Worldview dan Ilmu dalam Islam



Worldview

Apa yang terbayang ketika disebutkan kata Worldview? Bahwa ini adalah asal usul menentang agama bagi Dunia Barat melepaskan diri dari agama. 

Mereka mencari pertanyaan jawaban sendiri, yang kemudian jadi worldview semacam "tandingan" manusia dari mana cari teori sendiri, agama bukan dari Tuhan, mengapa ada tsunami? mungkin ada Dewa Zeus, dan seterusnya, namun mereka tidak percaya banyak Tuhan. 

Mereka tidak percaya pada satu Tuhan. Pada saat itu pemikiran mereka menyatakan agama adalah problem. 

Immanuel Kant memandang dunia dengan primitif. Worldview adalah menafsirkan realitas segala yang ada (Friendrich Schilling). 

Setiap aktivitas manusia akhirnya dapat dilacak pada pandangan hidupnya, dan dalam pengertian itu maka aktivitas manusia dapat direduksi menjadi pandangan hidup. 

Menurut Prof. Usep dalam perkuliahan SERUNI bahwa untuk menangkal sekularisme, kita harus membaca atau cari tahu tentang sekularisme. 

Secara alamiah saja worldview itu rusak, sekuler, humaniora, dan seterusnya. 

Kita perlu menanggapi secara The Worldview Islam dan lainnya adalah AKHIRAT. 

Buku sejarah membahas manusia pertama adalah manusia purba. Sementara dalam Islam, manusia pertama adalah Nabi Adam.

Manusia mampu berkomunikasi dengan kompleks lewat tulisan. Islam bukan sekadar ritual dalam lingkup sempit, tetapi Islam adalah peradaban yang luas. 

"Seorang Muslim tidak pernah objektif karena jiwa dan pikirannya dipenuhi seperangkat konsep-konsep dalam memandang sesuatu. Inilah yang dimaksud Worldview Islam." - Prof. Usep

Sering kita juga mendengar pendapat mahasiswa menyatakan sains dan agama tidak beriringan, padahal keduanya tentu beriringan. Karena ciptaan Allah Swt. ada hikmah ada sains luar biasa di dalamnya. 

Menurut Prof. Usep, pentingnya belajar agama jangan belajar fiqh saja, tapi juga pemikiran. 

Islam adalah agama asli seluruh umat manusia. Yang pokok dalam Al Quran adalah bacaan bukan tulisan. 

Worldview Islam kita gali dari Al Quran dan sunnah. Ilmu adalah fakta dan konsep. 

Konsep Ilmu dalam Islam 

Beranjak ke materi 2, Prof Usep menyatakan Ilmu adalah terang benderang dan cahaya. 

Ilmu ditakrifkan sebagai sifat, proses dan hasil. 

Sehingga orang yang berilmu tampak dari parasnya yaitu orang percaya diri dan tidak ragu-ragu. 

Iman dan ilmu tidak dapat dipisahkan. Secara jelas, Al Tayeb mengungkapkan bahwa akidah adalah ilmu itu sendiri. 

Secara epistemologi Sains islam menyatakan bahwa sumber islam ada 3, yakni:

1. Panca indera. Panca indera menyampaikan kita pada kebenaran. 

2. Informasi yang benar (kabar yang benar, dari para nabi)

3. Akal akal budi dan intelek. 

Epistemologi adalah yang bisa kita lihat, secara akal dan epistemologi. Sains islam dapat kita ketahui dari yang kita lihat dari 3 hal itu, yakni panca indera, informasi yang benar dan akal budi. 

Selain itu ada juga yang tidak empirik, yang kita tidak bisa kita lihat, tapi yakin itu ada. Tidak bisa dijangkau. 

Misalnya kita memiliki seorang Ibu, lalu apakah kita tahu siapa generasi di atas nenek, kemudian uyut, ada siapa lagi. 10 tingkat di atas kita saja. Tapi kita yakin ada, tentu ada pasti, ya, kan? Itulah secara tidak empirik. 

*

Metode sains sudah ada sejak Ibnu Haytam. Ilmu optikal, al biruni. Kita tidak mendewakan sains, karena itu milik kita. 

Klasifikasi dan pemartabatan ilmu. 

Yang dipelajari filsuf logika

1. Usia manusia terbatas. Ia hanya memperoleh ilmu yang menyelamatkannya di dunia dan di akhirat. 

2. Sebagai peta bagi seseorang untuk mempelajari ilmu pengetahuan

3. Upaya ulama dalam mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. 


Menurut Prof. Usep juga bawa semua ilmu bermanfaat. Itu fardhu. Fardhu 'ain adalah rukun islam wajib mempelajari, tata cara. Seperti Ma'rifatulillah, akidah itu adalah fardhu 'ain. Sedangkan fardhu kifayah adalah syar'iyyah (naql), non-syar'iyyah (aql) 

Belajar ilmu bukan selera, tapi tanggung jawab sosial. Sedikit dokter kandungan perempuan. Kita bisa menanyakan ke dokter kandungan. Tetapi semua harus belajar akidah, tazkiyatun nafs, dan rukun islam. 

No comments