Cerita anak yatim yang tumbuh berjuang di tempat berkedok panti--padahal tempat menjaring uang di jalanan.
Cerita Kakak yang menanggung beban harus menjaga adik-adiknya ketika dunia tak berpihak padanya. Rumah yang ia harusnya pijak menjadi tempat ternyaman, dia tak memilikinya.
Ayahnya meninggal ditembak karena mengantar barang haram, Ibunya malah menitipkan dia bernama Rizki dan kedua adiknya, Rizka dan bayi mungil perempuan yang belum mempunyai nama, akhirnya Rizki memberinya nama Khanza.
Begitulah mereka tinggal di panti dan setiap hari pergi ke jalanan untuk meminta-minta sampai suatu waktu Rizki pergi dari panti meninggalkan adik-adiknya.
*
Cerita Rizki yang kelaparan dan makan dengan nasi dan tempe, menemukan dompet, Rizki tak punya uang dan tak menyangka dompet seseorang jatuh di dekatnya. Saat hendak mengambil seseorang telah mengambilnya lebih dulu. Ya, dia kaget. Dompet berwarna coklat agak besar itu adalah milik Rizka, adiknya yang dua tahun tak bertemu dengannya.
Kejar-kejaran maling kecil antara Rizki, Rizka dan anak-anak mengejar dompet dan Rizki merebut dompet gadis bernama Rani, hanya ada banyak kartu-kartu, dan uangnya sudah diambil Rizka.
Niat Rizki yang ingin bayar makan di warung musnah sudah niatnya.
Membaca buku "Kado Terbaik" ada kalimat ironi di dalamnya. "Aku membersihkan badan yang bau, juga menggosok pakaian yang penuh kotoran. Namun sungai kecil ini tak bisa membersihkn ingatanku akan kejadian pahit yang terus menimpa kami tiga beradik kakak. Ayah mati tertembak, Ibu membuang kami. Entah di mana Ibu sekarang. Benciku, sejak saat itu, juga terus mengalir deras. (halaman 20)
Setting awal cerita, 7 hari jelang lebaran, anak-anak yang tumbuh tanpa pemahaman puasa itu penting Rizki yang tak pernah puasa.
Kekritisan seorang anak yatim yang harusnya dirangkul dan dibantu.
Rizki yang pernah melalui hal itu: mencuri, menjambret, mengantar barang-barang terlarang, menipu bocah karena dijebak oleh preman-preman pasar, Rizki akhirnya pernah bertobat, datang ke masjid (tempat Rizki mengambil beberapa uang dari kotak amal masjid), dia mengembalikan uang yang pernah diambilnya hanya untuk makan dan sampai dikerumuni orang-orang, memastikan niat Rizki--padahal ada hak bagi anak yatim untuk disantuni.
Dia juga akhirnya bertemu Rani, pemilik dompet yang pernah dia ambil dan mengembalikan ke pemiliknya. Malah Rizki diajak ke rumah orang tuanya Rani. Khanza juga disapa sangat baik oleh Ibu Rani, bahkan hendak dijadikan anak tiri, karena Ibu Rani sering kesepian karena Juned, anaknya jarang di rumah. Sementara Rani, mengontrak rumah di Jakarta karena sehari-hari bekerja di Jakarta. Diajak Ibunya ke Jakarta pun tak mau.
Hal yang agak janggal di buku ini, tidak masuk logika karena Khanza kerap ditinggal sendirian di kosan Rizki, karena Rizki tidak mau Khanza juga dijual oleh Pak Tono, pemilik panti asuhan seperti Pak Tono menjual Rizka seharga 60 juta.
"Bang Rizki mau kemana?" Ia mengucek-ngucek mata. "Jangan tinggalin Khanza lagi. Khanza takut."
"Gak mau. Khanza takut."
Bahasa yang sederhana tapi menyentuh sekali. Tak heran buku J.S Khairen menjadi buku best seller dan saat saya baca buku ini sudah cetak ulang ke sekian kali.
Setiap mendengar kabar buruk, hari kita seperti dibelah. Yang tadinya cerah, menarik dan menyenangkan tetiba suram dan menakutkan.
