Beberapa waktu yang lalu saya menyimak pemaparan Ustadz Abdul Aziz Abdul Ro'uf, imam Masjid Habiburrahman dalam pembukaan Musabaqah Hifzil Qur'an.
Beliau menyebut Luar biasa MHQ itu kalau diniati dengan baik. MHQ sebagai peluang kamu sedang diajak belajar 'lebih intensif'.
"Kemarin nggak ada MHQ pokoknya murajaah begitu saja. Saat ada MHQ, murajaahnya berkali-kali lipat. Seperti pemain bola kalau tahu bulan depan ada turnamen, latihannya lebih intensif. Pemain bulu tangkis bulan depan mau ada turnamen, latihannya juga lebih intensif. Sedangkan ini misalnya bulan depan ada Musabaqah Hifzil Quran. Alangkah beruntungnya tema-nya Al Quran. Ada MHQ ada murojaah terus. Dengan tantangan sudah berumah tangga. Suami izin istri. Istri izin suami."
Apalagi ada niat apapun yang terjadi MHQ adalah tarbiyah bagi saya. Pasti ada ayat-ayat yang menjadi lebih menginternal karena bacaan yang banyak.
MHQ semakin berbobot bagi orang beriman. Tanpa MHQ pernah bisa. Umat Islam butuh satu pemaksa. Menurut ayah dari Farah Qoonita ini bahwa MHQ memfasilitasi orang beriman yang punya muyyul (kenikmatan lebih) dalam berinteraksi dengan Al Quran. Lebih lengkap lagi dengan menjadi dakwah harokiyah. Ayat menjadi modal untuk memahamkan umat.
"Jadi sehingga ketika mengajarkan ayat-ayat itu, baik ayatnya, tafsirannya, betapapun ayat itu tidak akrab banget, tidak familiar banget," ujarnya lagi.
Baca juga: Farah Qoonita, Muslimah dan Tulisan yang Berruhiyah
Masya Allah tahun ini Hafiz Indonesia 2026 sangat istimewa karena dijurikan oleh Ayah Slamet, Babeh Munawir dan juga juri tamu. Jika di tahun sebelumnya juri diisi oleh Kak Nabila Abdurrahim, tahun ini berganti juri full dari tanah air.
Menarik sekali karena Ayah Slamet, suami dari Kak Nabila, dan menjelaskan dengan detail soal makharijul huruf (tempat keluarnya suara) dan mengkritisi dari sisi bacaan anak-anak Hafiz Indonesia.
Ayah Slamet sering menjelaskan, "Tipiskan hamzah "arro" ro nya tidak boleh pantul, ro nya tikrornya tidak boleh berlebihan."
"Tebalkan ro bertasyid diperjelas. Sin pada Musa ditipiskan. Ikhfa pada huruf ta langsung ke huruf ta. 'Ain terdengar hamzah, qof sempurnakan fathahnya. Idgham bigunnah sudah benar, ghunnahnya kurang terdengar. Takrir pada ro berlebiihan. Tafasyi pada huruf syin menyebar."
Dari tausyiah Ustadz Abdul Aziz Ro'uf menyebut bahwa juri Musabaqah Hifzil Quran saat banyaknya peserta jumlahnya kalau banyak mungkin bosan juga, tapi karena kesabaran ihtisab para juri itu satu-satu, apalagi mirip-mirip mikir juga nilainya yang menang mana A, para Juri sedang membina hamba-hamba Allah yang akan menjadikan Al Quran adalah modal berharakah.
Interaksi menghafal dalam rangka mendakwahkan, dalam rangka memahami, dalam rangka tadabbur, dalam rangka sabar, dalam rangka istiqamah, tsabat, perjuangan dakwah ini.
Juara Hafiz Indonesia 2026
Shanum
Shanum Zahsy Askanah, 8 tahun, berasal Teluk Kuantan Riau, dengan hafalan 5 juz Al Quran) hobi menggambar, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Anak ke-2. Orang tua tumbuh harapan besar. Belum ada penghafal. Cita-cita dokter penghafal Quran. Al Quran adalah obat. Lahir 4.5 kg momen menyelamatkan Al Kindi jadi momen mengharukan, saat harusnya cari aman bisa. Sebetulnya bisa Shanum cari aman, tetapi Shanum memilih menyelamatkan Al Kindi.
Rahman
Rahman bernama lengkap Abdurrahman Ad Dakhil Lubis, 9 tahun, berasal dari Padang, dengan hafalan 4 juz. Rahman anak yang pendiam dan sangat menerima tantangan. Nama Abdurrahman Ad Dakhil Lubis terinspirasi Ayahnya dari nama seorang ulama Cordoba yang membawa Islam ke Eropa.
Orang tuanya juga penghafal Quran, Ayahnya di tahun 2017 hafalannya 7 juz. Dan sempat terhenti di 2019.
Di tahun 2021, ada satu kejadian yang membuat terpekur saat akan lewat kereta api, petugas kereta api sedang ke kamar mandi, dikira tidak ada kereta api, ternyata jarak 2 meter mobil tak bisa dibawa mundur, jadi kena depan mobil hingga rusak bodynya.
