Cerita anak-anak yang tumbuh dengan kekerasan sehingga membuat mereka punya ikatan yang kuat. Ava dan P Si Anak Pengamen yang kemudian dipanggil Pepper.
Cerita berawal dari kisah yang dituturkan oleh Ava, seorang gadis kecil dengan gaya bahasa "aku" orang pertama menyebut bahwa di rumahnya ada hantu bernama Papa. Papa digambarkan sosok monster dan menakutkan.
Membaca buku Ziggy, tokoh utama yang disajikan sangat unik karena suka membawa kamus kemanapun an juga hobi mencari kata baru dari dalam kamus. Kamus pemberian Kakek Kia.
Kata pertama "Kita kaya!" membuat Papa memutuskan pindah rumah.
Ava harus pindah ke Rusun Nero bersama Papa Mama-nya. Mama-nya sebetulnya tidak setuju saat Papanya mau pindah karena Papanya di otaknya hanya terpikir untuk berjudi.
Novel yang mengangkat kisah judi dan membuat sekelilingnya hidup berantakan, seperti mempertaruhkan barang dan uang, dan begitu saja lenyap harta benda.
Novel complicated menceritakan kekerasan dalam rumah tangga saat sosok Papa yang harusnya mengayomi lebih banyak melontarkan kata "Tolol".
Dalam narasi diceritakan "Hanya saja di dalam rumahnya ada hantu. Hantunya hidup, berbadan besar dan sangat menakutkan. Nama hantunya Papa." (halaman 2)
Ayah sejatinya yang harus menjadi pengayom, pelindung, akan tetapi dalam Tanah Lada tokoh ayahnya dijelaskan bermasalah. Hampir tak ada yang mengesankan sosok ayah dalam novel ini.
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin hal ini terjadi separate tersebar di belahan bumi Indonesia, yang tingkat fatherlessnya tertinggi ketiga karena kekerasan verbal, fisik, juga terjadi terutama pertengkaran Ayah Ibu yang disaksikan oleh anak-anak. Hal itu akan terekam ke alam bawah sadar mereka.
Dalam buku "Di Tanah Lada" sosok P anak pengamen atau kemudian disebut Pepper juga adalah kekerasan rumah tangga yang tubuhnya disetrika oleh orang yang disebut Ayah.
Tidak semua ayah bisa menjadi teladan dan dihormati, karena sebagian besar tumbuh dengan ayah yang bukan menjadi sosok ayah sama sekali. Hhh..
Kengerian karena anak-anak tersebut tidak bisa hidup dengan normal lagi karena dikelilingi oleh orang jahat. Bahkan yang miris saat Ava bilang Mas Ari harus jadi Mamanya Pepper. Kalau jadi Papa, tentu nggak ada yang baik --padahal Mas Ari bisa jadi Ayah karena sama-sama laki-laki.
Pertemanan antara Ava dan Pepper
Saat Ava tidak bisa makan ayam goreng, P membantu, kemudian disuapi oleh P. Darisana Ava heran karena di Rusun Nero, Mama nya tidak ada, karena kebingungan P mengajak Ava mencari Papa Mamanya. dan berakhir ke tempat judi.
Dengan "POV anak" kita akan tahu bahwa Mama menemani Papa judi karena Papa yang menyuruhnya.
Hal yang menggelitik adalah P tahu kalau orang yang berjudi itu tidak akan memerhatikan sekelilingnya, bisa saja Mama langsung mengajak Ava untuk pergi. Tapi Mama tetap disitu dan meminta Ava agar pulang.
Sebagai orang tua terkadang orang tua punya urusannya sendiri dan tidak memerdulikan anak. Saya sebagai seorang pembaca membaca saat Mama menyuruh Ava pulang, lalu Mama pergi tidak ada di rumah.
Puncaknya, Ava juga memperlakukan Mamanya seperti itu. Saat Ava tidak mau pulang dengan Mama dan memilih bersama P, yang kemudian Ava beri nama Pepper. Konflik terjadi disini saat Mamanya menangis karena Ava lebih memilih temannya dibanding Mamanya. Karena mungkin Ava merasa punya sahabat sejati dan bisa saling membantu.
P usianya beberapa tahun di atas Ava. Saya sempat khawatir apa ada kekerasan antara mereka berdua, tapi untunglah tidak ada apa-apa.
P juga punya masa lalu yang berat yaitu dia tidak memiliki Ibu. Ibunya kabur sejak lama. Ayahnya suka melakukan kekerasan.
Di cerita lain, Ava pernah merasa heran karena Mama membelikannya ponsel pada saat Papa di tempat judi.
"Lalu, aku menatap Mama lagi dan pertanyaan lain di kepalaku. Pertanyaan yang mirip dengan pertanyaan kemarin dilayangkan si Anak Pengamen. Kalau Mama bisa beli pergi ponsel, kenapa dia tidak pergi ke rusun dan memberikan kunci kamar padaku?" (halaman 55)
Sempat merasa tersindir karena terkadang memang orang tua tidak bisa selalu bersama anak. Terkadang Mama pergi memang ada urusan mendesak dan fitrahnya seorang Ibu tidak akan meninggalkan anaknya begitu saja karena anak prioritas, bahkan seorang Ibu pekerja bekerja untuk memenuhi kebutuhan harian yang kurang terkadang tidak dipahami anak.
Alhasil anak menjaga jarak. Bahkan berontak seperti cerita Ava yang menolak pergi tinggal bersama Mama dan memilih pergi ke rumah Nenek Isma yang berada di tempat penghasil lada atau disebut Tanah Lada.
*Buku ini merupakan pemenang II Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014
Tokoh di dalamnya Papa bernama Doni, Mama bernama Helen, aku bernama Ava, dan P dipanggil Pepper. Latar tempatnya beragam dari mulai Rusun Nero, Pelabuhan, pantai, tempat jud*, dan lain sebagainya.
Judul: Di Tanah Lada
Penulis: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Cetakan: 4, Januari 2022
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 245 halaman
ISBN: 978-602-03-1896-7





No comments