Entah apa yang membawa saya berniat ingin operasi cabut gigi bungsu.
Beberapa permasalahan yang saya alami:
- Sering sakit gigi paling ujung dan jadi sakit telinga.
- Menggunakan kacamata bertahun-tahun sering membuat sakit kepala juga, bisa jadi dari sakit gigi.
- Makanan sering menyelap di gigi paling belakang dan sulit untuk disikat.
- Sakit gigi yang paling ujung, tapi yang ditambal malah gigi sebelahnya. Ternyata gigi bungsu yang tidak tumbuh sempurna merusak gigi sebelahnya.
Beberapa kali ketemu dokter, dokter selalu menyarankan saya untuk cabut gigi bungsu, sudah pernah dapat surat rujukan tapi belum sempat untuk dicabut karena kesibukan dan teknis.
Puncaknya, sakit pipi sebelah kiri dan kedut-kedutan mata sampai 2 hari.
Baca juga: Mata Lelah atau Meradang? Coba Kompres Mata dengan Air Hangat
Mendaftarlah ke dokter gigi untuk diperiksa. Datang ke Faskes 1 dan diberi 2 pilihan: Mau tambal gigi atau dikasih surat rujukan ke RSKGM untuk cabut gigi bungsu? Saya memilih tambal gigi dulu. Kemudian baru dua minggu kemudian minta surat rujukan ke faskes 2 untuk cabut gigi bungsu.
Alhamdulillah proses dari BPJS bisa tahap-tahap ini diperhatikan, ya.
Inilah 7 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Cabut Gigi Bungsu
Pertama, Setelah Mendaftar ke RS Tujuan/ Faskes 2, Rontgen Gigi Panoramic Terlebih Dulu
Karena belum pernah berobat di Faskes 2, ibarat kita mau masuk rumah tamu, kita kenalan dulu dengan tuan rumah, sehingga kita daftarkan diri dulu di rumah sakit tujuan. Bisa lewat mobile JKN atau kalau di RSKGM Riau itu punya website tersendiri untuk daftar.
Cara daftarnya stand by di rumah, atau dimanapun depan gadget dan jam 7 pagi teng kita daftar secara online. Nanti keluar jadwal dokternya bisa kita pilih. Saya memilih jadwal yang jam 14.00 siang karena masih kerja waktu itu.
Sesuai jadwal kita datang sesuai perjanjian dan jam 14.00 tiba di RS. Saat datang ke faskes tujuan jangan lupa membawa surat rujukan dari faskes 1 dan KTP.
Alhamdulillah Allah Swt. mudahkan prosesnya karena adik saya terlebih dulu sudah cabut gigi bungsu jadi sudah tahu rulesnya. Ketika di antrian diarahkan untuk rontgen gigi dulu. Rontgen gigi paronamic yang alatnya muter ke semua bagian kepala dan belakang.
Biasanya kalau di rumah sakit umum berbayar (rontgen gigi sekitar Rp 600.000). Alhamdulillah ini di RSKGM gratis. Pengalaman saat rontgen gigi satu kali nggak berhasil karena pakai anting jadi alatnya nggak ngebaca. Kedua kali baru berhasil.
Kedua, Tinggal Bertemu dengan Dokter Bedah Mulut Sore Dilihat Hasil Rontgen Gigi Paronamic untuk Tindakan Operasi Gigi Bungsunya
Karena dokternya juga ada jadwal operasi, jadi pasien menunggu dokter mengoperasi. Untuk melihat hasil rontgennya ada sore itu juga dan akan dikomunikasikan dengan dokternya. Kata adik bakal lama karena antri jadi pulang dulu. Tanya kira-kira jam berapa dokternya ada katanya jam 5. Ya sudah pulang dulu.
Jam 17.00 udah nyampe di RSKGM lagi bareng adik, dan tunggu dokternya ada. Hasil rontgen giginya sudah ada, jadi Dokter bisa sambil bisa me-review. Beliau lihat hasil rontgennya ada gigi yang nyenggol gigi lain, dan dokternya bilang, "Langsung cabut 4 gigi bungsu ya. Bius total."
Saya langsung kaget banget. Ternyata dijelasin ada gigi bungsu kebenam gak keluar dari gigi bawah, dua gigi atas dan bius total katanya. OK Bismillah.