Hal itu membuat ibu dan ayahnya kembali menjadi penghafal Quran.
Saya pernah bertemu dengan Rahman, Umminya saat berada di kantor Syaamil. Pada saat itu Rahman sedang wisata Quran.
Baca juga: 7 Tempat Wisata Populer di kota Bandung
Raisa
Raisa Adelia Ramdan usia 10 tahun, asal Bogor hafalan 10 juz. Hobinya suka melukis, tapi lebih suka menghafal Quran. Dari TK ingin sesuatu biasa menyiapkan sendiri. Kalau besok sekolah, dari malamnya dia menyiapkan sendiri.
Umminya Raisya adalah seorang content creator untuk anabul-anabulnya sebanyak 11 kucing. Masya Allah. Raisya sering menang lomba menghafal Quran dan ditabung. Terharu karena Raisya sering membantu kakaknya juga biaya pesantren. Jadi pahala ya sholihah.
Jadi diajarkan kalau mau sesuatu, harus berusaha.
El Fath
El Fath biasa dipanggil M. Aufa Elfath asal Bandar Lampung, usia 10 tahun hafalan sebanyak 4 juz. Hobinya bermain sepak bola. Dua kali mendaftar Hafiz Indonesia, dan kali kedua lolos ke Jakarta untuk kompetisi Hafiz Indonesia. Ayahnya pernah bekerja di kapal pesiar, namun karena pernah sakit Bronkitis di Portugal membuatnya berazam untuk berdagang, akhirnya Ayah berdagang bakso di rumah.
King
King Hafizh Ar Rahman berasal dari Medan, usia 8 tahun dengan hafalan 3 juz. Anak yang riang dan aktif. Terlihat bersemangat saat mengikuti Hafiz Indonesia. King senang bermain drone, dan saking senang bermain drone-nya sampai 3 kali hilang drone-nya. Haha
Masya Allah jadi teringat tausyiah dari Ustadz Abdul Aziz Abdulrouf beliau mengutarakan kalau acara musabaqah tilawah itu sebagai syiar dan juga setiap penghafal Quran bersemangat untuk memurojaah hafalannya.
Yang tadinya setiap hari 5 juz, tapi karena ada musabaqah tilawah memurajaahnya jadi 30 juz dan betul-betul memurojaahnya.
Yang dapat saya simpulkan adalah bukan hal yang salah saat mengikuti lomba musabaqah tilawah sepanjang niatnya bukan untuk mendapat hadiah berupa materi, tapi ada yang lebih penting dari itu. Niatkan untuk menajamkan hafalan kita lagi.
Hadiah itu adalah bonus.
Saya pernah menulis cerpen tentang seorang anak penghafal Quran yang ikut audisi perlombaan seperti Hafiz ada di buku saya Manusia, Kumpulan Kisah Penuh Hikmah-- disana saya menjelaskan seorang Ibrahim yang berjuang menghafal Quran. Yang mau pesan bukunya juga boleh masih ada stok di rumah.
Evano
Evano usia 8 tahun dengan hafalan 6 juz. Evano memiliki kelebihan suka berhitung dan sangat rajin menghafal Al Quran.
Sepanjang nonton Hafiz Indonesia 2026 khawatir dengan Evano karena kerap berlarian kesana kemari. Ternyata baru tahu Evano terkena sindrom Asperger tidak bisa tenang, panik.
Asperger itu tidak bisa menerima kekalahan. Sehingga orang tuanya selalu menanamkan bahwa yang terpenting adalah proses.
Kak Irfan juga menegaskan bahwa hidup itu bisa menang, bisa kalah. Yang penting perjuangannya bagus.
Alhamdulillah meskipun punya asperger, Evano hebat bisa tetap sekolah.
Al Kindi
Al Kindi pintar berceramah juga selalu semangat meski syuting setiap hari.
Ada momen Al Kindi berbalas budi kepada Shanum, ini yang saya juga pikir, kira-kira nanti Al Kindi sama Shanum keeliminasi bagaimana? bener kejadian. Saat Shanum yang menolong Al Kindi, lalu di lain hari Shanum yang harus keluar dari Hafiz Indonesia.
Al Kindi rela menggantikan posisinya dan terlempar dari Hafiz Indonesia. Shanum pun akhirnya bisa masuk ke babak selanjutnya 6 besar.
Tapi nantinya Al Kindi bakal masuk lagi di momen Syafaat bersama teman-teman yang sudah tereliminasi.
Ashura
Ashura memiliki nama lengkap Muhammad Nur Ashura berasal Kutai, Kertanegara Kalimantan Timur hafalan 5 juz usia 6 tahun. Anaknya hydrocephalus. Kondisi ini berpengaruh pada kemampuan penglihatan. Ashura duduk dengan kursi roda karena baru-baru patah tulang paha kiri.
Di tengah keterbatasannya, hal yang patut disyukuri dan jadi semangat untuk kita adalah meneladani semangat Ashura yang bisa hafal Al Quran bahkan 5 juz.
Ayah Ashura Pak Wahyu pelatih tenis meja untuk atlet di Kalimantan timur.












No comments