Segeralah cari tempat berteduh. Alam perasaanmu tiba-tiba digoncang dan tentunya tidak baik-baik saja. Jangan dilawan Karena sama seperti badai yang datang tiba-tiba, atau gempa yang mengguncang seketika, kalau kita tidak sigap mencari tempat aman, akibatnya buruk sekali. (halaman 84)
Di akhir bab, terkadang J.S Khairen memiliki spoiler tentang bab selanjutnya, gunanya untuk memberi tahu pembaca agar tidak beranjak dari cerita.
Namun ternyata hari yang baik itu tak berlangsung lama. Esok hari, perjalanan burukku menjadi manusia coret kembali berlanjut. Kali ini urusannya dengan nyawa adikku. (halaman 115)
Buku cetakan 1, April 2022 ini menunjukkan Bang Toron cerita happy ending saat mencari kemana Rizka dibawa? Rizka dibeli ke panti asuhan seharga 60 juta. Rizki pikir itu adalah Rizka yang akan diapa-apakan.
Saya langsung terbayang apa Rizka jadi korban yang diambil ginjalnya? karena ada scene di cerita yang menyatakan ada anak yang diculik, dan ada yang meninggal.
Rizka dicari tak ketemu. Malah Junet juga ikut hilang. Alhasil Rizki, Rani dan geng terminal Si Gembil, Si Jangkung dan Si .... mereka naik motor mencari tahu, tak ingin melapor ke polisi tapi mencari tahu.
Setelah pembaca dibawa naik motor Rizki dan Rani yang mencari-cari adik mereka, ketahuanlah Rizka ternyata tidak diasuh oleh orang jahat, akan tetapi Ayah dan Ibu angkatnya sangat baik.
Banyak scene yang menunjukkan Rizka berubah dan senang dengan keluarga barunya. Rizki terlihat sedikit cemburu, sekaligus lega saat Rizka memanggil Ayah Ibu angkatnya dengan sebutan "Ibu Bapak".
Masya Allah, ada rasa terharu seorang Ayah Ibu yang mendambakan seorang anak, kehadiran Rizka dinantikan karena mirip dengan almarhum anaknya.
Ternyata Khanza saat dicari-cari ternayta diamankan oleh Dinsos. Usai itu, Rizki benar-benar menghilang. Rani mendirikan panti asuhan baru dan ada Khanza ada di dalamnya. Saya merasa lega dengan cerita endingnya saat Rani mau menikah dan suaminya memberi syarat agar ikut ke Jakarta sementara panti asuhan dikelola orang lain.
Rani juga mengangkat Khanza jadi adik/anaknya, lantaran Rizki tidak pernah terlihat sehabis itu. Pernah terlihat sekali saat memberi foto pada Khanza.
Cerita ditutup dengan POV Rizki saat ia mengatakan selamat lebaran di tempat baru kalian masing-masing. Besok baju lebaran yang Abang belikan, pakai ya. Cerita sampai H-1 berlebaran.
Menarik karena ada kertas full hitam di beberapa halaman terakhir, POV Rani saat Rani mencari-cari Rizki, tapi Rizki mengabaikannya. Hampir semula terpikir apa Rizki dan Rani akan jadi jodoh?
Tapi ini cerita realis, sepertinya tidak mungkin karena beda status sosial, pendidikan, dan lain-lainnya. Rani punya calon suami sendiri meski akhirnya sempat putus, tapi kemudian bertemu lagi dan Rani langsung dilamar.
Ending yang sangat disukai bagi para pembaca Indonesia. Selamat J.S Khairen pasti risetnya juga sangat mendalam ke Dinsos, ke panti asuhan, ke jalanan, anak gelandangan, ke orang tua angkat, orang tua yang hendak mengadopsi anak.
Kado Terbaik itu adalah Rizki.
Bacaan ringan, menyentuh dan slice of life. Senang sekali saat menamatkan buku ini di tengah kesibukan menjadi pengajar. Aska, anak saya juga sudah menamatkan buku ini.
DATA BUKU
Judul: Kado Terbaik
Penulis: J.S Khairen
Cetakan: Kedua, Juli 2022
Penerbit: Grasindo
Tebal: 245 halaman




No comments