Resensi Buku: Petualangan Miss Selena dalam Novel Selena - Tere Liye

Miss Selena dalam Novel Selena


Tazk kembali mengirim pukulan berdentum. Splash! Robot itu menghilang. Menghindar. Pukulan Tazk mengenai udara kosong. Tapi kemudian, R-001 muncul di belakang Tazk, bersiap menyerang balik. Aku berseru tertahan. Tidak ada yang bisa melindungi. Tazk, aku tidak sempat melakukannya. Juga Mata, posisinya terlambat. Tangan R-001 terangkat, siap meninju punggung Tazk dari belakang. Mata lebih dulu berteriak. Sproot! Udara dingin menyambar di  sekeliling kami. Butiran salju turun. Dua tangan robot itu seketika terbungkus balok es, membuat gerakannya terhenti. Bagus sekali! (hlm 184) 


Ketika halaman 365, buku sudah habis dibaca, namun hati masih mengganjal karena cerita sepintas belum usai-seiring berakhirnya halaman. Ending ceritanya tanda tanya besar dalam buku baru berjudul "NEBULA".

Satu kata untuk buku ini SERU! Cerita fantasi populer di Indonesia. Setelah kehadiran ke-7 buku sebelumnya.. saya tulis dulu judulnya yaa..

Inilah 9 Novel Fantasi Tere Liye: 

1. Bumi 

2. Bulan

3. Matahari

4. Bintang 

5. Komet  

6. Ceros dan Batozar 

7. Komet Minor 

8. Selena 

9. Nebula 

  

Baca juga : Resensi Buku: Komet, Komet Minor, Ceros dan Batozar, Pertarungan di Dunia Paralel

ke-7 buku sebelumnya Seri Bumi sampai Komet Minor, kalau di buku sebelumnya 1 sampai 7 menceritakan Aku Raib, Ali dan Seli. Nah, di buku ke-8 ini, SELENA dalam sudut pandang Aku Selena, Tazk dan Mata. 

Ya, masih ingat Miss Selena? Dalam buku ini diceritakan kisah Selena kecil lahir di Distrik Sabit Enam, Klan Bulan. Ia tumbuh dari keluarga kurang berada.  Dari setting tempat tinggal Selena yang tidak ada apa-apa, setelah Ibunya meninggal, Selena mendapat pesan dari sang Ibunda untuk pergi ke rumah Paman Raf. 

Dalam novel ini menggunakan sudut pandang pertama. Aku-Selena. Awal cerita kita disuguhkan dengan pemandangan indah khas klan Bulan yang berteknologi tinggi. Langsung teringat dengan film animasi kelinci jadi polisi "Zootopia".

Di rumah Paman Raf, Selena menjadi petugas kontruksi dan dari sana ia terlihat sangat berbakat dalam Matematika, dan ia pun belajar secara otodidak.Novelnya ini terasa ngepop dan bisa masuk ke usia remaja, hingga dewasa. 


"Datanglah ke stadion Kota Tishri besok tengah malam. Aku akan menunjukkannya. Kamu akan memahaminya..." 

Tamus mengangkat tangannya ke udara dan menjentikkan jemarinya. Plop! Suara seperti gelembung air meletus itu terdengar lagi. Sebelum sempat aku memahaminya maksudnya, atau bertanya lagi, Tamus telah menghilang. (hlm 73) 


Setelah membaca novel ini saya jadi tahu dan membenarkan bahwa cerita fantasi itu bertolak belakang. 

Beberapa bulan lalu saya mencoba menulis Novel Fantasi, kemudian saya menyambungkan hal itu dengan unsur Islami. Lalu seorang penulis terkenal di Indonesia, Mbak Riawani Elyta memberi tahu bahwa cerita fantasi dengan unsur islami itu bertolak belakang. 

Inilah alasan Selena  bisa mendapatkan kekuatannya. Kedatangan Tamus cukup menakutkan --bagi saya. 

Dalam buku ini pun menjelaskan tentang hal di masa depan. Yakni Selena bisa melewati sisi gelapnya.

Di tempat itu pula nantinya aku akan mengenal seseorang yang mengubah jalan hidupku. Namanya Av, Kepala Perpustakaan Setral. Tapi kisah itu masih jauh. Aku harus melewati sisi gelap hidupku dulu, baru dia "menyelamatkanku". Sejak awal dia selalu ramah padaku, membantuku. Setiap kali aku latihan soal di salah satu meja perpustakaan, Av berjalan mengamati para pengunjung. (hlm 57) 

Bibi Gill, guru Selena mata kuliah mengintai juga menarik perhatian saya. Ternyata dia juga yang melahirkan pengintai-pengintai hebat termasuk anak muda yang hanya membutuhkan satu jam menemukan lokasi yang Selena temukan juga. Dari sini saya lalu ingat *Si Tanpa Mahkota*. Pasti ada hubungannya. 

