Komunikasi Suami Istri: Meneladani Keluarga Rasulullah





Sering kali kasus perceraian terjadi, karena komunikasi suami dan istri yang kurang.
Bagi suami istri yang baru menikah, ketika suami pulang kerja sudah diberondong dengan berbagai pertanyaan. Tahan. Tahan. Sebagai istri tahan karena suami itu kelelahan setelah seharian bekerja. Beri ia waktu untuk sendiri dan santai terlebih dulu. Baru kalau sudah terlihat santai bisa ditanya.

Begitu pun istri yang seharian di rumah saja, tidak ada teman mengobrol, masih ada 20.000 kata stok yang belum ia keluarkan, dan tak sabar ingin ia mengobrol dengan suami,  tahan.

Paling bagus suami juga mengerti keinginan istri untuk mendengarkan celotehnya, maka saat berceramah, Ustadz Abdul Wahab atau Abu Arkan bercerita bahwa ia punya space waktu buat istri bercerita banyak untuknya, biasanya sehabis isya, istri mengajak ngobrol. Maka istri pun menyediakan banyak makanan camilan agar suami mau mendengarkan.

Ada ngga ya yang seperti itu?

Terkadang para suami betah ngobrol lama bersama kawannya, tapi saat bersama istrinya, istrinya mau ngajak ngobrol nggak tahan dengernya. Wkwkwk

*

“Dan dari sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, Allah jadikan kalian pasangan hidup.”
Menikah adalah ibadah yang Panjang dan godaannya banyak. Terkadang iblis berusaha memisahkan suami dan istri karena itu adalah yang paling besar mudharatnya. Maka kita berhati-hati bahwa kita bisa mentadaburi, mendekatkan diri kepada Allah.

Ketika suami mengucapkan ijab Kabul, “Saya terima nikahnya … “ ada terima tanggung jawab surga dan nerakanya di tangan suami lah memikulnya.
Apakah keluarga ideal nggak ada pertengkaran?

Keluarga Ideal Rasulullah Apa Tidak Ada Pertengkaran?  

Bahwa kita bisa mencontoh meneladani keluarga Rasulullah. Sekelas Rasulullah saja itu pasti ada pertengkaran. Kita bisa melihat bagaimana istri-istri Rasulullah itu memiliki 2 kubu, yakni Kubu Aisyah geng muda, dan kubu Ummu Salamah geng senior. Nah lantas disini ibu-ibu sebenarnya gak ada saingan, apa yang mau dicemburui? Kita tentu pernah melihat ayat Al Quran memotret masalah keluarga Rasulullah.

Beri Ruang Istri Untuk Cemburu Walau Nggak Jelas

Kita mungkin pernah dengar kisah cemburunya Aisyah yang sampai menumpahkan makanan yang dibawakan oleh Ummu Salamah.

Pada suatu hari Rasulullah membawa makanan kesukaan Rasul. Aisyah pun memberi tahu bahwa makanannya enak-enak. Tapi nggak berapa lama nanya, “Ini dari siapa?” gak jadi karena keburu ilfeel karena Rasul menjawab, “Dari Ummu Salamah.” Dilempar semua sama mangkoknya karena cemburu. Anas bin Malik sampai melongo.

Namun Rasulullah tidak memarahi Aisyah karena Rasul tahu Aisyah sedang cemburu.
Dan Ustadz Abdul Wahab memberi tahu bahwa, “Kasih kesempatan istri cemburu walau nggak jelas. Wkwk. Umar mendiamkan istrinya yang marah-marah padanya

Saat sudah jadi Amirul Mukminin, Umar bin Khattab bajkan diam saat istrinya ngoceh. Rasul pernah bilang, “Kaum wanita itu ½ akal. Kalau saya marah akal saya berkurang.”
Maka Umar diam saja ketika istrinya marah-marah, karena kalau ikutan marah, berarti akal Umar berkurang. Hehe.
Laki-laki tidak suka diberondong pertanyaan

Saat Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar. Hajar menanyakan mengapa ia ditinggalkan, tapi tak kunjung mendapat jawaban. Akhirnya ia bertanya, apa ini perintah Allah? Maka Nabi Ibrahim menjawab iya dan baru kemudian Hajar tidak bertanya apa-apa lagi.

Sama dengan para Ayah nggak suka pertanyaan essay yang jawabannya banyak. Jadi pengennya jawaban pilihan ganda jawabannya A atau B.

Masuk surga Bersama pasangan 

Tentu kita ingin masuk surga bersama pasangan. Syekh Abu Sulaiman menyampaikan bahwa mengkomunikasikan apa yang disukai dan kebiasaan keluarga.

Ustadz Abdul Wahab cerita kalau istri nanya, sibuk ga. Trus dijawab “Sekarang mah nggak kemana-mana” itu tandanya malamnya harus nemenin istri ngobrol. Biasa disiapin makanan atau banyak. Kalau istri ngisi di luar seneng jadi sisa ribuan kata tinggal dikit. Wkwkwk.

Komunikasikan yang disukai dan tidak disukai.
Banyaknya kasus perceraian karena kurangnya komunikasi adalah karena tidak memahami karakter fitrah perempuan dan laki-laki.

Laki-laki ngga mau denger, perempuan nggak mau berenti.
Jadi para suami mesti gentle harus Qawwamah masa urusan rumah tangga curhat ke orang lain?

Laki-laki menyelesaikan masalahnya sendiri.
Tidak ada dialog antar pasangan
Suami-suami diam diam beli sepeda, kenapa? Karena minta izin gak wajib.

Kenapa Bapak-bapak suka diam?
1. Karena laki-laki ingin berpikir tenang
2. Dia tidak suka dibantu solusinya, karena gengsi ingin menyelesaikan masalahnya sendiri
3. Butuh waktu untuk istirahat untuk mengembalikan energi
“Mi, Abi belum nyiapin materi”
“Mi, Abi perlu istirahat”
Itu harus dikomunikasikan
4. Laki-laki pandangannya jauh. Butuh waktu lama untuk berpikir. 

Ibu-ibu tidak bisa memenej uang?

Hal yang harus menjadi catatan bahwa ibu-ibu tidak bisa memenej uang benarkah?

Saya tergelitik sendiri dengar Ustadz bercerita kalau ibu-ibu udah pegang uang pasti pengennya belanja. Haha. Bener banget. Dan pengennya ngabisin uang. Jadi para Bapak biasanya memegang uang, kalau istri dikasih uang seperlunya untuk bulanan. Kalau uang dipegang istri, masa suami minta-minta ke istri? Qawwamahnya dimana. Hehehe

Beliau pun memberi nasihat bahwa, “Hati-hati para istri dengan permintaan kalian yang kadang sepele, karena suami kadang mikir ingin memenuhi permintaan itu. Kalau bisa tahan.

5. Suami itu kebiasaannya ketemu temen di sela gapapa.
Izzah suami itu diam

Kenapa Ibu-ibu suka banyak bicara?
1. Suami istri harus lapang dada dan mendengarkan dengan baik
2. Saling menghargai pendapat.
3. Ketika terjadi perbedaan pendapat, kembalikan kepada Al Quran dan Sunnah
4. Hindari pakeukeuh pendapat turunkan frekuensi
5. Tenang dan pelankan suara
6. Sabar dan kendalikan amarah
7. Kedua belah pihak harus saling memaafkan dan toleransi
8. Jangan saling mencela


No comments