Cerita Timmy memiliki adik bernama Ulung yang jago gamers sayang sering top up judi online (jangan ditiru) sejak Ayahnya masuk penjara kehidupan Timmy berubah total. Yang tadinya ia seorang asisten dosen, sekarang tidak bekerja.
Bahkan ia pernah bekerja mengangkat durian di kebun durian bersama Ibunya. Pernah hendak menipu bosnya tapi ketahuan.
Timmy ingin membantu mengangkat durian orang-orang tua, dan dia dapat poinnya.
Di rumahnya Timmy harus menghemat listrik kalau malam memilih tidak menyalakan lampu dan pagi menyalakan dari sebelum subuh sebentar sampai pagi saja.
Banyak cerita seru di buku "Bungkam Suara" kisah Timmy menemukan komputer Ayahnya dan Timmy ingin membongkar siapa orang yang telah menjebak Ayahnya. Sayang saat sudah berhasil memasukkan password, sebuah bahaya menanti.
Tepat saat Timmy memencet logo itu, tepat saat tulisan menyambung ke server muncul, sebuah layar penyadap di tempat yang jauh ikut-ikutan menyala. Alat itu mengirim sinyal ke ruangan seseorang di kerajaan, seketika ia pun memberi perintah.
"Distrik Neang! Geruduk segera! Benda itu sudah ditemukan!" Seorang yang pangkatnya tinggi di ruangan itu mengangkat telepon dan memberi perintah.
Timmy, Ulung dan Ibu tak tahu, satu pasukan kecil elit Tentara Kerajaan, sedang dalam perjalanan ke rumah mereka. (halaman 61).
Buku yang telah dicetak 9 kali ini cetakan Oktober 2022, bukti buku ini diminati. Cerita "Bungkam Suara" lebih banyak bercerita tentang action yang banyak scene kejar kejaran seperti Kayes, pacarnya Timmy pergi hendak meninggalkan NKAL pergi ke pelabuhan hendak ke negara luar, tetapi berbelok niat ingin mengecoh dan naik kereta--tetapi akhirnya tetap dikejar dua algojo dan menangkapnya.
Seru kejar kejarannya. Jadi ingat film Grid. Scene saat seorang perempuan memasukkan handphone ke tas orang lain agar tak terdeteksi.
Baca juga: Review Film Drama Korea Grid
Berbeda dengan genre lainnya J.S Khairen yang realis, di buku "Bungkam Suara" genre nya adalah surealis, membahas politik, dan warga dari sebuah negara yang tinggal di sebuah negara bernama NKAL, yang dipimpin oleh seorang raja, dan ada juga raja-raja kecil yang memimpin. ada Raja Utama, Raja Wiranegara, kantor Pemangku Adat, dan lain-lain.
Bahkan saya sekilas mengira saya sedang membaca seri Bumi Tere Liye sebab ada bahasa Distrik Neang, Distrik Gyssu, dan alat-alat canggih. Sempat berpikir ini yang nulis J.S Khairen? Bagi mereka yang kangen seri lanjutan Bumi bisa juga membaca buku ini.
Alat-alat canggih di buku "Bungkam Suara" sekilas dejavu dengan alat-alat di buku seri Bumi seperti ILY dan lain-lain. Di buku Bungkam Suara diceritakan saat Timmy terdesak akan dikejar pihak kerajaan dengan alat canggih mobil seperti tutup pulpen, Ibu dan Ulung ditolong oleh Prof. Terang ditempatkan di tempat yang nyaman dan Timmy menjadi salah satu tim dari Prof. Terang.
Baca juga: Review Novel Nebula - Tere Liye
Bsca juga: Resensi Buku Novel Bibi Gill - Tere Liye
Saat menjadi tim dari Prof. Terang, Timmy harus mencari orang berkhianat telah membocorkan rencana mereka di Hari Bebas Bicara pada pihak kerajaan. Timmy diminta mewawancarai semua anggota dari Prof. Terang.
Tak menyangka orang yang menjadi pengkhianat adalah Tally. Semula dia akan disuntik mati oleh Prof. Terang, kemudian Timmy menyelamatkan dan memberi saran agar Tally menjadi umlan untuk bisa berbalik memanfaatkannya untuk berkhianat pada pihak kerajaan.
Disini J.S Khairen secara cerdas membuat membalikkan cerita jadi menarik. Langsung teringat deh dengan film Bloodhounds 2. Di film tersebut malah paling suka dengan karakter pengkhianat yang berubah menjadi sosok yang pasang badan pembelot penjahat sesungguhnya. Alhasil dia meninggal.
Bagaimana kelanjutan cerita Timmy? Akankah Timmy bisa membersihkan nama Ayahnya? Bagaimana ketegangan di Hari Bebas Bicara dan bersitegang dengan pihak kerajaan? Silakan membaca buku ini sampai tuntas. Kabar gembira J.S. Khairen akan melanjutkan ceritanya dengan judul "Bungkam Rakyat". Selamat membaca! [ ]
Baca juga: Resensi Buku: Novel Kado Terbaik karya J.S Khairen
Baca juga: Review Buku Dompet Sepatu Ayah - J.S Khairen





No comments