisa di copy. Jadi kalau mau mengcopy bisa izin terlebih dulu. Banyak teman-teman saya sesama Blogger pun sudah banyak melakukan hal ini, mengapa saya tidak ikut gabung juga bersama mereka? Saya tidak masalah tulisan saya bermanfaat untuk orang lain, tapi saya merasa dicurangi jika ada yang copas  untuk kepentingan sendiri dan untuk ternak blog tanpa mencantumkan sumber dan juga izin pada penulisnya. 

Kesimpulannya, yang terpenting saat mencantumkan tulisan orang lain, sebaiknya kita tidak mencaplok 100%, tapi meramu tulisannya lagi sehingga tidak benar-benar copas semua tulisannya. Akan tapi sudah kita ubah dengan gaya bahasa kita sendiri. Sekian tulisan saya mengenai comot tulisan dari blog untuk kepentingan sendiri? No way! []  

No comments