Khitan pada Bayi: Pemulihan Lebih Cepat dan Menghindari Fimosis


Proses khitan bayi

Hari-hari yang sibuk, setelah proses aqiqah di hari ke-7, alhamdulillah dede Ibrahim dikhitan pada usia 14 hari (2 minggu). Sejak jauh-jauh hari Abi sudah sounding ingin mengkhitan anak saat bayi. Meski ada sedikit kekhawatiran, dari mertua misalnya merasa khawatir kalau bayi di khitan apa tidak apa-apa? 

Merencanakan Khitan 

Sepupu Aska pada saat usianya menginjak 5 tahun dikhitan di KMC dengan metode khusus, dan saat bertanya ke adik ipar, yang mengkhitannya adalah artis. Saya bisa langsung menebak itu adalah Dokter Suby, pemeran mantu Kang Bahar. Kalau saya pribadi mengenalnya adalah personil tim nasyid Al Ghinat dan suami dari Teh Ina. 

Lalu mengapa merencanakan khitan saat masih bayi? Saat saya hamil, dan suami sudah merencanakan dari jauh hari, kalau anaknya laki-laki, akan dikhitan saat bayi. Sudah tanya-tanya juga ke beberapa teman, tentang testimoni khitan saat masih bayi dan rata-rata sahabat saya mengkhitan bayinya karena menghindari fimosis dan pemulihan lebih cepat. 

Fimosis itu apa sih? 

Menurut Dokter di Jasmine, bahwa fimosis itu seperti sumbatan. Ibaratnya, jumlah orang banyak mau lewat jalan kecil. Tentu akses terbatas sedangkan antrian panjang. Maka terjadilah banyak sisa sisa cairan kencing. Dia akhirnya akan menumpuk perlengketan. Yang akhirnya akan berujung pada infeksi saluran kencing. Fimosis jika dibiarkan berujung pada hal yang kurang baik. 

Dan benar saja pada saat proses khitan, Dokter Suby yang praktek di KMC memperlihatkan bagaimana ada sisa seperti sudah kering dan putih fimosis itu. Kulup ditarik, masih menyisakan kerak di ujung penis. Hal ini yang kuatirnya menjadi Fimosis atau  seperti ada sumbatan. 

Kembali lagi, dokter yang praktek di Jasmine ketika mengisi di MQ FM mengatakan bahwa jika terjadi Fimosis maka akan kesulitan membuka daerah kemalusnnya, dan ada perlengketan kuat. 

Pernah beliau memberi contoh bahwa di khitanan massal misalnya, tampilan normal, tapi begitu anastesi nyangkut. Jd tindakan membuka kulupnya karena ada pelengketan.

Sebenarnya itu tidak terjadi tiba-tiba ketika besar, tapi ada proses atau gambaran gejala dulu sebelumnya, seperti ada gejala dulu seperti gatal di ujung kemaluannya. Jadi orang tua yang di khitanan massal tidak ngeh kalau itu adalah fimosis, jadi biasa saja. Tapi saat ditanya, betul anaknya pernah mengeluh pernah pipis tapi menggelembung. Tiap pipis seperti itu, tapi bukan sesuatu yang heboh. Pas disunat baru ketahuan

Dengan gini menghambat proses sunatnya. Ada area yang harus dibuka, sehingga sunat sejak dini itu bagus, dan masalah fimosis ini memang diobatinya ya satu-satunya cara dengan khitan. 

Testimoni sahabat khitankan anaknya 

Saat terbangun dari tidur qailullah, ada pesan di HP bahwa suami mengumumkan di grup keluarga bahwa anak kami laki-laki akan di khitan saat usia 2 minggu. Bak mendengar petir di siang hari, saya kaget. Lalu saya bertanya pada sahabat saya.

Apa ada gejala atau anak bakal rewel? Lalu Irma mengatakan bahwa Alhamdulillah perawatan gak begitu sulit. Kelihatannya saja 3 hari pertama mengkhawatirkan, tapi itu udah bagus banget kok hasilnya. 

Lalu saya bertanya obat apa yang diberikan? Lalu Irma mengatakan ada antibiotik sama ada obat nyeri. Gak ada obat salep kok, dan pemulihannya lebih cepat. Hal ini yang mantap membuat saya jadi ikut dengan suami dan berharap semua berjalan lancar. Aamiin. 

