Membaca Buku Sepi Pijar Psikologi

buku sepi pijar psikologi


Membaca buku “SEPI”, saya jadi cukup memaknai arti kata Sepi. Selama lockdown dan diisolasi, jumlah orang yang merasa kesepian semakin meningkat. Penemuan dari Badan Statistik Nasional Inggris, menyebutkan seseorang yang hidup sendiri tanpa adanya teman bicara, 10 kali lebih mungkin untuk merasakan kesepian. 

Mihalyi Csikzentmihalyi yang telah meneliti fenomena flow menunjukkan bahwa kualitas hidup seseorang bergantung pada dua factor yaitu bagaimana seseorang menikmati apa yang dikerjakannya dan bagaimana relasi sosial yang dijalaninya. 

Menurut Mihalyi, umumnya manusia menghabiskan harinya dalam 3 konteks sosial. Pertama, Bersama orang asing, teman sejawat atau rekan kerja. Kedua, Bersama keluarga (Secara literal maupun secara konsep), misalnya teman yang sangat dekat). Ketiga, saat seseorang hanya terkoneksi dengan dirinya sendiri untuk dapat menikmati hari-harinya, seseorang perlu menikmati hari-harinya, seseorang perlu menikmati 3 konteks tersebut. 

Mengalami fase flow dapat membuat seseorang puas dengan aktivitas yang dijalani dalam berbagai konteks sosial tersebut, sehingga akhirnya meningkatkan kualitas hidup. 

Perlu Upaya untuk meringankan kesepian di sekitar kita, yaitu menelepon, menanyakan kabar dan memberi hadiah kecil. 

Mari kita nyalakan kehidupan di hati orang-orang yang sepi sesuai dengan kapasitas kita. Membangun interaksi rutin antara panti jompo dengan PAUD/Universitas/social prescribing mengaktifkan acara-acara komunitas untuk mendistraksi kesepian. 


No comments