Awal tahun 2026 ini, saya mengikuti perkuliahan dan belajar mengenai "Konsep Alam dalam Islam" diisi oleh Assoc Prof. Usep Mohammad Ishaq, Ph.D di gedung Wakaf Bandung jalan Sidomukti.
Sepanjang acara saya merasa senang karena dibawa memikirkan ciptaan Allah Swt. yang luar biasa mengenai alam ini.
Fungsi alam adalah alam sebagai karunia, alam sebagai ayat, amanah.
Dalam kitab suci Al Quran, Al Quran sangat menekankan untuk mengamati dan memikirkan fenomena alam. Alam (nature) adalah fenomena dunia fisik secara kolektif, termasuk tumbuhan, hewan dan bentang alam. Manusia tidak masuk dalam alam.
Natura artinya dilahirkan, punya arti lain sifat atau suatu karakter. Bahasa Yunani fisis itu istilah fisika. Menurut Dokter Zaidi Islam tidak mengindikasikan permulaan atau penciptaan.
Bermula dari suatu hal yang nihil. By nature dengan sendirinya, tidak ada campur tangan pihak luar; alamiah, siapapun.
Makna alam secara bahasa: dari 'a-li-ma' lahir pula kata 'alamun dan juga alamatun maknanya memberi tanda, petunjuk, tanda, alamat. Semakna dengan ayat, jejak, bekas.
Secara istilah: suatu lafaz pada segala sesuatu maujud selain Allah Swt.
Alam disimpulkan adalah segala sesuatu selain yang Allah yang menjadi petunjuk yang menunjukkan (dalil) wujudnya yang ditunjuk.
Fungsi alam sebagai ayat. Alam berfungsi menunjukkan kewujudan dan sifat Allah, seperti Maha Agung.
Alam ada sifat-sifat pencipta Maha Mengetahui, Mahateliti.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS Al Baqarah, 2: 164)
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran, 3: 190-191)
Alam sebagai amanah
Kita tidak boleh merusak alam. Boleh memotong kayu, tapi tidak menggunduli. Merawat Bumi.
Definisi alam metafisik. Kita tidak bisa mengindra di bawah 20 Hertz. Gelombang merah ungu di bawah merah gak bisa kita lihat. Di atas ungu juga kita tidak bisa.
Alam terbagi 2 yakni: Ghaib dan Shahadah. Shahadah terbagi lagi menjadi Saghir dan Kabir.
Ada satu entitas yang tidak mungkin sampai akal. Untuk tahunya pakai jalan informasi oleh orang yang tahu. Sumbernya wahyu.
Prof. Usep menjelaskan bahwa saintis itu rasional. Kita percaya Surga neraka itu ilmiah, berbasis argumentasi. Mengempirikkan surga neraka.
Prof. Usep mengomentari pendapat Dedy Corbuzier yang menyatakan islam itu seperti asuransi. Berbuat baik gak ada ruginya. Pemikiran Deddy Corbuzier itu sekilas sama dengan argumentasinya Imam Al Ghazali yang menyatakan berbuat baik di dunia itu tidak ada ruginya. Orang beriman itu nggak ada ruginya. Karena udah berbuat baik.
Bisa diketahui dengan panca indera. Iseng misalnya cek ada malaikat pakai sensor ultrasonik. Islam ada tingkatan.
Alam Harus Dijaga dan Dirawat
Prof. Usep juga menganalogikan bahwa laptop itu sakral, hanya bisa dipegang oleh orang yang punya. Dia juga harus dijaga. Begitupun dengan alam ini.
Sayangnya alam juga mengalami eksploitasi hingga hari ini. Alam hanya dipandang diperlakukan seperti objek yang hanya memberi keuntungan tanpa adanya keterlibatan emosional atau etis.
Manusia juga seperti itu, apalagi budak corporate yang terus dieksploitasi saat malam hari di whatsapp, menanyakan pekerjaan, besok rapat dan sebagainya.
Hingga hari ini, alam sains modern saat ini kita mungkin jarang melihat kunang-kunang, capung dan kupu-kupu.
Dikritik aliran Frankfurt bahwa tujuan sains malah jadi bagaimana menguasai, memanipulasi, mengendalikan dan mengeksploitasi alam.
Sebagaimana ayat Allah adalah petunjuk. Alam ini sengat spiritual, sains jangan dipandang asing. Dia bagian dari keilmuan kita.
Wujudnya Tuhan bersifat self-evidence (swa-bukti) 'Pasti ada'. Allah Swt. nyuruh kita mikir, bukan percaya.
Kesempurnaan Al Quran adalah bukti keberadaan Tuhan. Bukti keteraturan alam, intelligent design, fine tuning.
Bukti keberadaan alam Prof. Usep menganalogikan bahwa kursi-kursi yang dipakai saat kuliah berjajar, rapi itu teratur, itu bukti ada orang yang mengaturnya. Apalagi alam semesta ini. Allah Perancang Hebat, Maha Teliti.
Jika robot yang dibuat oleh manusia memiliki keterbatasan, berbeda dengan Allah Swt. yang menciptakan. Amat mudah bagi Allah. Kesempurnaan manusia ketika bisa menggerakkan tangannya, berjalan kaki dengan sempurna. Itu rumit. Manusia begitu rumit. Jika robot terbatas pergerakannya saja memerlukan koding berjuta-juta. Tak ada bandingannya dengan Allah Swt. yang Kuasa menciptakan alam semesta dan manusia di dalamnya.
Otak 2% dari tubuh kita punya 1 juta neuron.
1.000 Triliun koneksi.
Apa Bisa Semua Terjadi dengan Sendirinya?
Coba pikir kalau Allah ngga menciptakan. Hanya ada 4 kemungkinan:
- Alam datang dari ketiadaan (tiba-tiba ada).
- Alam menciptakan dirinya sendiri
- Alam diciptakan dari sesuatu yang lain yang diciptakan.
- Alam diciptakan dari sesuatu yang lain tidak diciptakan.
Tapi apa bisa? Seorang Ibu melahirkan dirinya sendiri? Tentu tidak. Sehingga tidak ada semua tiba-tiba ada. Tapi ada Allah yang menciptakan.
Alam ini punya keteraturan. Alam ini punya sifat kausalitas. Sifatnya regularitas, dapat diambil hukum dan persamaan matematikanya.
Sainsa adalah mengambil cahaya matahari menjadi energi.
Sains itu mengenal Allah. Dan tugas manusia mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi.




No comments