Manfaat Khitan sejak dini 

Khitan sejak dini sangatlah baik bagi kesehatan bayi, karena memiliki manfaat mengurangi risiko masalah kesehatan seperti: 

- Fimosis atau kondisi kulit kulup tidak dapat di tarik ke belakang (terjadi rata-rata pada bayi baru lahir)

- Infeksi saluran kemih 

- mencegah kanker 

- mencegah infeksi dan penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS 

-Menjaga kebersihan

-Penyembuhan relatif lebih cepat

Diperbolehkan untuk melakukan khitan pada hari ke-7 setelah kelahiran

Metode Khitan Klamp di KMC

Metode khilton modern yang menggunakan tabung plastik ringan yang memiliki ukuran bervariasi sesuai keadaan penis masing-masing anak Proses khitan metode ini relatif cepat membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Metode klamp ini tidak dilakukan penjahitan, boleh terkena air seperti mandi & boleh beraktivitas seperti biasa. Klamp akan dibiarkan menempel sekitar 5-7 hari, Metode ini sangat aman dan nyaman untuk anak dari berbagai usia bahkan untuk dewasa.

Hari H Khitan Bayi di Klinik Mutiara Cikutra 

Pagi hari di Klinik Mutiara setelah antri, kami nomor antrian ke-3 dan ada bayi bernama Ibrahim 3 anak kala itu. Hehe Masya Allah. 

Sebelum dikhitan, foto dulu di lantai 2. Saya masih merasa agak sakit pasca lahiran SC Eracs dan senang memakai baju gombrang karena perut rasanya kadang masih drrrt drrrt. Ada arena bermain lego untuk anak. Terlihat ada anak yang mau khitan lagi asik bermain sendiri. 


Arena bermain kmc

Sunat pada bayi

Baca juga: Melahirkan dengan Operasi SC Eracs 

Suami tidak menemani saya di ruangan saat khitan, jadi saya ditemani oleh Ayah saya. Jadi pas ketemu pertama sama Dokter Suby, diberi tahu bahwa kulup penis debaynya masih belum keluar. Jadi ini fimosis dan kalau nggak segera diambil bisa jadi penyakit nantinya. "Jadi pilihan yang tepat khitan saat itu," jelas Dokter Suby. 

Wah, ketemu sama Dokter Suby tapi nggak sempat menyapa yang gimana, tadinya mau minta titip salam ke teh Ina tapi Dokter Suby banyak pasien wkwk, dan mau bilang pernah nulis Teh Ina di blog saya. 

Baca juga: Profil Teh Ina (Istri Kang Suby), Berkarya lewat Nasyid 

Di KMC, tempatnya enakeun, pelayanannya ramah, susternya juga sigap dan memberi penjelasan dengan terang.  


Proses sunat

Pada saat proses khitan, dede Ibrahim menangis tentu mungkin karena kaget kan, tapi ketika sudah dibius, dede Ibrahim tenang. Pada saat proses dihalangi setengah badannya dengan kain seperti proses SC bius setengah, dan pakai kain penghalangnya. 

Dokter Suby pun memuji debay Dede Ibrahim kalau "Debay paling jagoan hari ini!" sambil mengacungkan jempol. Ya karena masih kecil udah disunat. Jadi paling jagoan kata dokter Suby. Alhamdulillah makasih dok sudah menghibur kami.  

Proses Pemulihan Pasca Khitan KMC 

Jadi setelah khitan, dede Ibrahim penisnya dipasang alat namanya Klamp. Ini untuk melindungi penisnya, dan untuk perawatannya tidak boleh diapa-apakan kecuali saat misalnya pipis ada menggenang air di klampnya, maka harus segera dibersihkan dengan cutton bud atau tissu yang digulung. Jadi cara membersihkannya itu cutton bud masukkan ke klamp, dan biarkan air menyerap ke cutton bud sampai kering. 

Perawatan klamp

Perawatannya yang lain memakaikan pampers perekat dengan longgar agar bayi tidak sakit. Hari pertama, kedua dan ketiga saya begadang. Dan terakhir hari kedua dan ketiga, Ibrahim melengking nangisnya pas malem. Pas saya lihat paginya ternyata alat klampnya lepas. Wah, udah panik aja kenapa. 

Suami pun memutuskan untuk langsung ke klinik saja, dan pada saat kesana ternyata hal itu tidak mengapa kata perawatnya. Justru masih bayi pemulihannya cepat. Udah ngebentuk penisnya. Alhamdulillah. 3 hari sudah sembuh. 

Hari-hari selanjutnya alhamdulillah kadang tiap pipis mungkin masih agak terkejut dedenya karena masih agak sakit efek disunat, tapi over all sudah sembuh dan ngebentuk penisnya. Alhamdulillah. Terima kasih KMC! 

No comments