Ada satu hal yang harus dipikirkan ketika kelak menjadi orang tua. Salah satunya yakni harus mengupgrade ilmu agar bisa selalu lebih baik ketika menjadi orang tua.
Dibandingkan memandang satu arah--saat kita menjadi anak, sudah seharusnya kita membuka mata dari sisi orang tua.
Memandang dari kacamata orang tua, baru-baru ini saya mendapat pencerahan dari guru anak di sekolah, bahwa kita bisa mendapat perhatian, mengobrol dengan anak, kalau membuat mereka nyaman.
Membuka Dialog dengan Anak
Saya pernah beberapa kali pulang kantor mengajak berdialog anak.
"Nak, besok Abi ngajak kita pergi jam 3 pagi. Kira-kira kamu bisa gak bangun lebih pagi?"
"Teteh, Ummi punya buku baru loh. Mau dibacain nggak? Bukunya seru loh tentang anak yang belajar makan, misalnya."
Bagi saya yang dibesarkan dalam situasi dialog satu arah dan terbiasa menerima dalam satu arah, orang tua terbiasa tidak melibatkan diskusi dalam obrolan. Hal itu berpengaruh juga pada saya.
Dalam lingkungan pertemanan mungkin saya gak asik atau seterusnya. Dan dari sisi anak mungkin juga sama, mungkin apa saya orang tua yang tidak asik?
Ternyata seni menyentuh hati anak itu harus ada seninya. Tapi jangan juga meninggalkan kesan orang tua menjadi tidak dihargai.
"Nak, tahu nggak Allah Swt. itu sayang banget sama teteh ya. Alhamdulillah teteh lolos masuk pesantren. Alhamdulillah teteh seneng nggak?" Coba cari jawaban yang kira-kira dia gak cuma jawab iya dan tidak, tapi juga bisa bercerita banyak.
Rapor mah nggak apa-apa seadanya saja, tapi akhlak ke ummi harus baik.
Dipanggil ummi bagaimana baiknya?
a. Bersegera
b. Diam saja
c. Berlambat-lambat
Ceria di Depan Anak-anak
Harus mulai belajar tersenyum di depan anak-anak. Terkadang sering denger cerita bahwa banyak guru yang lebih sabar kepada murid-muridnya yang bukan anaknya.
Padahal seharusnya bersikap baik juga ke anak kita sendiri. Kadang-kadang suka pengen ketawa sih kalau sama anak kadang sering berantem hal-hal remeh. Karena sama-sama perempuan, anak perempuan jahil-jahilan. Hahaha. Siram-siraman air padahal lucu-lucuan aja sih. Hehe.


No comments