Catatan: Adaptasi di Kantor


Gak kerasa udah mau 8 bulan saya bekerja di kantor, dan ngga perlu adaptasi lama karena sudah pernah tahu ritme dan kerjaannya, alhamdulillah ngga merasa canggung.

Meski sekarang ditempatkan berbeda dengan amanah terakhir di kantor, saya cukup senang karena mendapat penerimaan yang baik di tempat pernah saya bekerja di dalamnya selama 3 tahun.

Bekerja pagi siang dan sore, membuat saya terkadang excited, terkadang bosan, tapi terkadang happy lagi. Karena sesuai passion saya, jadi saya cukup menikmati, dan sebenarnya masih bisa waktu untuk menulis pribadi di luar kantor, tapi lagi-lagi waktu memenej kerjaan dan passion sendiri yang harus saya tumbuhkan dan luangkan benar-benar. 

Nyatanya, waktu saat di rumah adalah saatnya waktu beberes day. Malam hari kebangun untuk ngerjain kerjaan teknis seperti beberes nyuci pakai tangan, masak, jemur, nyetrika. Sepertinya saya harus kembali mengatur pekerjaan itu agar bisa dihandle orang lain, tapi di satu sisi ngga enak ama bu mertua. 

Minimal seminggu 1x dihandle orang untuk sekadar nyetrika dan lain-lain. Tapi entah kenapa action selalu berakhir saya ngga jadi cari asisten, he....

Ada hal-hal yang seharusnya saya bisa lakukan dan maksimalkan di kantor seperti:

1. Pasang Wajah Tersenyum dan makan bersama teman 

Karena seharian bekerja di depan laptop, tentunya akan merasa jenuh jika tidak bertemu atau mengobrol dengan sesama perempuan, maka bisa memanfaatkan waktu di jam istirahat untuk makan siang sembari mengobrol. 

2. Menegur Sapa pada Rekan Sejawat yang lebih Tua dan Muda 

Untuk menghormati dan menjunjung adab maka bisa menyapa yang lebih tua seperti guru, atau rekan yang lebih tua. 

Disebutkan dalam sebuah kisah, tiga orang shahabat Nabi yang bernama ‘Abdurrahman bin Sahl, Huwaishah bin Mas’ud dan Muhaishah bin Mas’ud mendatangi Nabi untuk mengadukan suatu permasalahan. Setelah sampai dihadapan beliau, mulailah ‘Abdurrahman bin Sahl berbicara dan dia adalah yang paling muda di antara mereka. Maka Nabi pun menegurnya seraya bersabda, كَبِّرْ الْكُبْرَ “Hormatilah yang lebih tua.” Yahya –salah seorang perawi hadits ini– menerangkan, “Hendaknya yang memulai berbicara adalah yang lebih tua.” (HR. al-Bukhari no. 5677 dari shahabat Rafi’ bin Khadij dan Sahl bin Abi Hatsmah)

Yang lebih muda mengucapkan salam terlebih dahulu kepada yang lebih tua. Rasulullah bersabda, 

يُسَلِّمُ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِير 

“Yang lebih muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua, yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada yang duduk dan yang sedikit mengucapkan salam kepada yang banyak.” (HR. al-Bukhari no. 5763 dari shahabat Abu Hurairah) Mengangkat orang yang paling tua sebagai pemimpin. Bahwasanya Qais bin ‘Ashim pernah berwasiat kepada anak-anaknya menjelang kematiannya, 

اتَّقُوا اللهَ وَسَوِّدُوا أَكْبَرَكُمْ فَاِنَّ القَومَ إِذَا سَوَّدُوا أَكْبَرَهُم خَلَفُوا أَبَاهُم وَإِذَا سَوَّدُوا أَصْغَرَهُم أَزْرَى بِهِمْ ذَلِكَ فِي أَكْفَائِهِم 

“Bertakwalah kalian kepada Allah dan angkatlah yang paling tua diantara kalian sebagai pemimpin. Karena sesungguhnya suatu kaum apabila mereka mengangkat yang paling tua diantara mereka sebagai pemimpin, maka mereka akan mampu menggantikan kedudukan ayah-ayah mereka. Apabila mereka mengangkat yang paling muda diantara mereka sebagai pemimpin, maka tindakan mereka itu berarti meremehkan orang-orang yang sebaya dengan mereka.” (HR. al-Bukhari no. 361 dalam al-Adabul Mufrad dari Hakim bin Qais bin ‘Ashim)

Rasulullah juga biasa bercanda dengan anak kecil, memeluk anak kecil, mengusap anak kecil, dan memberikan buah kepada yang lebih muda. 

3. Memaksimalkan Pekerjaan yang Belum Maksimal 


4. Bekerja di Ranah yang Baru 

Tidak menyangka berbeda dengan sekitar 8 tahunan yang lalu, bekerja di bidang yang hanya duduk di meja kantor, kini sekarang bekerja di bidang yang bertemu dengan banyak orang 

Bekerja di bidang R&D pekerjaan yang menurut saya sangat berbeda dengan pekerjaan sebelumnya yang berkutat dengan Scriptwriter. Di bidang R&D ini, saya bertemu dengan banyak entitas dan bertatap muka dengan banyak orang. 

Bagi saya yang belum terbiasa tentu ini sebuah tantangan besar dan menurut saya menyenangkan, karena tidak melulu di depan laptop. 

Jadi seperti ada irisan ketika menulis misalnya bertemu orang, melakukan wawancara atau sebar kuisioner, selanjutnya lagi memberi gift/hadiah kepada paritsipan. Dan mulai saatnya ... 

Pada saat mengolah data kita bisa pilih misal dari wawancara atau indepth, maka hasilnya bisa disimpulkan lewat kualitatif. Sedangkan bila metode kuisioner, misal teknik pengumpulan data google form maka hasil datanya nanti bisa kuantitatif. Sehingga bisa terlihat apa yang dominan, dan sebagainya. 

Untuk selanjutnya terkadang Riset juga bisa Observasi seperti melihat sehari-hari Observasi Pengunjung Wisata Qur'n. Pernah suatu kali saya juga diminta atasan untuk keliling kantor dan melihat lagi proses percetakan di kantor. 

That's amazing! Saya senang karena bisa punya banyak teman baru dan beradaptasi lagi 

Riset pasar dengan berjualan 

Yang paling bikin happy karena bisa jadi kasir dan menata ulang toko dan menghafal harga dan berjualan selayaknya pedagang. 

Bekerja di bidang yang berbeda karena biasanya berkutat dengan huruf, teks, sedangkan ini dengan angka. Merasa tertantang karena sekaligus melihat apa yang paling banyak dibeli oleh orang. Dan ternyata yang paling banyak dibeli adalah buku-buku anak, dan alat tulis. 

Pernah beberapa bulan bekerja, ada lomba di kantor untuk lomba bikin video reels dan saat itu menang juara 1. Alhamdulillah terima kasih Syaamil. 


Beberapa kali juga ada acara kantor seperti 17 Agustusan, di kami ngga ada upacara, tapi besoknya ke kantor pakai baju merah putih. Jadilah para emak-emak berfoto bareng. yeay 

Yang masih harus belajar adalah risetnya sendiri yaitu riset sekunder. Harus banyak baca tentu, dan update-update info. 

Senang dikelilingi orang baik, terima kasih sudah mengajak saya kembali di saat rapuh dan mungkin saat benar-benar ngga tahu harus gimana. Semoga Allah balas kebaikan dengan yang lebih baik. Aamiin  

No comments