Pengalaman Operasi Benjolan di Ketiak

Sunday, October 15, 2017

benjolan setelah diambil

Bismillah kali ini saya menceritakan pengalaman telah dibedah. Sebenarnya indikasinya karena ada benjolan di ketiak kanan. Benjolan ini tepatnya sudah ada pasca menyusui selesai, dan saya benar-benar ngeh ketika ini kok ngga hilang-hilang ya?

Dan dokter mendiagnosa kalau ini adalah FAM/fibroadenoma mammae. Kalau cari informasi di internet, Fibroadenoma mammae/ FAM adalah tumor payudara jinak yang paling umum terjadi. Tumor ini memiliki ciri-ciri : tidak terasa nyeri, teraba padat, bulat, sekaligus kenyal dan dapat bergeser. Tumor ini biasa dialami wanita usia 20-30 tahun. FAM dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi ada juga yang tetap ada dan membesar, terutama saat hamil. Hingga saat ini, penyebab terjadinya FAM masih tidak diketahui pasti, namun diduga akibat perubahan kadar hormon esterogen.

Akhirnya jumat lalu, 13 Oktober, sejak jam 7 saya dan suami sudah di tempat pendaftaran dan daftar untuk bisa operasi hari itu. Hari Jumat, saya menunggu sampai dokter datang. Kala itu memakai gelang dan juga mengambil obat untuk di ruang operasi.

Sambil menunggu tak henti saya berdoa dan melafalkan ayat ayat Allah Swt.untuk menenangkan diri.

Saya pun mendapat ruang Melati kelas I. Kelas 1 terdiri dari 3 bed, dan senangnya memakai BPJS tidak bayar lagi. Untuk mendapat hasil PA saja yang dikenakan biaya yakni Rp 600.000. Untuk mengecek hasil benjolannya.

Oya, teman teman yang akan operasi hari itu ada 4 orang. 2 orang laki laki dan 2 orang perempuan. Saya dan seorang teman perempuan memiliki benjolan. Saya benjolan di ketiak kanan, dan teman saya memiliki benjolan di payudara.

Saya bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing. Ternyata teman saya tersebut masih kuliah semester 3 dan mengaku kalau teman di kelasnya sudah 4 orang juga mengalami jendolan yang sama. Woww! Saya terkaget.

Memang sekarang remaja dan juga ibu ibu muda mesti lebih waspada dengan apa yang hendak dimakannya. Mulai sekarang coba ngga makan ayam broiler, kulit ayam, makanan mengandung Msg, banyakin sayur dan minum.

Saya baru sadar ada jendulan di ketiak itu  pasca menyusui Aska, dan sampai bulan lalu puncaknya, jendulan tidak hilang-hilang. Bahkan bulan lalu seperti sudah 'puncaknya' karena rasa pegalnya pegal sekali dan membesar jendulannya 2.5 cm.

Saya ke puskesmas dan kata dokternya belum bisa rujukan ke rumah sakit. Nunggu 1 bulan dulu baru datang lagi. Alhamdulillahnya dokternya pasan itu perempuan.

Lalu 1 bulan kemudian yakni bulan ini, bulan Oktober saya datang lagi ke Puskesmas Puter, kala itu keadaan benar benar chaos karena semua orang yang hendak berobat ada di lantai 1. Karena lantai 2 sedang diperbaiki. Ruangan meja petugas pun dibuat tidak disekat penghalang seperti biasanya. Sehingga meninggalkan kesan 'dekat dan melayani dengan tidak ada sekat'.

Saat bertemu dokter kala itu, saya lalu minta surat rujukan. Senangnya dokternya paham. Kemudian saya ke RS Sariningsih, perjuangan saya belum berakhir. Saya bertemu dengan Dokter Concepcius. Kemudian beliau menyatakan bahwa saya harus operasi hari Jumat.

Menurut Bu Dokter Concepcius, faktor makanan bisa jadi pemicu jendulan tersebut. Misal makan ayam broiler, Dokter menyarankan untuk makan Ayam kampung saja.

Dan pengalaman operasi kali ini berbeda sangat dengan operasi caesar. Secara saya sudah pernah caesar dan agak trauma kalau sakitnya bakal sama seperti itu. Namun ternyata berbeda.

Operasi Caesar:
- membutuhkan banyak suntikan infus, cateter, dan juga suntik punggung,
- bius setengah sadar.

Operasi benjolan di ketiak:
- disuntik infusan, tes alergi, dan
- juga bius total.
- Ngga di cateter juga. Legaa alhamdulillah.

malam saat di rumkit

Sebelum operasi pun, pasien wajib puasa sejak sehari sebelumnya. Dokter menyarankan jam 00.00, sedangkan saya sahur nya jam 03.00 karena jam 00.00 ngga kebangun. Hhe. Alhamdulillahnya pas itu lanjut tahajud, dan tilawah.

Jadwal operasi saya sebenarnya kedua, entah mengapa jadi terakhir. Ternyata kata dokternya diprioritaskan yang lain dulu karena 3 yang lain berat masalahnya. Memang pasien yang dioperasi dulu sampai 3 jam 1 pasien. Saya masuk ruang operasi dari jam 3 sore baru tindakan jam 7.30. Udah alhamdulillah itu juga. Berarti saya ngga begitu besar jendulannya dibanding yang lain.

Pas operasi, dibius total jadi ngga tau apa yang terjadi dan rasa sakitnya seperti apa. Syukur alhamdulillah saya baru sadar dan melek jam 11 malam. Operasi yang memakan waktu lama. Sebenarnya jam 10 dah beres, tapi efek biusnya berakhir benar benar sejam kemudian. Alhamdulillah.

Saya pun tidur dengan pulas. Rasa sakit di ketiak cukup membuat saya agak susah bergerak namun senangnya karena esoknya, pagi hari setelah operasi sekitar jam 10 infusan sudah dicabut dan saya boleh makan. Alhamdulillah sudah bersiap pulang dan kontrol 1 minggu lagi. Lihat hasil PA nya 2 minggu lagi. Mudah mudahan sembuh dengan sempurna. Aamiin.

~Thanks to Abang, Mama, Mama Abg, Papa, dan semua keluarga, teman yang mensupport. Love you all

Alhamdulillah pasca operasi, saya mau kontrol hasil operasi. Dan hasilnya saya ambil di ruang operasi. Alhamdulillah ngga ada tumor ganas.

Sampai menunggu dokter datang, saya lihat dari jauh, Dr Conie sudah datang.  Kata dokternya, "wah saya tau nih hasilnya bagus nih soalnya senyum-senyum". Saya pun tersenyum lagi.

Lalu dokter berkata kalau "benar kan ini kelenjar susu. Tetap harus diambil."
Trus kata dr connie lagi nanti itu 3 bulan sampai bisa kempes sendiri. "Sekarang udah bisa olahraga peregangan. Pegel itu karena jarang digerakkin"


Makin gede lama-lama katanya ada juga pasien kalau dibiarkan. Saya aja yang kelihatannya kecil tapi pas diambil 7x5x3 cm. Makanan juga ngga ada pantangan da itu bukan tumor kata dokter. Tapi tetap mulai sekarang saya hati-hati, dan mulai menjaga pola makan dan olahraga diatur.

You Might Also Like

0 komentar

KEB

#

Blogger Perempuan

#

Blogger Muslimah

#