Membaca buku Tere Liye Hujan sebuah novel otopis. Era Indonesia di tahun 2042-2052, menampilkan peradaban baru. Zaman dimana orang telah memakai chip di tangan. Indonesia maju secara teknologi dan peradaban. Namun, hal tersebut berubah kala ada musibah yang terjadi.
Lail yang baru akan masuk sekolah, berlari bersama Ibunya menuju kereta api, tapi kemudian Ibu Lail terperosok di kereta bawah tanah--terjadi gempa bumi hebat. Saat Lail hendak menolong ibunya dan tangannya meraih ibunya, ia ditarik dan ditolong oleh Esok.
Di buku Tere Liye "Hujan" ini kita bertemu dengan pengalaman tokoh utama yang ekstrem, harus kehilangan orang-orang yang paling dicintainya. Lail, 13 tahun gadis remaja kehilangan Ibu, Ayah, dan menghadapi kerasnya dunia sendirian.
Baca juga: Review Novel Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Cerita slice of life, potongan kehidupan tokoh utama Lail yang kehilangan Ibu dan dalam semalam berpikir ayahnya juga masih hidup ternyata malah berpotensi terkena tsunami dan mustahil selamat. Dalam dua malam dia kehilangan semuanya, keluarga, rumah, dan beruntung dia memiliki seorang teman, hanya tersisa Esok, seseorang yang baru dikenalnya, dan mau menolongnya.
Saat membaca Tere Liye, pembaca juga diajak untuk pintar, bagaimana penulis menjelaskan bahwa kota-kota atau negara-negara yang mengandalkan tenaga nuklir, saat gempa bumi terjadi, pembangkit itu menjadi masalah mengerikan, melipatgandakan kerusakan. Reaktor nuklir meledak seperti bom atom, menyebarkan radioaktif ratusan kilometer, menciptakan zona radiasi nuklir.
Dijelaskan pada saat cerita Lail ini pasca gempa bumi, suhu bumi terus turun. Dalam seminggu, temperatur akan turun hingga lima belas derajat.
Berbagai kekacauan saat tinggal di pengungsian, tidak ada listrik, tidak ada internet, tidak ada jaringan komunikasi. Untuk sesaat saya bisa membaca buku ini sebagai healing ketika sudah tidak memiliki bacaan lagi. Dan ini adalah buku putri saya.
Yang paling diingat momen Lail ditolong oleh Esok. Dipertemukan oleh keadaan genting dan saling menyayangi seperti ke adik, tapi seiring waktu Lail memandang berbeda, meski jarang bertemu, pasca tinggal di pengungsian berbulan-bulan, Lail tinggal di panti asuhan dan Esok tinggal bersama orang tua angkat yang ternyata seorang walikota.
Bahkan Lail jadi minder dan pernah semobil dengan anak walikota Claudia, menjadi canggung. Meski Lail terkadang merindukan sesekali bermain bersama Esok.
Pernah Lail senang saat naik bis dan ada yang mengetuk bis tempat Lail naik, ternyata itu Esok. Wah, vibesnya seperti sedang menonton romance.
Baca juga: Review Buku Dompet Ayah, Sepatu Ibu - JS Khairen
Mereka akhirnya mendatangi tempat-tempat yang pernah terjadi kecelakaan seperti berkunjung ke rumah lama Esok dan juga tempat saat Ibu Lail mengalami kecelakaan kereta.
Beruntung, di panti asuhan Lail tidak bosan karena memiliki sahabat bernama Maryam, seorang gadis dengan rambut kribo.
Di novel "Hujan" ini hampir sering membaca teks membahas kutu. Saat Lail berpikir apakah Maryam rambut kribo memiliki banyak kutu, dan seterusnya. Haha ... Membaca novel "Hujan" terasa ringan dibandingkan dengan novel lainnya. Tapi juga memiliki nilai moral tinggi.
Bagi yang ingin bercita-cita jadi perawat, bisa membaca buku novel "Hujan" Tere Liye ini.
Lail dan Maryam mendaftar menjadi relawan, lulus menghadapi situasi nencana, pertolongan pertama, hingga proses pemulihan. Pelatihan penyelamatan SAR (search and rescue), psikososial, pengembangan komunitas, hingga dasar dasar medis.
Dari segi cover menarik karena menampilkan tulisan Hujan tapi tetes hujannya itu adalah kata-kata yang kalau dibaca lebih dekat akan terlihat. Covernya unik, dan menggambarkan juga isi cerita saat Lail tidak suka dengan hujan awalnya karena mengingatkan dia dengan bencana yang pernah terjadi dan mengguncang hidupnya, tapi seiring waktu dia juga menikmati hujan (lagi).
Buku yang menarik karena telah masuk ke cetakan-26, dan menjadi perbincangan remaja dari mulai SMP, SMA di Bandung. Menarik karena rata-rata novel "Hujan" menjadi favorit mereka karena genrenya slice of life. []
Baca juga: Romansa Cinta Mif dan Fauzia dalam Novel Kambing dan Hujan - Mahfud Ikhwan
DATA BUKU
Judul: Hujan
Penulis: Tere Liye
Cetakan: 26, Januari 2026 (Cetakan ke-26)
Penerbit: Sabak Grip
Tebal: 320 halaman
ISBN: 978-623-998-7879





No comments