Ketiga, Diarahkan untuk Menyelesaikan Syarat untuk Operasi Seperti Rontgen Dada, Ambil Darah Cek Lab Semua
Kemudian ke bagian pendaftaran lagi dan minta surat pengantar untuk rontgen dada, serta file rawat inap 2 hari, untuk ambil darah cek lab, dan data gigi yang impaksi ada 4 dan perlu dicabut. "Untuk hasil rontgen gigi paronamicnya dikirim via WA besok ya!" kata dari dokternya.
Besoknya alhamdulillah WA masuk dari RS.
Keempat, Melakukan Rontgen Dada dan Ambil Darah
Surat pengantar dari Faskes 2 untuk rontgen dada pemberitahuan kalau rontgen dadanya dibayarkan dari RSKGM Riau. Saat itu udah status bukan karyawan lagi jadi lebih fleksibel dan keesokan harinya hasil rontgen udah ada, dan alhamdulillah bagus.
Seminggu kemudian, ke RSKGM, suntik tes ambil darah keseluruhan dan diambil darah di lengan untuk lihat trombosit, leukosit, eritrosit, gula sewaktu, dan suntik di bagian daun telinga. Lumayan banget suntiknya agak lumayan banyak darah yang diambil dan pegal habisnya. Selain ambil darah juga suntik di bagian daun telinga untuk kebutuhan operasi bisa lanjut atau tidaknya.
Kelima, Bertemu dengan Dokter untuk Melihat Hasil Rontgen Dada
Di lantai 3, sambil menunggu dokter untuk mereview hasil rontgen dada dan juga hasil cek lab, saya dan adik banyak mengobrol. Lumayan jam 09.30 lalu dari hasil cek labnya di review oleh dokter secara keseluruhan dari rontgen dada tidak ada bercak dan dari hasil cek darah juga alhamdulillah normal. Horeee bisa lanjut operasi gigi bungsu!
Alhamdulillah HB normal 12,9 nilai rujukannya 10.8-14.9. Gula di 93 nilai rujukannya kurang dari 200. Trombosit alhamdulillah bagus di 386.000 nilai rujukannya 216.000-415.000. Kemudian Hematrokrit 39.4 nilai rujukannya 34.4-45.1. Leukosit 5300 rujukan 4.700-11.300. Eritrosit 4.72 nilai rujukan 4.11-5.55. Yang lain alhamdulillah bagus.
Lalu hasil thorax-nya juga direview sama dokter. Alhamdulillah bagus. Tinggal tunggu hari H semoga lancar. Bismillah.
Keenam, Ada Pemberitahuan Apa Saja Persiapan untuk Hari H Operasi
Kemudian saya dijadwalkan operasi di tanggal 5 Februari, mulai puasa jam 09.00 pagi, dan jam 10.00 datang ke RS, bawa celana selutut. Nanti mulai suntik, infus-infus. Kalau OP nya mulai jam 15.00-17.00. Mudah-mudahan lancar semua operasi gigi bungsu di usia 36 tahun. Aamin.
Ketujuh, Jaga Kesehatan Sampai Hari H
Yang terpenting jaga kesehatan sampai hari H. H minus 1 nanti ada screening tidak boleh batuk, flu, dan demam. Kalau sampai ada batuk, flu, dan demam akan re-schedule lagi.
Kesimpulan
Alhamdulillah jadi tahu kalau mau cabut gigi bungsu itu harus sama dokter bedah mulut. Tidak bisa dokter gigi biasa. Terlebih kasusnya berat ya karena bukan cabut gigi aja, tapi juga membuka gusi, dan lainnya.
Dalam kasus saya ini impaksi gigi bungsu atas kiri tidak keluar sempurna. Gigi bungsu bawah kiri dan kanan tampak impaksi (miring/tertahan) sebagian masih tertanam di tulang.
Pantesan yaa sering nyeri, bengkak, atau sisa makanan mudah terselip. Dan kasus seperti gigi bungsu ini sering direkomendasikan untuk operasi pencabutan (odontektomi).
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Harus Tambal Gigi
Baca juga: Happy Dental Clinic Cabang PIK Avenue, Pengalaman Membuat Senyuman yang Indah



.webp)

No comments