Beberapa waktu yang lalu, perkuliahan SERUNI saya mendapat insight dari Prof. Usep bahwa manusia ada mineral, ada akal, nabatiyah, hayawariyah dan insaniyah.
Manusia juga ada syahwat (keinginan) dan ghodobiyah (menghindar) jika manusia memiliki kebajikan utama yakni NAFS NATIQAH, dia memiliki kebijaksanaan dan hikmah. Sementara nafs ghadabiyah dia orang yang BERANI, dan nafs syahawaniyah kebajikan utama nya yakni MENJAGA DIRI (IFFAH), HATI-HATI dan SEDERHANA.
Sedangkan sebaliknya jika memiliki sikap sebaliknya istilahnya Ekstrimnya maka nafs natiqah dan ghadabiyah itu ke arah negatif, seseorang bisa berpotensi memiliki sikap yang licik, sembrono, rakus, dan menuruti keinginan.
Untuk yang Syahawaniyah sikap EKSTRIMnya adalah pandir, pengecut, bahkan tidak memiliki keinginan atau cita-cita.
Sedangkan Rasulullah saw. adalah orang yang PALING HIKMAH dan SYAJAAH. Sehingga setiap Muslim wajib untuk memiliki kebajikan utama, jangan sampai malah tidak memiliki keinginan atau cita-cita. Seseorang harus memiliki sikap yang BAIK, BERANI, dan BIJAKSANA.
*
Konsep Manusia Menurut Islam
Mengapa saat kita belajar konsep manusia itu adalah bagian dari mengenal Tuhan? Karena kita adalah ciptaan Allah Swt. Tidak ada yang bisa menciptakan sebuah nyawa dan meniupkan ruh kecuali Allah Swt.
Dalam agama Islam kita juga belajar mengenai sebelum manusia turun (exist) insan, semua ruh dikumpulkan, dan berjanji "Qoolu bala syahidna", kita sudah Muslim bertauhid.
Kemudian ruh ditumpangkan pada jasad dan jasad cenderung lupa.
Prof. Usep juga menyatakan bahwa memang Adam turun ke Bumi itu sudah direncanakan Allah. Sementara kita tahu dalam Worldview Kristen, Nabi Adam itu turun karena dosa warisan, yang memetik buah khuldi itu kemudian dihukum disuruh turun ke Bumi.
Sementara Islam memandang bahwa manusia diutus ke Bumi itu karena memang sebagai khalifah dan dalam rangka pelaksanaan ibadah.
Tujuan pendidikan adalah menjadikan lulusan khalifah fil ardh.
Tugas khalifah
1. Beribadah kepada Allah
2. Menggunakan dan mengembangkan potensi
3. Bermanfaat kepada sesama manusia
4. Memanfaatkan alam sebagai karunia
5. Menjaga amanah
Memahami Konsep Manusia Menentukan Makna Kebahagiaannya
Saat mengikuti kelas, jadi ingat masa-masa kuliah membahas teori psikologi dan juga filsafat-filsafat. Prof. Usep menjelaskan bahwa kepentingan proses manusia ada proses penanaman, kemudian ilmu menjadi manusia.
Kebanyakan cara mengajari, metode jarang disentuh. Menyentuh manusianya sendiri.
Dalam Pemahaman Barat terhadap manusia, menurut Plato, Manusia itu baik kalau dia meninggalkan jasmani. Berbeda dengan Aristoteles justru fisik itu penting memengaruhi rohani.
Seluruh ilmu itu mandiri.
Dalam sebuah Laboratorium 1 oleh Wilhem Wundt tahun 1879. Mengkaji psikologi bahwa tingkah laku manusia. Pavlov mempelajari semua perilaku. Terdapat teori bahwa manusia selama bisa dikondisikan, dia bisa diubah.
Respon adalah fungsi dari stimulus. Richard Dowkins bahwa dia getol menganjur autisme.
Bahkan mereka menyatakan Tuhan adalah khayalan. Innalillahi. Sebelum ini malah bilang jika sedih kehilangan anak atau istri kemudian sedih itu reaksi kimia saja. Wkwk padahal kan kalau kita tahu itu adalah emosi fitrah manusia, bukan reaksi kimia. Hadeh.
Kemudian anggapan manusia bahagia itu adalah ketika manusia itu pada dasarnya cari duit, mati. Apakah itu tragedi?
Ketika sudah nikah dikira bahagia, ternyata tidak. Sekolah 6 tahun, lanjut 3 tahun, 3 tahun, kuliah 4 tahun dikira sudah bahagia? ternyata padahal belum cari uang. Jadi makna bahagia itu absurd.
kemudian cari uang dikira sudah bahagia.
Kita ibadah makanya kita punya makna. Tragedi kesudahan yang buruk.
Rutinitas tanpa makna. Filsuf monyet punya ekor. Kera gak punya ekor.
Manusia martabat dihina pemberontakan. Renaissance.
Diusir dari Surga
Manusia bukan jasad, bukan ruh, tapi khalqan akhara.
4000 SM Mesopotamia tulisan tertua, kemampuan manusia atau berbahasa tidak lama setelah Nabi Adam
Benda mati, tidak memiliki nafs atau jiwa. Tumbuhan, memproses makanan untuk tumbuh venus, bunga matahari, putri malu
Binatang, dia diberi kekuatan bergerak
lulusan dari sekolah Kuttab adalah misalnya anak kelak menjadi anak yang memiliki syaja'ah, adil dan bijaksana.


No comments