Maka dari itu, saya yang sudah mengirim ke salah satu penerbit jadi mikir, wah perlu revisi banget nih. Memang dari setting, kekuatan berdentum yang dimiliki Selena, Tazk dan Mata, kemudian kekuatan guru-gurunya Tuan Ox, juga diperhitungkan dan harus lebih hebat lagi. 

Karakter Selena juga kuat sekali dalam novel ini. Saya bisa merasakan Selena orang yang blak-blakan terlihat dari sikapnya yang menerobos Universitas --seketika melihat ini saya langsung teringat dengan masa ospek Universitas. Terutama saat scene malam Kakak tingkat mengumpulkan Mahasiswa di lapangan, Selena juga orang berani dan lantang mengutarakan pendapat, masih bersama Tazk dan Mata, ketiganya melawan kakak tingkat dan agar mereka lepas dari jeratan kakak tingkat yang merasa "bossy" dengan kekuatan Mata meniru Ox dengan satu teriakan "Sprooot!" akhirnya hal itu membuat kaku menjadi es para kakak tingkat itu sampai keesokan harinya, mereka tak ada yang berani lagi mendekati ketiganya.

Selena juga orang yang kuat dalam hal pendapat ketika ia bertarung melawan robot-robot R-001 atau R-005 di ruangan khusus, ia kesal karena banyaknya robot yang harus dilawan.

Ketika hampir setengah mati melawan mereka dan robot penjaga memberi tahu kalau mereka dapat nilai A, maka Selena lalu melempar robot itu dengan sekali lemparan dan SPLASH! Ia puas karena sudah meluapkan kekesalannya.

Kalau bumbu-bumbu manis kisah persahabatan Selena, Mata dan Tazk, dan juga benci tapi suka seperti Selena diam-diam suka pada Tazk juga bisa dilihat dalam dialog-dialognya menjadikan buku ini semakin berwarna. 

Tazk, mantan anak boyband juga menjadkan buku ini masuk ke anak muda zaman now yang kebanyakan memang suka musik k-pop yang nyanyi sambil ngedance. 

Tapi saya masih belum nemu kesukaan dengan hal satu ini, kecuali drama Korea-nya. Bukan seorang maniak tapi milih-milih yang temanya cocok, seperti nonton Vagabond, Hi! Bye Mama, kemudian King the Eternal Monarch, dan sekarang gak nonton apa-apa.

Saya masih penasaran kalau teman-teman lebih suka saya nulis review buku, nulis tips dan trik, atau diary, parenting, minta pendapatnya ya. 

Saya ingin banget mulai fokus misal tiap hari Senin posting tentang buku, Kamis posting tentang Sastra atau semacamnya. Sekalian juga biar memotivasi diri biar banyak baca buku lagi.    

Nilai moral juga ada dalam novel ini. Seperti pesan Bibi Gill pada Selena, yaitu: Semoga itu membawamu ke jalan kebaikan, bukan sebaliknya, karena seorang pengintai dekat sekali dengan jalan kegelapan. (hlm 181) 

Pesan moral lain dari Bibi Gill yakni, "Dunia kita dekat sekali dengan kegelapan. Maka saat gelap menyelimutimu, pastikan kamu tetap berusaha mencari cahaya di sekitarmu. Dirimu sendiri adalah satu-satunya yang bisa kaupercaya. Nurani. Cahaya kecil itu selalu ada di hatimu. Gunakanlah. Terangi jalanmu, temukan pilihan hidupmu. Semoga itu bisa membawamu menuju jalan yang lebih baik."   (hlm 339)


DATA BUKU
Judul: Selena 
Penulis: Tere Liye/ Co-author: Diena Yashinta 
Cetakan: Pertama, 2020 
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama 
Tebal: 368 halaman
ISBN: 978-602-0639-529

1 comment

  1. Salam dari malaysia... Saya sudah baca Novel Bumi hingga Komet Minor. Novel Selena dan Nebula juga saya sudah baca melalui e-book. Memang best! Tidak sabar mahu baca novel seterusnya... 😁

    ReplyDelete